Pinem Keliat
Pinem Keliat adalah bagian dari Submarga Perangin-angin Pinem. Pinem Keliat juga sering di sebut Pinem Mbako/Cegah yang berasal dari daerah Ajinembah - Suka (Taneh Gara). Sejarah singkat asal-usul Pinem menurut Tokoh Pinem Tertua adalah seorang anak muda (anak perana erbarung) yang merantau ke Suka Tanah Merah, konon ceritanya anak muda tersebut pandai berkelahi dan bertemu dengan seorang Raja Sibayak Suka yang mengangkatnya menjadi Panglima Perangnya. Pada saat perang terjadi anak muda tersebut mampu mengalahkan musuh dan membawa kemenangan kepada Raja tersebut, sehingga Raja tersebut memberikan hadiah menikahkan (erjabu) anak muda tersebut dengan Putri Sibayak Suka, dan memberikan banyak hadiah lainnya seperti Biji Ropah, Biji Cimen, Biji Gundur, Biji Jambe masing-masing sebanyak 1 cangkir (gantang), juga 1 pasang Kerbau (Kerbo Sada Nioga), Senjata angin (Bedil), tanah (pertapaken) dan rumahnya. Akhirnya anak muda tersebut kaya dan mempunyai keluarga. Karna sifat aslinya adalah suka berkelahi, dia berkelahi dengan masyarakat setempat (anak kuta) yang berburu di ladangnya. Karena dia kalah berkelahi akhirnya dia tersinggung (megelut) dan meninggalkan anak dan istrinya yang sedang mengandung di ladangnya. Nama ladang tadi disebut ladang Keliat.[1]
Silsilah Pinem Keliat menurut Persebarannya

- Pernantin (Pa Ligen/ Br Karo)
- Buluh Naman (Br Pinem/ Surbakti)
- Berastagi (Pa Busan/Mencah/ Br Tarigan-Br Purba)
- Buluh Pancur (Pa Busan)
- Pamah (Pa Ngerbo)
- Ngerbo Pinem/ Tetap Br Sembiring (Sinursur Pinem Juma Gerat)
- Nd Ngayam Br Pinem/ Tarigan (Rakut)
- Nd Nggindar Br Pinem/ Pa Bantenggena Kaban
- Nd Sahun Br Pinem/ T. Sibero (Juhar)
- Juhar (Br Pinem/Tarigan Sibero)
Pinem Jumat Gerat
Pinem Juma Gerat adalah salah satu persebaran Pinem Keliat. Sinursur (keturunan) orangtua pertama (Nenek Moyang) yang menempati Kampung Halaman Juma Gerat adalah Alm Ngerbo Pinem dan Alm Tetap Br. Sembiring. Untuk mengenang jasanya semasa hidup sekaligus menjadi bukti sejarah pendiri (Simantek Kuta) Desa Juma Gerat dibuatlah tempat tulang-belulang Leluhur (Nenek Moyang) ini pada tempat khusus yang bernama Giriten yang ukurannya kira-kira 2,5 meter x 2,5 meter yang dibangun pada tanggal 1 Januari 1975.[2][3]
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.