Sastra Filipina

Sastra Filipina adalah sastra yang berhubungan dengan Filipina, mulai dari masa prakolonial, masa kolonial, hingga saat ini.

Karakteristik

Menurut jurnalis Nena Jimene, bagian paling mendasar dalam sastra Filipina adalah kalimat-kalimatnya yang pendek dan cepat dibaca, namun penuh makna. Sastra-sastra tersebut umumnya memiliki tema seputar keluarga, cinta dogmatis, dan kegigihan manusia.[1] Karakteristik dalam sastra Filipina mencakup banyaknya penggunaan tanda baca koma, kata-kata konjungsi, dan variasi bahasa Inggris Filipina atau Taglish.[2][3][4]

Penulis Ronica Valdeavilla berpendapat bahwa sastra Filipina modern mencerminkan kekayaan cerita rakyat, sejarah sosiopolitik, dan peristiwa kehidupan nyata di negara tersebut. Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Filipina yang turun-temurun merupakan bagian dari sastra Filipina, yang menceritakan bagaimana perjuangan yang dirasakan orang Filipina dan pesan moral berharga yang ditanamkan dalam sastra tersebut.[5] Banyak dari elemen-elemen sastra yang digunakan oleh para penulis Filipina ini berdampak pada sejarah sastra secara keseluruhan.

Sejarah

Masa prakolonial

Sejarawan Filipina, Teodoro Agoncillo, berpendapat bahwa masyarakat Ilokano merupakan etnis yang memiliki sejarah sastra terkaya di Filipina. Ia beranggapan bahwa orang Ilokano denga gaya hidup yang nomaden di dataran tinggi melahirkan banyak cerita petualangan dibandingkan orang Filipina lain yang tinggal di dataran rendah. Bentuk sastra orang Ilokano merupakan puisi epik panjang yang diimprovisasi, diversifikasi, dan terkadang dilakukan secara mendadak, yang disebut sebagai dallot, yang dilantunkan dan dinarasikan layaknya sebuah lagu.[6] Salah satu dallot yang paling terkenal adalah Biag ni Lam-ang.[7] Selain itu, bentuk sastra lain yang ditulis oleh Orang Ilokano prakolonial meliputi nyanyian (kankanta), tarian (salsala), puisi (dandaniw), teka-teki (burburtia), peribahasa (pagsasao), dan ratapan (dung-aw).

Sastra Filipina prakolonial lainnya juga dibuat oleh etnis lain, termasuk Hudhud ni Aliguyon dari Orang Ifugao, Hinilawod dari Orang-orang Panay, Ibalon dari Orang Bikolano, dan Darangen dari Orang Maranao.[8] Pada masa ini pula berbagai mitologi lisan dan cerita rakyat berkembang, yang akhirnya mengarah pada penanamannya dalam budaya Filipina, seperti Ibong Adarna, Bernardo Carpio, Maria Makiling, dan berbagai mitologi penciptaan.[7]

Masa kolonial Spanyol

Noli Me Tángere merupakan sebuah novel yang ditulis oleh José Rizal yang menginspirasi Revolusi Filipina bersama dengan novel lanjutannya, El filibusterismo.

Kolonisasi Spanyol di kepulauan Filipina menyebabkan masuknya tradisi sastra Eropa ke Filipina. Banyak di antaranya sangat dipengaruhi oleh sastra dan bahasa Spanyol bersama dengan sastra yang berkaitan dengan Gereja Katolik.[9] Tradisi-tradisi tersebut melahirkan berbagai jenis sastra berupa puisi, seperti tanaga, ladino, corridos, dan awit; drama religi, seperti moriones, santacruzan, panunuluyan, dan senakulo; serta drama sekuler seperti comedia, duplo, dan karagatan.[10] Berbagai penulis Filipina yang terkenal pada masa ini yaitu Francisco Balagtas, penulis Florante di Laura (1838); dan Huseng Sisiw, penulis Singsing ng Pagibig. Florante di Laura sendiri menjadi sastra utama di berbagai sekolah-sekolah nasional Filipina mengingat novel tersebut memadukan sejarah, romansa, dan agama pada masa itu.[11] Penulis berpengaruh lainnya adalah Leona Florentino, yang dikenal sebagai Ibu Sastra Perempuan Filipina, di mana karyanya melambungkan feminisme ke garis depan revolusi.[12][13]

