PLTS terapung

PLTS Terapung Cirata

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung adalah sistem pembangkit tenaga surya yang dipasang pada permukaan badan air (waduk, danau, atau laut terlindung) dengan panel fotovoltaik dipasang pada rak terapung. Teknologi ini menggabungkan produksi listrik tenaga surya dengan pemanfaatan area air sehingga tidak bersaing dengan lahan produktif.[1]

Sejarah singkat dan perkembangan di Indonesia

Indonesia mulai mempromosikan dan membangun PLTS terapung skala besar beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya transisi energi. Proyek PLTS terapung Cirata (sekitar 145–192 MWp) menjadi salah satu tonggak penting dan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara ketika diresmikan. Proyek serupa kini direncanakan atau sedang dilaksanakan di sejumlah waduk lain seperti Jatigede, Gajah Mungkur, dan Kedung Ombo. Pengembangannya didorong oleh pemerintah, BUMN (PLN dan anak usaha), serta mitra investasi internasional.[2][3][4]

Keunggulan teknis dan ekonomis

Keunggulan PLTS terapung antara lain adalah menghemat lahan karena memanfaatkan permukaan air dan panel mendapatkan pendinginan alami dari air sehingga efisiensi modul bisa lebih baik dibanding pemasangan di darat. Selain itu, PLTS terapung dapat mengurangi penguapan air waduk dan potensi integrasi dengan pembangkit hidro (hybrid PLTA-PLTS) untuk meningkatkan kestabilan pasokan. Di sisi ekonomi, proyek skala besar memerlukan investasi awal tinggi tetapi biaya listrik per kWh mulai kompetitif seiring skala dan pengalaman teknis. Panduan praktik dan studi tekno-ekonomi membantu pemilik proyek menilai kelayakan.[5]

Tantangan dan dampak lingkungan-sosial

Meski memiliki manfaat, PLTS terapung menimbulkan beberapa tantangan, diantaranya adalah keterbatasan infrastruktur transmisi di lokasi waduk terpencil. Selain itu, kebutuhan modal besar dan pengaturan pembiayaan, serta isu lingkungan dan sosial seperti perubahan ekosistem permukaan air, potensi gangguan perikanan lokal, dan kebutuhan konsultasi dengan komunitas terdampak.[6]

Daftar referensi

  1. ^ World Bank Document (2019). Where Sun Meets Water: FLOATING SOLAR HANDBOOK FOR PRACTITIONERS (PDF). Washington DC: World Bank. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Simanjuntak, Kurniawati Hasjanah, Uliyasi (2023-11-09). "Cirata Floating Solar PV Plant Ready to Operate: Important Milestone for Accelerating Solar Energy Development to Decarbonize Electricity in Indonesia". IESR (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-25. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ^ "Tarif Kian Kompetitif, Pemerintah Utilisasi Potensi PLTS Terapung 91,6 GW". ESDM (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  4. ^ "PLN Indonesia plans to build at least 5 solar power stations this year | NEWS". Reccessary (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  5. ^ Rifansyah, Muhammad; Hakam, Dzikri Firmansyah (2024-12-01). "Techno economic study of floating solar photovoltaic project in Indonesia using RETscreen". Cleaner Energy Systems. 9: 100155. doi:10.1016/j.cles.2024.100155. ISSN 2772-7831.
  6. ^ Maqoma, Robby Irfany. "Meredam Risiko Penolakan PLTS Terapung untuk Transisi Energi Berkeadilan". transisienergiberkeadilan.id. Diakses tanggal 2025-09-25.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.