Propantelin bromida
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Pro-Banthine, dll |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a684020 |
| Rute pemberian | Oral |
| Kelas obat | Antimuscarinic |
| Kode ATC | |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.000.028 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C23H30NO3 |
| Massa molar | 368,50 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| | |
Propantelin bromida (INN) adalah obat antimuskarinik yang digunakan untuk mengobati keringat berlebih (hiperhidrosis); kram atau spasmofili pada lambung, usus, atau kandung kemih; dan buang air kecil yang tidak disengaja (enuresis). Obat ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan gejala sindrom iritasi usus (IBS) dan kondisi serupa. Obat ini juga dapat digunakan untuk pasien yang mengalami gejala pencernaan yang parah saat mengurangi antidepresan trisiklik.[1]
Indikasi
Dengan merelaksasikan otot usus, propantelin dapat meredakan nyeri pada kondisi yang disebabkan oleh spasmofili otot di usus. Merelaksasikan otot polos di kandung kemih mencegah spasmofili tak sadar yang dapat menyebabkan kebocoran urin dari kandung kemih dalam kondisi yang dikenal sebagai enuresis (kencing tak sadar pada orang dewasa). Propantelin juga dapat digunakan untuk mengatasi keringat berlebih karena blok asetilkolina juga mengurangi sekresi seperti keringat dan air mata.
Efek samping
Efek samping propantelin meliputi takikardia, sembelit, hipersensitivitas terhadap cahaya, mulut kering, dan retensi urin. Obat ini juga dapat diresepkan oleh dokter gigi untuk pasien tertentu yang mengeluarkan air liur berlebihan. Dengan pemberian obat ini, perawatan gigi "kering" menjadi lebih mudah dilakukan.
Mekanisme kerja
Propantelin merupakan salah satu golongan obat antispasmodik yang bekerja dengan cara menghalangi aksi zat kimia pembawa pesan asetilkolina, yang diproduksi oleh sel saraf, terhadap reseptor muskarinik yang terdapat di berbagai jaringan otot polos, di tempat-tempat seperti usus, kandung kemih, dan mata. Biasanya, pengikatan asetilkolina menyebabkan kontraksi otot polos yang tidak disengaja.
Referensi
- ^ Vasavada SP, Appell R, Sand PK, Raz S (2004). Female Urology, Urogynecology, and Voiding Dysfunction. Informa Health Care. ISBN 0-8247-5426-3.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.