Pining bawang
| Pining bawang | |
|---|---|
| Pining bawang (Hornstedtia alliacea) dari Gunung Malang, Cikidang, Sukabumi | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Klad: | Commelinidae |
| Ordo: | Zingiberales |
| Famili: | Zingiberaceae |
| Genus: | Hornstedtia |
| Spesies: | H. alliacea
|
| Nama binomial | |
| Hornstedtia alliacea (Teijsm. & Binn.) Valeton (1912)
| |
| Sinonim | |
| |
Pining bawang (Hornstedtia alliacea, sinonim: Hornstedtia conica) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah anggota suku jahe-jahean (Zingiberaceae). Buahnya yang manis agak masam biasa dimakan dalam keadaan segar. Nama lainnya adalah ketimbang ketanim (Lampung), Golobe (Halmahera),[1][2] Gelobak, dan Dum (Moi).
Pengenalan

Terna tahunan yang ramping, tumbuh hingga tinggi 3,5 m, membentuk rumpun yang rapat. Rimpang tertanam dangkal atau mencuat di permukaan tanah. Daun bentuk lanset sempit terbalik, 55–65 × 5–12 cm,[2] gundul di kedua permukaannya, berujung meruncing seperti ekor.[3]
Bunga dalam tandan berbentuk gelendong, lk. panjang 11 cm termasuk tangkainya. Labellum[4] panjang 3 cm, jauh lebih panjang daripada mahkota bunga, tengahnya menebal, dengan ujung membundar bertepi menggelombang.[3] Ketika menjadi buah, tandan kemudian menggembung serupa bawang besar, berdiameter 4–5 cm; buah buni majemuk tertutupi daun pelindung berlapis-lapis, bentuk jorong, 3 × 2 cm. Biji-biji kecil, lk. 2 mm, kehitaman, terlindung salut biji putih keperakan serupa lendir yang asam manis rasanya.[2]
Kegunaan

Buahnya terutama dimakan dalam keadaan segar, disukai karena salut bijinya yang mengandung banyak sari buah yang masam manis rasanya. Buah ini juga bisa dibuat sebagai manisan.[2]
Ekologi dan penyebaran

Hidup liar dan terpencar-pencar di hutan atau kebun talun, terutama pada tanah lembap yang kaya akan humus. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan ujung rimpang yang berakar, meski hanya kadang-kadang saja dibudidayakan.
Menyebar di Indonesia (Jawa, Sumatra), Kalimantan,Pulau Halmahera, Provinsi Maluku dan Semenanjung Malaya, termasuk di wilayah Thailand.
Referensi
- ^ Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 590
- ^ a b c d Jansen, P.C.M., J. Jukema, L.P.A. Oyen & T.G. van Lingen. 1991. Hornstedtia alliacea (Teysm. & Binnend.) Valeton Diarsipkan 2016-07-01 di Wayback Machine. Internet Record from Proseabase. Verheij, E.W.M. and R.E. Coronel (Editors). PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. Diakses pada 27-Jan-2010
- ^ a b Maknoi, C. 2009. A preliminary study of the genus Hornstedtia (Zingiberaceae) in Thailand[pranala nonaktif permanen]. Thai For. Bull. (Bot.) special issue: 138-142.
- ^ bibir, yakni staminodia yang membesar, melebar, dan berwarna-warni
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.