Operasi Wibawa

Operasi Wibawa
Bagian dari Konflik Papua dan Penentuan Pendapat Rakyat
Peta dari Papua Barat
LokasiPapua Barat
PerencanaSarwo Edhie Wibowo
TujuanMemenangkan Penentuan Pendapat Rakyat dan menangkap batalion Lodewijk Mandatjan
Tanggal1–30 November 1968[1]
HasilKeberhasilan Indonesia
Korban634 orang Papua terbunuh

Operation Wibawa merupakan operasi militer dan nonmiliter yang direncanakan oleh Sarwo Edhie Wibowo untuk memenangkan Penentuan Pendapat Rakyat atau yang juga dikenal sebagai (PEPERA) dan juga merebut batalion Lodewijk Mandatjan yang masih menyerang banyak pos terdepan Indonesia di Papua. Operasi tersebut berakhir dengan keberhasilan Indonesia memenangkan PEPERA dan merebut batalion Lodewijk.

Latar belakang

Pada tahun 1966-1967, Brigadir Jenderal R. Bintoro melancarkan operasi besar-besaran yang disebut "Operasi Bharatayudha". Pasukan Indonesia juga didukung oleh bantuan udara dan satu kapal perang dalam operasi ini.[2] Operasi ini berakhir dengan serangan besar-besaran terhadap batalion Lodewijk Mandatjan, yang menyebabkan mereka terpecah menjadi beberapa kompi kecil meski gagal merebut Lodewijk Mandatjan. Selain itu, penduduk Papua mengalami syok dan trauma akibat pembakaran besar-besaran di desa mereka. Banyak terduga anggota OPM yang dieksekusi.[3] [4]

Ketika Sarwo Edhie Wibowo menerima perintah untuk menjadi utusan di Kedutaan Besar di Moskow, ia merasa bahwa karier militernya telah berakhir. Ia sudah mengetahui hal ini ketika ia masih menjabat sebagai komandan selama pembantaian massal Indonesia tahun 1965-1966. Namun setelah Suharto memerintahkannya untuk menjadi komandan Kodam XVII/Cenderawasih pada saat yang sama, ia menjadi bersemangat dan menyanggupi perintah untuk berangkat ke tempat-tempat berbahaya yang memungkinkan ia mungkin gugur. Pada bulan Juni 1968, Sarwo resmi menjadi komandan Kodam XVII/Cenderawasih dan meningkatkan kekuatan mereka untuk mengantisipasi serangan gerilya dari OPM. Pada bulan Februari 1969, Sarwo melancarkan operasi militer dan nonmiliter yang disebut Operasi Wibawa untuk menghancurkan batalion Ferry Awom dan merebut batalion Lodewijk Mandatjan, dengan tujuan utama untuk memenangkan Penentuan Pendapat Rakyat dan menumbuhkan pengaruh pemerintah di Papua.[5]

Operasi

Operasi ini dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama membersihkan aktivitas OPM dan menangkis serangan mereka melalui pos-pos Indonesia dan menyebarkan pasukan ABRI untuk menunjukkan kehadiran pemerintah. Tahap lainnya adalah di Puterpa, tempat kompi-kompi ABRI bersiap untuk melakukan operasi teritorial. Tahap kedua adalah memastikan kompi-kompi ABRI memusnahkan satu per satu OPM. Pada tahap ketiga dan keempat, kompi-kompi tersebut mengkonfirmasi kemenangan mereka di D-Day untuk mengamankan hasilnya.[6][7] Namun gelombang operasi ini tidak berjalan mulus bagi banyak orang Indonesia di lokasi, seperti Erambo (Merauke), Dubu, Enaratoli dan Wahgete. Kehadiran pemerintah mengakibatkan protes massa dan pemberontakan oleh warga sipil.[4]

Referensi

  1. ^ Ngatiyem 2017, hlm. 67.
  2. ^ Djopari 1983, hlm. 141.
  3. ^ Djopari 1983, hlm. 144-145.
  4. ^ a b Amiruddin 2017, hlm. 11.
  5. ^ Martin, Sitompul (2018-08-01). "Aksi Sarwo Edhie Wibowo di Papua". historia.id.
  6. ^ Djopari 1983, hlm. 170-172.
  7. ^ Djopari 1983, hlm. 172-174.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.