Ratu Hijau
| Ratu Hijau Ratu pertama Kerajaan Melayu Patani | |
|---|---|
| راتو هيجاو بنت المرحوم سلطان منصور شه، سباڬاي راج اڬوڠ ڤتاني كانم | |
| Raja Agong Patani Ke-6 | |
| Berkuasa | tahun 1584 - 1616 (32 tahun) |
| Pendahulu | sultan Bahadur Shah |
| Penerus | Ratu Biru |
| Raja Muda | Ratu Biru |
| Bendahara | Bendahara Kayu Kelat |
| Kematian | tahun 1616 Keresik |
| Wangsa | Sri Wangsa |
| Ayah | Sultan Mansur Shah |
| Agama | Islam |
Ratu Hijau atau Raja Hijau (Jawi: راتو هيجاو) (Thai: รายาฮิเยา) adalah seorang ratu Melayu Patani yang bertakhta dari 1584-1616. Ia adalah anak perempuan sulung Sultan Mansur Shah.

Menurut catatan seorang sastrawan Portugis Mendez Pinto, Ratu Hijau naik tahta pada tahun 1584. Ratu Hijau merupakan adik perempuan raja Patani yang telah dibunuh setelah masa pemerintahannya yang berjalan selama dua puluh tahun pemerintahan tidak stabil. Ratu Hijau juga terkenal sebagai 'ratu hebat Patani'. Menurut tulisan Jacob van Neck pada 1604, dia melaporkan sebuah negara yang relatif aman dan kaya di bawah pimpinan Ratu Hijau, "seorang yang pandai berdiplomasi dengan para saudagar". Monarki Melayu di bawah pemerintahannya menyerap pelbagai para pedagang asing ke dalam elit poliglot yang disatukan oleh kerajaan itu, lingua franca bahasa Melayu, dan corak peraturan dan alat kebesaran suci yang diwarisi dari negara-negara sekitarnya seperti Melaka dan Pasai. Kebanyakan para saudagar merupakan saudagar Cina, yang paling terkenal dari mereka, seperti menjabat pegawai dagang utama Datu Sirinara, telah masuk Islam dan mengamalkan etiket mahkamah Melayu. Ratu Hijau digantikan oleh adik perempuannya, Ratu Biru.
Pranala luar
- http://www.guide2womenleaders.com/Womeninpower1570.htm Diarsipkan 2006-12-19 di Wayback Machine.
- http://www.worldstatesmen.org/Thailand.html
- Queens of Pattani Diarsipkan 2008-02-26 di Wayback Machine.
Rujukan
- A. Teeuw & D. K. Wyatt. Hikayat Patani: The Story of Patani. Bibliotheca Indonesica, 5. The Hague: Martinus Nijhoff, 1970.
- Ahmad Fathy al-Fatani. Pengantar Sejarah Patani. Alor Setar: Pustaka Darussalam, 1994.
- Wayne A. Bougas. The Kingdom of Patani: Between Thai and Malay Mandalas. Occasional Paper on the Malay World, no. 12. Selangor: Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia, 1994.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.