Fernando María Guerrero merupakan penulis sastra Filipina dalam bahasa Spanyol, yang berperan dalam periode keemasan literatur Spanyol.[14]

Surat kabar harian di Filipina pertama kali diterbikan pada tanggal 1 Desember 1846 dengan nama La Esperanza.[9] Sejak saat itu, berbagai surat kabar mulai beredar di Filipina, seperti La Estrella (1847), Diario de Manila (1848), dan Boletin Oficial de Filipinas (1852). Surat kabar khusus provinsi pertama adalah El Eco de Vigan (1884), yang diterbitkan di Ilocos. Di Kota Cebu, El Boletín de Cebú mulai diterbitkan pada tahun 1890. Salah satu surat kabar Filipina berbahasa Spanyol yang paling terkenal adalah El Renacimiento (1901), yang dicetak di Manila oleh anggota keluarga Guerrero de Ermita hingga tahun 1940-an.[15]

Revolusi Filipina telah membawa gelombang besar karya sastra nasionalis. Sebagian besar penulis pada masa itu adalah intelektual yang tergabung dalam Gerakan Propaganda dan revolusioner yang menginginkan representasi rakyat Filipina atau kemerdekaan penuh dari kekuasaan Spanyol. Sastra pada masa ini mencakup karya-karya Ilustrado seperti Pedro Alejandro Paterno, yang menulis novel pertama yang ditulis oleh orang Filipina, Nínay (1885);[16] Graciano López Jaena, yang menerbitkan surat kabar pro-Filipina La Solidaridad (1889), dengan Marcelo H. del Pilar sebagai penerusnya;[17] dan José Rizal, yang menulis dua novel terkenal dalam bahasa Spanyol, Noli Me Tángere (1887) dan El Filibusterismo (1891).[18]

Masa kolonial Amerika Serikat

Kolonisasi Amerika Serikat di Filipina membuka jalan bagi gaya dan genre sastra yang lebih baru. Pada masa ini, Filipina menyaksikan populernya "sajak bebas" di Filipina, yang memungkinkan munculnya ragam sastra yang lebih fleksibel dari pada dengan masa kolonial Spanyol.[10][2]

Bahasa Inggris, yang menjadi salah satu bahasa umum digunakan di Filipina saat ini, juga berperan dalam kepenulisan sastra. Novel berbahasa Inggris pertama yang ditulis oleh seorang Filipina adalah The Child of Sorrow (1921) karya Zoilo Galang.[19] Sastra-sastra awal dalam bahasa Inggris dicirikan oleh tema melodrama dan penekanan yang jelas pada karakteristik lokal. Cerita pendek juga mendapatkan popularitas selama masa ini, di mana berbagai serial dan cerita pendek diterbitkan secara independen atau melalui surat kabar. Kumpulan cerita pendek yang paling terkenal adalah antologinya How My Brother Leon Brought Home a Wife and Other Short Stories karya Manuel Arguilla pada tahun 1940, yang memenangkan Kontes Sastra Persemakmuran.

Pada masa ini juga melihat meningkatnya minat terhadap mitologi dan cerita rakyat Filipina, dengan diterbitkannya berbagai karya sastra yang membahasnya. Salah satu aspek mitologi yang sering digunakan dalam sastra adalah mengenai tokoh rakyat Juan Tamad, yang muncul sekitar tahun 1919.[20] Minat puisi di Filipina juga meningkat, dengan penyair seperti Jose Garcia Villa memberikan pengaruh dalam dunia penyairan dengan memperkenalkan gaya puisi koma dan "skema rima konsonan terbalik".[3]

