Museum Balaputra Dewa
![]() Tampak Depan Museum Balaputra Dewa di Palembang, Sumatera Selatan | |
| Didirikan | 5 November 1984 |
|---|---|
| Lokasi | Jalan Sriwijaya I No. 288, KM. 5 Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia[1] |
| Koordinat | 2°57′03″S 104°43′50″E / 2.9509361°S 104.7306017°E |
| Jenis | Museum sejarah |
Museum Balaputra Dewa (atau Museum Negeri Sumatera Selatan)[2] adalah sebuah museum etnografi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Museum ini menampilkan sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan.[3] Museum ini mulai dibangun pada 1978 dan diresmikan pada 5 November 1984. Nama museum merujuk kepada Balaputradewa, penguasa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-9 yang juga pernah memimpin Wangsa Sailendra yang berpusat di sekitar Palembang.[3][4]: 1 Museum ini menempati lahan seluas sekitar 23.565 m² dan berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.[5]
Sejarah
Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang sejak berabad-abad dikenal sebagai Bumi Sriwijaya, pusat berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan tersebut merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Pada abad ke-15, wilayah ini berkembang menjadi Kesultanan Palembang yang bertahan hingga masa kedatangan kolonial Belanda. Menurut penelitian Van der Hoop, wilayah Sumatera Selatan juga merupakan salah satu kawasan di Nusantara yang menunjukkan banyak jejak permukiman dari zaman megalitik.[6][7]: 129
Untuk melestarikan berbagai peninggalan bersejarah tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan mendirikan Museum Balaputra Dewa di Jalan Srijaya I No. 288, Palembang.[8] Museum yang menempati lahan sekitar 23.565 m² ini menyimpan sembilan jenis koleksi dengan total 3.882 objek.[9]
Nama museum
Nama Balaputra Dewa diambil dari Balaputradewa, penguasa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-9 yang juga pernah memimpin Wangsa Sailendra. Keputusan penamaan ini merujuk pada Balaputradewa yang dikenal dari Prasasti Nalanda di India, yang mencatat perannya sebagai pendiri sebuah biara Buddha melalui patronasenya. Nama Balaputradewa juga muncul dalam prasasti-prasasti abad ke-9 di Jawa, yang menuliskan saat ia kalah dari Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dan bagaimana ia kemudian meninggalkan Jawa untuk menetap di wilayah yang kini menjadi Kota Palembang, Sumatera Selatan.[10]
Koleksi
Museum Balaputra Dewa menampilkan koleksi yang mencakup berbagai periode sejarah Sumatera Selatan, mulai dari zaman prasejarah, masa Kerajaan Sriwijaya, era Kesultanan Palembang, hingga masa kolonial Belanda. Koleksi tersebut dipamerkan dalam tiga ruang pamer utama.
Bagian Megalit
Koleksi museum didahului dengan selasar yang menampilkan arca-arca megalitik. Arca-arca ini berasal dari budaya megalit di dataran tinggi Pagaralam, bagian dari Pegunungan Bukit Barisan, tempat ditemukannya 22 situs permukiman megalitik.[11][12] Di antara arca yang dipamerkan terdapat figur ibu menggendong anak, manusia menunggang kerbau, dan manusia yang dililit ular.[13][14]
Bagian Sriwijaya
Ruang pamer pertama menyajikan informasi mengenai awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya serta temuan dari masa pra-Sriwijaya, seperti gerabah, manik-manik, dan benda logam.[15] Ruangan ini juga memamerkan replika sejumlah prasasti penting, termasuk Kedukan Bukit, Telaga Batu, Kota Kapur, Talang Tuwo, Boom Baru, Kambang Unglen I dan II, serta Siddhayatra. Selain itu, ditampilkan pula arca dan fragmen Hindu-Buddha dari berbagai periode.[16][17] Museum Balaputra Dewa merupakan salah satu dari tiga lembaga di Palembang yang menyimpan artefak Sriwijaya, bersama Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.[3]
Bagian Kesultanan Palembang

Ruang berikutnya membawa pengunjung ke masa Kesultanan Palembang. Di bagian ini ditampilkan kain tenun songket dan tekstil tradisional lainnya, termasuk songket bermotif Naga Besaung dengan lebar 25 cm dan panjang enam meter. Koleksi seni ukir Palembang juga dipamerkan dalam bentuk perabot dan elemen arsitektur seperti rek pengantin, dipan, kursi, dan pintu berukir. Dua bangunan tradisional, yakni rumah limas dan rumah ulu, ditampilkan di halaman museum sebagai representasi arsitektur adat Sumatera Selatan.[18][19]
Secara keseluruhan, koleksi museum diklasifikasikan dalam sembilan kategori objek, yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, seni rupa, dan teknologi modern.[4]
Fasilitas
Museum Balaputra Dewa memiliki beberapa fasilitas, diantaranya:[20]
- Ruang pameran tetap;
- Ruang pameran temporer;
- Ruang auditorium;
- Perpustakaan;
- Laboratorium;
- Ruang penyimpanan koleksi;
- Ruang preparasi;
- Ruang adminstrasi;
- Ruang audiovisual, dan;
- Tempat parkir kendaraan.
