Sarapala
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Januari 2023) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023) |

Sarapala adalah salahsatu perwujudan makna hidup dan nilai budaya manusia dalam kehidupan.
Pada tahun 2017, kata "Sarapala" dimunculkan kembali oleh Sesepuh Sunda di Jawa Barat, yakni Abah Tapa Umbara. Secara umum, aktivitas Sarapala terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: Manah, Silat dan Ngaji. Fungsi dari kegiatan-kegiatan itu saling berhubungan satu dengan yang lain.
Tata nilai dan Budaya
- Manah
- Silat
- Ngaji

Manah dalam bahasa sunda yang memiliki arti "hati" sebagai pusat kendali yang bertugas untuk mengatur segala fungsi di tubuh, mulai dari gerakan, daya pikir atau kognitif, sensasi, hingga emosi. Jika dalam bentuk kegiatan manah itu berarti melakukan aktivitas memanah atau panahan.
Silat bentuk aktivitasnya adalah Pencak Silat. Silat yang diajarkan sebagai bentuk seni bela diri di dalam Sarapala adalah Silat Sera Buhun. Nilai silat sebagaimana yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari adalah silaturrahmi.
Ngaji berarti kajian; mengkaji diri, alam dan semesta. Membaca, mempelajari tentang diri sebagai manusia yang terlahir dan dilahirkan. Memahami diri yang berkaitan dengan alam sekitar serta luasnya alam semesta.
Kawargian Sarapala

Masyarakat yang beraktivitas dalam kelompok yang mengolaborasikan budaya manah, silat dan ngaji dikenal dengan sebutan Kawargian. Kawargian Sarapala sejak tahun 2017 tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat, seperti Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, Sumedang dan yang lainnya Secara rutin melakukan latihan panah bersama, latihan silat setiap minggu atau bulanan dan melakukan kajian bersama atau ngaji yang biasanya dipimpin oleh Tokoh Budaya, Akademisi dan Profesional. Seperti yang secara berkala dilakukan setiap akhir pekan, Kawargian Sarapala Bogor dan Kawargian Sarapala Bandung.
Istilah dalam Sarapala
- Gondewa
- Jamparing
- Iket Merakligar
- Iket Linggawessi
- Panonoban
- Pangsilaan
- Padumukan
- Istrenan
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.