Masa pascaperang

Pada masa sekitar kemerdekaan Filipina dari Amerika Serikat, tema sentral yang ditemukan pada sastra negara tersebut adalah patriotisme. Patriotisme masa ini tidak hanya diwujudkan pada sastra kisah-kisah mitologi dan sejarah Filipina, tetapi juga sastra yang membawakan kisah kehidupan sederhana rakyat Filipina.[21] Kisah-kisah tersebut umumnya berlatar di pedesaan, dan menggambarkan kegiatan sehari-hari orang Filipina seperti pergi ke gereja, bertani, berpacaran, dan sabung ayam. Contoh paling terkenalnya adalah cerpen My Brother's Peculiar Chicken karya Alejandro Roces.[21] Penulis-penulis terkemuka lainnya pada pertengahan abad ke-20 adalah Carlos Bulosan, Nick Joaquin, Bienvenido Santos, dan Rolando S. Rinio.[22][23] Carlos Bulosan, khususnya, menerbitkan novel America Is In The Heart (1946), yang mengisahkan kehidupan imigran Asia di Amerika.[24]

Pada masa Darurat Militer Presiden Marcos, sastra politik dan protes menjadi sangat populer. Fokus sastra pada saat itu beralih ke kritik dan sindiran terhadap kehidupan di Filipina, jauh berbeda dari sastra patriotisme sebelumnya. Lualhati Bautista adalah salah satu penulis pertama yang memasukkan unsur aktivisme ke dalam tulisannya, menciptakan cerita-cerita dengan komentar sosial yang kental, terutama feminisme dan ketidakadilan, seperti Dekada '70 (1983) dan Bata, Bata... Pa'no Ka Ginawa? (1988).[25] Karya-karyanya telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan diadaptasi menjadi film-film pemenang penghargaan.[26][27] F. Sionil Jose juga merupakan penulis serupa yang mengangkat ketidakadilan sosial dan elitisme dalam Rosales Saga (1973-1984).[28] Karya-karya lainnya pada masa ini termasuk Mga Ibong Mandaragit (1969) karya Amado V. Hernandez dan Conjugal Dictatorship (1976) karya Primitivo Mijares.[29]

Setelah tumbangnya kediktatoran Marcos dalam Revolusi EDSA, sastra Filipina mengalami transformasi seiring dengan perubahan sosial dan teknologi yang pesat. Beberapa karya fiksi ternama dari masa ini dipengaruhi oleh realisme magis, termasuk di antarnya adalah karya César Ruiz Aquino, Alfred Yuson, dan penyair-fiksi Mario Gamalinda.[30]

Awal abad ke-21

Munculnya percetakan massal dan teknologi digital menyebabkan aksesibilitas yang lebih baik bagi para penulis Filipina yang ingin menerbitkan karya mereka. Internet telah menjadi alat revolusioner bagi para penulis Filipina, terutama untuk menjangkau pembaca di luar Filipina. Penerbit seperti PSICOM berkembang pesat, begitu pula dengan meningkatnya popularitas penerbitan mandiri dan situs fiksi web seperti Wattpad; banyak di antara sastra pada masa ini merupakan novel romantis dan komedi romantis, di mana beberapa di antaranya diadaptasi menjadi film-film laris.[31][32] Karya-karya tersebut mencakup ABNKKBSNPLAko?! karya Bob Ong. (2001), Bakit Hindi Ka Crush ng Crush Mo? karya Ramon Bautista (2012), dan novel web Diary ng Pangit karya Danny R. (2013).[33][34][35]

Sekitar masa ini, beberapa orang Filipina mulai merambah tren sastra terkini, yang umumnya mengangkat isu-isu modern tentang keberagaman dan kesehatan mental, sekaligus memperkenalkan budaya dan bahasa Filipina kepada pembaca internasional. Dua penulis Filipina internasional terpopuler di awal abad ke-21 antara lain Rin Chupeco, yang terkenal karena menerbitkan fiksi remaja, yang sebagian besar terinspirasi oleh mitologi Filipina seperti Maria Makiling dan Mangkukulam;[36] dan Louis Bulaong, tokoh penting dalam genre fiksi budaya populer, dan salah satu yang mempopulerkan penggunaan istilah Filipina seperti "kilig" dalam cerita-ceritanya.[37][38]

