Peri Sandi

Peri Sandi atau yang lebih dikenal sebagai Peri Sandi Huizche (lahir 15 Februari 1987) adalah seorang penyair, pembaca puisi, pembuat konten, dan dosen teater asal Indonesia yang dikenal karena pembacaan puisinya viral di kanal Youtube. Ia sering tampil di acara sastra nasional dan internasional, serta menjadi juri lomba puisi. Karyanya, yang lahir dari pengalaman pribadi, telah menginspirasi ribuan pendengar melalui rekaman YouTube.[1][2][3]

Biografi

Peri lahir pada 15 Februari 1987 di Sukabumi, Jawa Barat. Pendidikan dasar dan menengahnya dihabiskan di madrasah, di mana ia mulai jatuh cinta pada puisi saat remaja. Pengalaman emosional seperti penolakan cinta mendorongnya menulis puisi rahasia selama dua tahun, yang menjadi titik awal kreativitasnya. Ia tinggal di Banten saat kecil, kemudian pindah ke Solo untuk kuliah, dan kini menetap di Serang, Banten, sambil sering bepergian untuk penampilan puisi.[1]

Peri lulus dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung pada 2005, jurusan seni teater, di mana ia belajar dari mentor yang mendorongnya mengirim karya ke koran seperti Pikiran Rakyat. Ia melanjutkan ke ISI Surakarta untuk S2, dengan puisi viral Mata Luka Sengkon Karta yang membantunya menyelesaikan studi.[3]

Peri memulai karier sebagai penyair dan pembaca puisi, sering tampil di ruang publik seperti kafe dan festival sastra. Puisi pertamanya viral pada 2012 melalui rekaman baca karya WS Rendra, pesan Pencopet kepada Pacarnya di YouTube, yang membuatnya diundang sebagai juri lomba puisi nasional. Pada 2017, rekaman baca Mata Luka Sengkon Karta di Teater Kecil TIM (diunggah oleh Fadli Zon) ditonton lebih dari lima juta kali, meledak ulang pada 2020 terkait peringatan G30S/PKI. Saat ini, ia menjadi dosen di ISI Surakarta. Ia juga memilki kanal Youtube dengan nama "Peri Sandi Huizche" dengan pengikut lebih dari 230 ribu. Dalam kontennya, ia sering memadukan puisi dengan karawitan Jawa untuk efek emosional.[3]

Ia menikah dengan Inaya Fadhilla dan memiliki dua putri, yang menjadi inspirasi karyanya. Ciri fisiknya, kumis tipis, menjadi tanda khas di penampilan publik.

Karya Peri telah menginspirasi gerakan baca puisi di Indonesia, terutama di kalangan muda, meskipun popularitasnya bergantung pada viralitas media sosial. Ia sering diundang ke acara seperti Lomba Baca Puisi Karawang (HUT RI ke-77) untuk memperingati Hari Puisi Sedunia dan 100 tahun Chairil Anwar, mendorong wisata sastra. Meskipun tidak ada kontroversi besar, puisinya menyentuh tema emosional dan sosial, membuatnya menjadi role model pembaca puisi.[1][3]

Pranala luar

Referensi

  1. ^ a b c "Peri Sandi Huizche: Sebut Aku Pembaca Puisi". Poros Kalimantan. Diakses tanggal 15 November 2025.
  2. ^ "EIS [sipadu-04-25]". sipadu.isi-ska.ac.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
  3. ^ a b c d "Cerita Penyair Sukabumi Berpuisi Lantaran Jatuh Hati Ditolak Hingga Karyanya Viral". Kompas Bandung. 12 Agustus 2022. Diakses tanggal 15 November 2025.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.