Museum Transportasi
Museum Transportasi pada tahun 2014 | |
| Didirikan | 1991 |
|---|---|
| Lokasi | Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, DKI Jakarta[1] |
| Jenis | Museum khusus |
| Situs web | https://tamanmini.com/taman_jelajah_indonesia/museum/museum-transportasi/ |
Museum Transportasi adalah museum khusus yang terletak di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII).[2] Museum ini awalnya hanya akan memamerkan koleksi perkeretaapian. Namun, seiring berkembangnya waktu terdapat pengubahan rencana.[3] Museum ini kemudian menampilkan alat transportasi secara keseluruhan, mulai dari transportasi darat, laut, dan udara.[4]
Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto pada 14 Februari 1984, yang diiringi pembangunan mulai tahun 1985 sebelum diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1991.[2] Museum Transportasi memiliki koleksi yang berada di dalam dan luar ruang. Koleksi dalam ruang berada di ruangan-ruangan yang disebut Modul, yang terbagi dalam Modul Pusat, Darat, Laut, dan Udara.[3]
Pendirian

Mulanya, museum ini akan dijadikan sebagai Museum Kereta Api. Bahkan, rencana tersebut juga diiringi dengan mendatangkan puluhan lokomotif dan gerbong dari Sumatra dan Jawa yang pernah beroperasi pada masa pra dan pasca kemerdekaan. Pada perkembangannya, muncul tuntutan untuk mengadakan perubahan pada jenis koleksinya karena dianggap monoton. Selain itu, kemajuan teknologi dan keinginan untuk memamerkan alat transportasi secara menyeluruh juga menjadi salah satu pertimbangan pengubahan rencana awal.[5]
Perencanaan museum ini sejak tahun 1984, sedangkan pembangunannya membutuhkan waktu sekitar enam tahun hingga hari peresmian.[6] Pada 20 April 1991, Presiden Soeharto meresmikan Museum Transportasi yang menempati areal seluas 6, 25 hektare.[5][7]

Koleksi
Museum Transportasi memiliki koleksi yang berada di dalam dan luar ruang. Pameran dalam ruang berada di beberapa ruangan yang disebut Modul, terdiri atas Modul Pusat, Darat, Laut, dan Udara. Di ruangan-ruangan tersebut koleksi yang ditampilkan berupa benda asli, tiruan, miniatur, foto, dan diorama.[8]
Modul Pusat menampilkan transportasi tradisional darat dan laut yang sering digunakan pada masa lampau dari berbagai daerah di Indonesia. Alat transportasi di sini masih menggunakan tenaga manusia, hewan, atau angin, seperti: cikar, andong, bendi, becak, dan perahu layar.[8]
Modul Darat menampilkan transportasi darat yang mencakup transportasi jalan raya, jalan baja, dan penyeberangan. Alat transportasi di sini sudah mulai menggunakan tenaga mesin awal hingga sekarang, seperti cikar DAMRI yang digunakan sebagai alat angkut logistik militer di wilayah Surabaya dan Mojokerto pada masa kemerdekaan.[8] Sementara itu, di Modul Laut pengunjung dapat menyaksikan transportasi laut yang telah menggunakan mesin, yang mencakup berbagai kapal penumpang, kontainer, dok terapung, dan peralatan penunjangnya.[9]
Di Modul Udara, pengunjung dapat melihat serba-serbi transportasi udara, mulai dari layanan jasa, perkembangannya, hingga teknologi peralatan pada transportasi tersebut. Koleksinya mencakup pesawat terbang, peralatan transportasi udara, dan peralatan bandar udara.[9]
Kunjungan
Museum Transportasi merupakan salah satu museum yang ada di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Museum tersebut dapat dikunjungi pada hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00–16.00 WIB. Tiket masuk museum ini sebesar sepuluh ribu rupiah, selain itu terdapat tiket masuk TMII sebesar 35 ribu rupiah. Pengunjung yang membawa kendaraan juga dikenai tiket masuk kendaraan dengan rentang harga Rp10.000–60.000 dengan menyesuaikan jenis kendaraan.[10]
Referensi
Catatan kaki
- ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. CIPAYUNG". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 29 Mei 2025. ;
- ^ a b "MUSEUM TRANSPORTASI - tmii". 2023-09-07. Diakses tanggal 2025-06-04.
- ^ a b "Ada Kereta Api Luar Biasa di Museum Transportasi". detikTravel. Diakses tanggal 2025-06-04.
- ^ "Menjelajah Museum Transportasi, Museum dengan Koleksi Kendaraan Bersejarah". Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-06-04.
- ^ a b Dimyati 2010, hlm. 153.
- ^ Dimyati 2010, hlm. 153–154.
- ^ Yulianto & dkk. 2013, hlm. 151.
- ^ a b c Yulianto & dkk. 2013, hlm. 152.
- ^ a b Yulianto & dkk. 2013, hlm. 153.
- ^ "Jam Operasional & Tiket". Taman Mini Indonesia Indah. Diakses tanggal 29 Mei 2024.
Daftar pustaka
- Dimyati, Edi (2010). 47 Museum Jakarta: Panduan Sang Petualang. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-5501-0 – via Ipusnas. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Yulianto, Kresno; dkk. (2013). Museum Tematik di Indonesia. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. ISBN 978-602-17669-3-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