Abad ke-21 juga menyaksikan peningkatan popularitas banyak penulis Filipina. Salah satu yang paling terkenal adalah Ivy Alvarez, seorang Filipina-Australia yang mendapatkan pujian atas kumpulan puisinya yang berjudul Disturbance (2013), yang bertemakan kekerasan dalam rumah tangga.[1] Penulis lainnya adalah Yvette Fernandez, seorang penulis buku anak-anak dari Summit Media yang buku-bukunya membahas sejarah dan moralitas. Patricia Evangelista, penulis dan jurnalis untuk Rappler dan Esquire, menulis buku Some People Need Killing (2023) yang menjadi salah satu catatan utama tentang Perang Narkoba Filipina.[39] Penulis Filipina kontemporer lainnya termasuk Marites Vitug dan Merlie M. Alunan.[40][41]

Seniman Nasional bidang Sastra

Nick Joaquin merupakan sastrawan yang mendapat Penghargaan Seniman Nasional Filipina bidang Sastra.

Semenjak tahun 1973, pemerintah Filipina memberikan Penghargaan Seniman Nasional Filipina kepada warga Filipina yang "berkontribusi luar biasa bagi seni Filipina", khususnya pada para sastrawan, yang masuk ke dalam penghargaan bidang sastra. Daftar penerima penghargaan tersebut antar lain:[42][43]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b Jimenez, Nena. "5 Best Modern Filipino Writers". Pinas. September 5, 2020
  2. ^ a b Ortega, Cristine F.G. "The Literary Forms in Philippine Literature". National Center for Communications and Arts.
  3. ^ a b Pinoy Lit. "Jose Garcia Villa". Diakses tanggal February 25, 2008.
  4. ^ "Escapist Dream by Louis Bulaong (A Retrospective)". Diarsipkan dari asli tanggal October 29, 2020. Diakses tanggal August 9, 2020.
  5. ^ Valdeavilla, Ronica. "The 16 Best Books in Philippine Literature". The Culture Trip. June 10, 2025
  6. ^ History of the Filipino people by Teodoro_Agoncillo
  7. ^ a b Manuel, E. Arsenio (1963). "A Survey of Philippine Folk Epics" (PDF). Asian Folklore Studies. 22: 1–76. doi:10.2307/1177562. JSTOR 1177562.
  8. ^ Hawley, John Charles; Nelson, Emmanuel (2001). Encyclopedia of Postcolonial Studies. Westport, CT: Greenwood Publishing Group. hlm. 177. ISBN 0313311927.
  9. ^ a b Frank R. Blake American Anthropologist, New Series, Vol. 13, No. 3 (Jul. - Sep. 1911), pp. 449-457 JSTOR
  10. ^ a b The Literary Forms in Philippine Literature
  11. ^ "K to 12 Gabay Pangkurikulum; FILIPINO; (Baitang 1 - 10)" (PDF). Department of Education (dalam bahasa Filipino). May 2016. hlm. 159. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal February 14, 2019. Diakses tanggal September 7, 2023.
  12. ^ Blanton, S. (2016). A Threshold of Flowers: Public and Private Eroticism in the Poems of Leona Florentino. University of North Carolina.
  13. ^ Mabanglo, R. E. (2020). Leona Florentino: Mother of Filipina poetry. Philippine Graphic.
  14. ^ Fernando Ma. Guerrero (1873-1929), Filipinos in History, Vol. 1, pp. 218-221, National Historical Institute and Comcentrum.ph, 1989, retrieved on: June 13, 2003
  15. ^ Gregorio, Ferdinan S. (September 4, 2012). "In Defense of Freedom: Philippine Press Through the Ages". National Historical Commission of the Philippines. Diakses tanggal June 7, 2020.
  16. ^ Matibag, Eugenio. "THE SPIRIT OF NÍNAY: Pedro Paterno and the First Philippine Novel". Diakses tanggal June 1, 2011.(Abstract)
  17. ^ "José Rizal and the Propaganda Movement". Diakses tanggal November 4, 2011.
  18. ^ "The life and works of Jose Rizal". www.joserizal.com. Diakses tanggal September 3, 2013.
  19. ^ Elmer A. Ordoñez's Book Review, The Sunday Times/The Manila Times, March 14, 2004
  20. ^ Anonymous (May 24, 2017). Búhay na Pinagdaanan ni Juan Tamad na Anac ni Fabio at ni Sofia: Sa Caharian nang Portugal na Hinango sa Novela (dalam bahasa Tagalog). CHIZINE PUBN. ISBN 978-1-374-87756-6.
