Mubtada
Mubtada' (bahasa Arab: المبتدأ, translit. al-mubtada’) adalah salah satu istilah teknis dalam tata bahasa Arab yang merujuk pada subjek atau pokok pembicaraan dalam sebuah kalimat nominal (jumlah ismiyah).
Secara bahasa, mubtada' berarti "yang mengawali" atau "permulaan", karena secara normal posisinya berada di awal kalimat.[1]
Definisi:
Menurut kaidah ilmu Nahwu, mubtada' adalah isim (kata benda) yang memiliki hukum marfu' (berharakat akhir dhammah atau tanda penggantinya) dan terbebas dari faktor-faktor kata (amil) yang bersifat lafal, seperti kata kerja (fi'il) atau huruf-huruf tertentu.
Keberadaan mubtada' selalu membutuhkan Khabar (predikat) untuk menyempurnakan makna kalimat sehingga menjadi informasi yang utuh.
Karakteristik Utama:
* Berupa Isim: Harus merupakan kata benda, bukan kata kerja (fi'il) atau kata depan (harf).
* I'rab Marfu': Secara umum ditandai dengan dhammah, namun bisa menggunakan alif (untuk bentuk ganda/tatsniyah) atau wawu (untuk jamak mudzakkar salim).
* Umumnya Ma'rifah: Mubtada' biasanya bersifat definit (ma'rifah), seperti menggunakan alif lam (ال) atau berupa kata ganti. Namun, dalam kondisi tertentu, isim nakirah (indefinit) diperbolehkan menjadi mubtada'.
Pembagian Mubtada':
Berdasarkan jenis katanya, kitab Al-Ajurrumiyyah membagi mubtada' menjadi dua kategori utama:
1. Mubtada' Isim Zhahir: Subjek yang disebutkan secara eksplisit namanya tanpa kata ganti.
* Contoh: زيدٌ قائمٌ (Zaidun qaimun - Zaid adalah orang yang berdiri).
2. Mubtada' Isim Mudhmar: Subjek yang berupa kata ganti (dhamir munfashil). Terdapat 12 kata ganti yang dapat menempati posisi ini, seperti ana (saya), nahnu (kami), huwa (dia), dan lainnya.[2]
* Contoh: أنا قائمٌ (Ana qaimun - Saya adalah orang yang berdiri).
Struktur Kalimat:
Meskipun secara normal mubtada' terletak di awal, posisi ini dapat berubah tergantung pada konteks kalimat:
* Mubtada' Muakhkhar: Mubtada' yang letaknya diakhirkan setelah khabar.
* Khabar Muqaddam: Khabar yang didahulukan sebelum mubtada'.[3][4]
Referensi
- ^ ilmualat (2025-06-06). "Ketentuan Mubtada Dalam Ilmu Nahwu". Belajar Bahasa Arab (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-01.
- ^ Al-Jarim, Ali dan Mustafa Amin. An-Nahwu al-Wadhih li al-Madaris al-Ibtidaiyyah. Kairo: Dar al-Ma'arif. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Ajurrumiyyah: Al-Shanhaji, Muhammad bin Muhammad bin Ajurrum. Matan Al-Ajurrumiyyah. Surabaya: Maktabah Al-Hidayah. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Syarah Ibnu 'Aqil 'ala Alfiyyah Ibnu Malik. Beirut: Dar al-Fikr. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.