Prabu Gilingwesi
{{subst:#ifeq:a|b||{{subst:#ifexist:Wikipedia:Usulan penghapusan/{{subst:FULLPAGENAME}}|{{subst:lessthan}}!-- Halaman nominasi penghapusan artikel ini harus sudah ada ketika tag ini ditambahkan. Jika ini dikarenakan artikel tersebut sudah dinominasikan untuk dihapus sebelumnya, dan Anda ingin menominasikannya lagi, ganti "page={{subst:FULLPAGENAME}}" dengan "page={{subst:FULLPAGENAME}} (usulan kedua)" di bawah sebelum melaksanakan nominasi. -->}}}}Templat:Error:not substituted
{{subst:lessthan}}!-- Bila diskusi ini ditutup, tempatkan pada halaman pembicaraan:
| Artikel ini diusulkan untuk dihapus pada tanggal {{subst:#time:j F Y|{{subst:CURRENTTIMESTAMP}} }}. Hasil dari diskusi adalah keep. |
-->
| Prabu Gilingwesi | |
|---|---|
| Raja Sunda ke 6 | |
| Berkuasa | (783-795) |
| Pendahulu | Rakeyan Medang (Raja Sunda ke-5) |
| Penerus | Rakeyan Diwus |
| Pasangan | Dewi Samatha |
| Keturunan | Dewi Arista |
| Wangsa | Syailendra |
| Ayah | Rakeyan Medang (Mertua) |
Prabu Gilingwesi atau Rakeyan Hujung Kulon adalah raja Kerajaan Sunda keenam yang berkuasa pada tahun 783-795 M. Dia berasal dari Kerajaan Galuh, anak dari Raja Galuh, Mansiri dan sekaligus juga cucu dari Manarah (Ciung Wanara). Prabu Giliwengsi menikah putri dari Rakeyan Medang yang bernama Dewi Samatha.
Setelah Rakeyan Medang meninggal pada tahun 783 M, Prabu Gilingwesi naik takhta sebagai raja di Kerajaan Sunda. Hal ini disebabkan Rakeyan Medang hanya memiliki seorang anak perempuan. Prabu Gilingwesi sebenarnya adalah anak pertama dari Raja Sunda, Mansiri dan semestinya Prabu Gilingwesi yang berhak atas takhta Kerajaan Galuh. Namun dia telah dijadikan menantu oleh Rakeyan Medang dan menjadi raja di Kerajaan Sunda, maka takhta Kerajaan Galuh jatuh ke tangan adiknya, Tariwulan atau Prabu Kretayasa Dewakusaleswara.
Prabu Gilingwesi memerintah di Kerajaan Sunda selama dua belas tahun (783-795 M). Seperti Rakeyan Medang, Prabu Gilingwesi tidak memiliki anak laki-laki, Prabu Gilingwesi hanya memiliki seorang anak pertama yang bernama Dewi Arista. Sampai saat dia menikah dengan Rakeyan Diwus (Prabu Pucuk Bumi). Pada tahun 795 M, Prabu Gilingwesi mangkat. Sehingga takhta Kerajaan Sunda selanjutnya diberikan kepada menantunya, Rakeyan Diwus atau yang dikenal dengan Prabu Pucuk Bumi.
Referensi
- Ayatrohaedi. 2005. SUNDAKALA Cuplikan Sejarah Sunda Berdasarkan Naskah-naskah "Panitia Wangsakerta" Cirebon. Bandung: Pustaka Jaya
- Seri Biografi Tokoh - Abhesiva.id https://abhiseva.id/rakeyan-medang-prabu-hulukujang/https://abhiseva.id/rakeyan-hujung-kulon-prabu-gilingwesi/
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Rakeyan Medang |
Raja Sunda ke-6 783–795 |
Diteruskan oleh: Rakeyan Diwus (Prabu Pucuk Bumi) |
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.