  21. ^ a b Panitikan.com Diarsipkan August 9, 2007, di Wayback Machine.
  22. ^ Escabel, Gabrielle. "Representative Texts and Authors From Each Region in The Philippines". Scribd. Diakses tanggal September 23, 2023.
  23. ^ Adame, Lyn (2021). "A Survey of Authors". University of Southern Mindanao.
  24. ^ "America Is in the Heart: A Personal History" by Carlos Bulosan (Introduction by Carey McWilliams) Diarsipkan August 23, 2010, di Wayback Machine., University of Washington Press, washington.edu
  25. ^ Ong, Aihwa; Peletz, Michael G. (1995). Bewitching women, pious men : gender and body politics in Southeast Asia. Berkeley, Calif.: University of California Press. hlm. 217. ISBN 0520088611. Diakses tanggal October 8, 2016.
  26. ^ "Firefly: Writings by Various Authors (Lualhati Bautista Translated into Finnish and English), Edited and Translated by Riitta Vartti, et al. Our Own Voice June 2001 (OOV Bookshelf 2001), date retrieved: 27 May 2007". Diarsipkan dari asli tanggal February 16, 2008. Diakses tanggal January 14, 2006.
  27. ^ Lim, Ron (January 31, 2022). "Penguin Classics wants to publish Lualhati Bautista's 'Dekada '70'". GMA Lifestyle. Diakses tanggal February 12, 2023.
  28. ^ Jose, F. Sionil (July 30, 2003). "Sense of the City: Manila". BBC News. Diakses tanggal June 14, 2007.
  29. ^ Pineda, DLS (February 22, 2014). "So you think you love Marcos?". The Philippine Star. Diakses tanggal October 4, 2015.
  30. ^ Macansantos, Francis C.; Macansantos, Priscilla S. "Philippine Literature in the Post-War and Contemporary Period". National Commission for Culture and the Arts (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-12-21.
  31. ^ De Vera, Ruel S. (February 2, 2014). "The (Funny) Book of Love". Philippine Daily Inquirer (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal July 18, 2025.
  32. ^ List of Well-Known Filipino Wattpad Authors
  33. ^ Jimenez, Florianne (August 26, 2013). "Ramon Bautista's brutal, honest love advice". Rappler (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal November 2, 2018.
  34. ^ "Panget's beautiful story". October 6, 2013. Diakses tanggal December 11, 2013.
  35. ^ "How the 'mysterious' Bob Ong got his penname". The Philippine Star. January 10, 2016. Diakses tanggal January 11, 2016.
  36. ^ northernplunder (October 5, 2018). "Spooky Q+A: Rin Chupeco". Northern Plunder (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 30, 2019.
  37. ^ Hannigan, Carl. "Otaku Girl (Book Review): Where Memes and Literature Mix". Voice Media Group. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-08-28. Diakses tanggal 2021-07-04.
  38. ^ Panandigan, Carl Francis (October 25, 2023). "The Current State of Waray-Waray Literature in the Early 21st Century". Leyte Normal University. Diakses tanggal December 12, 2023. p.4
  39. ^ Remnick, David (2023-10-17). "A Journalist Exposes the Philippines' Extralegal Killings". The New Yorker (dalam bahasa American English). ISSN 0028-792X. Diakses tanggal 2023-10-19.
  40. ^ "Bio of Marites Danguilan Vitug" (PDF). SOPA. The Society of Publishers in Asia. 2010. Diakses tanggal 3 September 2019.
  41. ^ "Merlie M. Alunan". Panitikan.com.ph. 8 October 2019. Diakses tanggal 9 December 2020.
  42. ^ "List of National Artists of the Philippines". Official Gazette of the Republic of the Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal April 3, 2023. Diakses tanggal December 23, 2023.
  43. ^ "Order of National Artists". National Commission for Culture and the Arts. Diarsipkan dari asli tanggal May 9, 2023. Diakses tanggal December 23, 2023.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.