Parasitemia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Parasitemia adalah kondisi parasit yang berada di dalam darah. Penyebabnya adalah infeksi. Spesies parasit yang menginfeksi darah salah satunya Plasmodium falciparum. Diagnosis parasitemia dapat melalui teknik deteksi antigen spesifik atau metode reaksi berantai polimerase. Parasitemia memperparah penyakit malaria. Pertumbuhan parasit pada parasitemia dilakukan dengan memberikan ekspresi faktor nekrosis tumor dan vitamin A.
Mekanisme
Parasitemia terjadi pada proses daur sel darah merah. Penyebabnya adalah infeksi yang menimbulkan skizogoni berulang.[1]
Jenis
Parasitemia asimtomatik
Parasitemia asimtomatik sering terjadi pada penderita kelainan ginjal. Namun, gejala anemia yang dialami penderitanya kurang jelas. Splenomegali dapat mencapai ukuran yang besar. Parasitemia asimtomatik ini merupakan masalah pada proses transfusi darah selama donor darah.[2]
Parasit
Plasmodium falciparum
Plasmodium falciparum merupakan parasit yang dapat menyerang semua sel darah merah dalam berbagai usia.[3]
Diagnosis
Diagnosis parasitemia diberikan kepada kasus infeksi Plasmodium falciparum yang dinyatakan positif. Pemberlakuan hasil diagnosis ini untuk kasus infeksi tunggal maupun infeksi campuran.[4]
Parasitemia dapat dideteksi melalui teknik deteksi antigen spesifik. Namun, derajatnya tidak dapat diketahui secara pasti.[5] Diagnosis parasitemia tingkat rendah pada penderita malaria dapat dilakukan menggunakan metode reaksi berantai polimerase. Metode ini dapat memberikan keterangan mengenai spesies parasit yang menyebabkan infeksi.[6]
Dampak
Parasitemia memperparah penyakit malaria.[7]
Pembasmian
Ekspresi faktor nekrosis tumor
Parasitemia dapat ditekan secara kuat oleh ekspresi faktor nekrosis tumor. Namun, dalam skala in vitro, ekspresi faktor nekrosis tumor tidak dapat menghentikan pertumbuhan parasit. Ekspresi faktor nekrosis tumor hanya memberikan pengaruh penurunan jumlah dan tidak membunuh parasit secara langsung.[8] Parasit yang menghasilkan banyak racun akan membuat ekspresi faktor nekrosis tumor meningkat. Pada kondisi ini, pertumbuhan parasit terhambat. Ekspresi faktor nekrosis tumor memberikan respon yang sangat besar ketika parasitemia mencapai nilai ambang demam. Ini menyebabkan densitas parasit berkurang.[9]
Vitamin A
Parasitemia dapat dikurangi menggunakan vitamin A. Pengurangannya melalui intermediat oksigen reaktif dan intermediat nitrogen monoksida.[10]
Referensi
Catatan kaki
- ^ Setyaningrum 2020, hlm. 17.
- ^ Setyaningrum 2020, hlm. 22.
- ^ Padoli 2016, hlm. 79.
- ^ Sillehu dan Utami 2018, hlm. 40.
- ^ Sumanto, D., dan Wartomo, H. (2016). Parasitologi Kesehatan Masyarakat (PDF). Semarang: Penerbit Yoga Pratama. hlm. 29. ISBN 978-602-70069-0-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Padoli 2016, hlm. 81-82.
- ^ Sillehu dan Utami 2018, hlm. 58.
- ^ Arsin 2012, hlm. 161.
- ^ Arsin 2012, hlm. 162.
- ^ Anggraito, Y. U., dkk. (2018). Metabolit Sekunder dari Tanaman: Aplikasi dan Produksi (PDF). Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang. hlm. 31. ISBN 978-602-5728-05-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Daftar pustaka
- Arsin, Andi Arsunan (2012). Malaria di Indonesia: Tinjauan Aspek Epidemiologi (PDF). Makassar: Masagena Press. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Padoli (2016). Mikrobiologi dan Parasitologi Keperawatan (PDF). Jakarta Selatan: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 2022-09-11. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
- Setyaningrum, Endah (2020). Sutyarso (ed.). Mengenal Malaria dan Vektornya (PDF). Lampung selatan: Pustaka Ali Imron. ISBN 978-602-5857-32-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Sillehu, S., dan Utami, T. N. (2018). Suhita, Byba Melda (ed.). Pengenalan Diagnosis Malaria (PDF). Ponorogo: Forum Ilmiah Kesehatan. ISBN 978-623-7307-69-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.