Sang Maestro FC
![]() | |||
| Nama lengkap | Sang Maestro Football Club | ||
|---|---|---|---|
| Julukan | Boyo Keren | ||
| Berdiri | 2016 sebagai FC Maestro | ||
| Dibubarkan | 2025 | ||
| Stadion | Lapangan Jala Krida Mandala (Kapasitas: 1.000) | ||
| Pemilik | Junianto | ||
| Pelatih | Khoirul Anam | ||
| |||
Sang Maestro FC adalah sebuah klub sepak bola asal Indonesia yang berbasis di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kini lisensi dibeli oleh Persinab Nabire.
Sejarah
Sang Maestro diakuisisi oleh klub dari Provinsi Papua Tengah, Persinab Nabire, dan memindahkan markasnya dari Kota Surabaya ke Kabupaten Nabire.[1]
Kontroversi
Sorakan mafia bola berkumandang dalam babak 8 besar Grup NN Liga 4 Kapal Api PPSI Jatim, yang mempertemukan Persewangi Banyuwangi versus Sang Maestro FC. Luapan kekecewaan atas kepemimpinan wasit Farid Riesdianto asal Sidoarjo, tersebut kompak terlontar dari seluruh tribun tempat pertandingan, Stadion Diponegoro Banyuwangi.
Kepemimpinan wasit yang terkesan berat sebelah karena lebih tegas dan teliti terhadap skuad Persewangi Banyuwangi dan terlihat longgar serta irit kartu kuning kepada pemain tim Sang Maestro. Hujatan dan lontaran mafia bola pun makin lantang diseluruh tribun Stadion Diponegoro Banyuwangi.[2]
Kontroversi kembali terjadi pada babak nasional Liga 4. Laga Persinga Ngawi kontra Sang Maestro FC di Stadion Kota Barat, Surakarta, menyisakan polemik. Manajemen Persinga resmi melayangkan surat protes ke Ketua PSSI terkait kepemimpinan wasit dan insiden keamanan yang dinilai merugikan tim. Salah satu keputusan yang disorot adalah peluit panjang yang ditiup di menit 90+1 padahal bola masih dalam keadaan play on. Selain itu, pelanggaran di menit ke-26 di area penalti yang tidak diberi hukuman serta keputusan offside di menit ke-31 turut dipermasalahkan.
Tak hanya soal kepemimpinan wasit, Persinga juga mengecam keras tindakan aparat TNI yang masuk ke lapangan usai laga dan melakukan kontak fisik dengan pemain.
Persinga mengajukan dua tuntutan ke PSSI. Pertama, evaluasi terhadap perangkat pertandingan. Kedua, evaluasi terhadap panitia pelaksana dan sistem keamanan.[3]
Referensi
- ^ "Bupati Mesak: Persinab Siap Bersaing di Liga 3". rri.co.id. Diakses tanggal 7 September 2025.
- ^ "Sorakan Mafia Bola Warnai Laga Persewangi Banyuwangi Vs Sang Maestro FC". timesindonesia.co.id.
- ^ Syaeful, Asep. "Persinga Ngawi Surati PSSI, Protes Wasit dan TNI yang Masuk Lapangan Usai Lawan Sang Maestro". Radar Madiun. Diakses tanggal 15 Mei 2025.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
