Polikrisis

Polikrisis (dari bahasa Prancis polycrise) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika beberapa krisis berbeda—seperti krisis ekonomi, lingkungan, politik, sosial, atau teknologi—terjadi bersamaan dan saling memengaruhi satu sama lain. Akibatnya, dampak yang muncul jadi lebih parah dibandingkan jika setiap krisis itu terjadi secara terpisah.[1] Istilah ini menekankan bahwa dunia saat ini saling terhubung; masalah di satu bidang, seperti perubahan iklim, pandemi, atau ketidakstabilan keuangan, bisa menimbulkan efek berantai ke bidang lainnya.[2][3]

Walaupun istilah ini sudah digunakan sejak akhir abad ke-20, polikrisis baru dikenal luas pada awal abad ke-21 setelah dibahas oleh sejarawan, ilmuwan politik, dan lembaga seperti Forum Ekonomi Dunia.[4][5] Gagasan ini menunjukkan bahwa di era globalisasi, tekanan lingkungan, dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, sistem dunia menjadi semakin rumit dan rapuh.

Para ahli menjelaskan bahwa polikrisis bukan sekadar beberapa krisis yang kebetulan terjadi bersamaan. Istilah ini menggambarkan hubungan yang saling terkait antara krisis-krisis itu, sehingga tidak bisa dipahami atau diselesaikan secara terpisah. Pemikiran ini banyak digunakan dalam dunia akademik, pembuatan kebijakan, dan media ketika membahas tata kelola global, manajemen risiko, serta keberlanjutan jangka panjang.[6][7]

Namun, ada juga yang mengkritik istilah ini. Menurut mereka, polikrisis hanyalah kata populer yang bisa mengalihkan perhatian dari penyebab nyata berbagai krisis. Istilah ini dianggap bisa membuat masalah tampak terlalu rumit sehingga justru menyulitkan upaya penyelesaian.[8][9] Selain itu, beberapa orang berpendapat bahwa konsep polikrisis dikembangkan oleh kalangan elit ekonomi dunia tanpa mempertimbangkan pengalaman masyarakat di negara-negara Selatan global, yang sudah lama hidup di tengah berbagai krisis yang saling berkaitan.[10]

Referensi

  1. ^ Helleiner, Eric (2024). "Economic Globalization's Polycrisis". International Studies Quarterly. 68 (2) sqae024. doi:10.1093/isq/sqae024.
  2. ^ Albert, Michael J. (2024). Navigating the Polycrisis: Mapping the Futures of Capitalism and the Earth (dalam bahasa Inggris). MIT Press. ISBN 978-0-262-54775-8.
  3. ^ Lawrence, Michael; Homer-Dixon, Thomas; Janzwood, Scott; Rockstöm, Johan; Renn, Ortwin; Donges, Jonathan F. (2024). "Global polycrisis: the causal mechanisms of crisis entanglement". Global Sustainability (dalam bahasa Inggris). 7 e6. Bibcode:2024GlSus...7E...6L. doi:10.1017/sus.2024.1. ISSN 2059-4798.
  4. ^ Tooze, Adam (2022). "Welcome to the world of the polycrisis". www.ft.com.
  5. ^ "Can the word 'polycrisis' help us make sense of the post-COVID world? Historian Adam Tooze has his say". World Economic Forum (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-09-19. Diakses tanggal 2025-10-02.
  6. ^ Homer-Dixon, Thomas (2023-10-18). "Why so much is going wrong at the same time". Vox (dalam bahasa Inggris).
  7. ^ "The case for polycrisis as a keyword of our interconnected times | Aeon Essays". Aeon (dalam bahasa Inggris). 2023.
  8. ^ Drezner, Daniel (2023-01-28). "Are we headed toward a "polycrisis"? The buzzword of the moment, explained". Vox (dalam bahasa Inggris).
  9. ^ Lawrence, Michael Murray (2022-12-11). "'Polycrisis' may be a buzzword, but it could help us tackle the world's woes". The Conversation (dalam bahasa American English).
  10. ^ Ruwanpura, Kanchana N; Cederlöf, Gustav; Ramasar, Vasna (2025). "Decolonising polycrisis: Southern perspectives on interlocking crises". Environment and Planning A: Economy and Space. 57 (6): 697–703. doi:10.1177/0308518X251345308.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.