Layanan
Museum Balaputra Dewa menjadi salah satu tujuan wisata di Sumatera Selatan. Untuk mengunjungi museum ini, para pengunjung perlu memperhatikan jadwal berkunjung, yaitu:[21]
Referensi
- ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Sukarami". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. ;
- ^ Rusmiyati, Rusmiyati; Dewi, Murwaningrum; M. Amperawan, Marpaung; Archangela Yudi, Aprianingrum; Putri, Haryanti; Dimas Setyo, Saputro; Mita, Indraswari; Betsi Edith, Christie; Nabila, Khoirunnisa (2018). Adityayoga, Adityayoga (ed.). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Vol. 1. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 128. ISBN 978-979-8250-66-8.
- ^ a b c "Tempat wisata di kota Palembang". Tempat wisata di kota Palembang. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ^ a b "LAPORAN KUNJUNGAN STUDI ILMIAH | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ^ Direktori Museum Indonesia. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayan Kemendikbud. 2012. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Syarifuddin, MP (2003). Mengenal Jenis Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan (PDF). Sumatera Selatan: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Dinas Pendidikan Nasional Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Putra, Juan Fahirza; Fatmah, Fatmah; Yuliarni, Yuliarni (2023-12-30). "PEMANFAATAN MUSEUM NEGERI PROVINSI SUMATERA SELATAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH SEJARAH INDONESIA MASA PRA-AKSARA DAN HINDU BUDHA TAHUN 2022-2023". Danadyaksa Historica (dalam bahasa Indonesia). 3 (2): 129–139. doi:10.32502/jdh.v3i2.7286. ISSN 2807-565X. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ "Rakhmadi Ajak Tim DKPUS Babel ke Museum Balaputra Dewa Sumsel". Dinas Kearsipan & Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-09. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ adminddsumsel. "Adik YAKIN Belajar Sejarah ke Museum Balaputra Dewa". Dompet Dhuafa Sumsel. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ^ "Wayback Machine" (PDF). www.ari.nus.edu.sg. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ^ "Museum Balaputra Dewa: Daya Tarik, Fasilitas hingga Rute Perjalanan". detik.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-05-15. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Koleksi Museum Balaputra Dewa, dari Pra Sriwijaya hingga Kemerdekaan RI". suara.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-16. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Pengelola museum Balaputra Dewa siapkan ruang khusus koleksi hibah". antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-04. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Museum Balaputra Dewa Palembang pamerkan koleksi peninggalan Sriwijaya". antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-06. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Museum Balaputra Dewa Palembang tampung temuan dari Sungai Musi". antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-22. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Kunjungi Museum Balaputra Dewa dan Taman Purbakala, PJ Gub Sumsel Bentuk Tim Pencari Peninggalan Sejarah". wartaekonomi.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-04-28. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Pj Gubernur Agus Fatoni Tinjau Museum Balaputra Dewa dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya". lahatpos.disway.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-04-19. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Museum Balaputra Dewa Palembang tak hanya rumah limas". antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-25. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ "Dibangun 1830, Rumah Limas Palembang Ini Pernah Dikunjungi Ratu Beatrix dari Belanda". tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-04-18. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
- ^ Nugroho, Bagus Rahmat. "Museum Balaputra Dewa: Daya Tarik, Fasilitas hingga Rute Perjalanan". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ^ "Museum Balaputra Dewa Palembang tingkatkan kunjungan edukatif". antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-30. Diakses tanggal 2024-08-18. ;
Lihat pula
Pranala luar
- Museum Balaputra Dewa di Facebook
- Museum Balaputra Dewa di Instagram
- (Indonesia) Youtube Museum Balaputra Dewa
- (Indonesia) Vidio Museum Balaputra Dewa
- (Indonesia) Berita Kemendikbudristek tentang Museum Balaputra Dewa
- (Indonesia) Asosiasi Museum Indonesia : "Museum Balaputra Dewa"
- (Indonesia) Museum.co.id : "Museum Balaputra Dewa"
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.


