Piagam Atlantik

Konferensi Atlantik
Nama kode: Riviera
Franklin D. Roosevelt dan Winston Churchill di Konferensi Atlantik
Tuan rumahNewfoundland Newfoundland
Tanggal9–12 Agustus 1941
TempatPangkalan Angkatan Laut Argentia, Teluk Placentia
PesertaAmerika Serikat Franklin D. Roosevelt
Britania Raya Winston Churchill
SebelumnyaKonferensi Antar-Sekutu Pertama
SelanjutnyaDeklarasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa

Piagam Atlantik adalah pernyataan yang dikeluarkan pada 14 Agustus 1941 yang menetapkan tujuan Amerika dan Inggris untuk dunia setelah berakhirnya Perang Dunia II, beberapa bulan sebelum AS secara resmi memasuki perang. Pernyataan bersama tersebut, yang kemudian disebut Piagam Atlantik, menguraikan tujuan Amerika Serikat dan Inggris untuk dunia pascaperang sebagai berikut: tidak ada perluasan wilayah, tidak ada perubahan wilayah yang dilakukan bertentangan dengan keinginan rakyat (penentuan nasib sendiri), pemulihan pemerintahan sendiri bagi mereka yang kehilangan haknya, pengurangan pembatasan perdagangan, kerja sama global untuk menjamin kondisi ekonomi dan sosial yang lebih baik bagi semua, kebebasan dari rasa takut dan kekurangan, kebebasan di laut, penghentian penggunaan kekerasan, dan pelucutan senjata negara-negara agresor. Para pendukung piagam tersebut menandatangani Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1 Januari 1942, yang menjadi dasar bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa modern.

Piagam tersebut menginspirasi beberapa perjanjian dan peristiwa internasional lainnya setelah perang. Pembubaran Kekaisaran Britania, pembentukan NATO, dan Perjanjian Umum Tarif dan Perdagangan semuanya berasal dari Piagam Atlantik. Pada tahun 2021, sebuah dokumen berjudul Piagam Atlantik Baru ditandatangani oleh presiden Amerika Serikat Joe Biden dan perdana menteri Inggris Boris Johnson pada pertemuan pertama mereka di Cornwall.[1]

Dalam Piagam Atlantik terdapat 8 poin penting mengenai:

  1. Tidak ada lagi wilayah yang akan ditaklukkan oleh Amerika Serikat atau Inggris;
  2. Pengaturan sebuah wilayah harus sesuai dengan kehendak masyarakat bersangkutan;
  3. Hak untuk menentukan nasib sendiri;
  4. Pengurangan rintangan perdagangan;
  5. Memajukan kerjasama ekonomi dunia dan peningkatan kesejahteraan sosial;
  6. Kebebasan berkehendak dan bebas dari kekhawatiran;
  7. Menciptakan kebebasan di laut lepas;
  8. Pelucutan senjata di seluruh dunia pasca perang

Pranala luar

Referensi

  1. ^ "Biden, Johnson sign new Atlantic Charter on trade, defense amid Covid recovery". NBC News (dalam bahasa Inggris). 10 June 2021. Diakses tanggal 10 June 2021.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.