Serudukan

Serudukan adalah jenis tabrakan yang terjadi ketika kendaraan yang bergerak maju menabrak bagian belakang kendaraan lain (seringkali dalam keadaan diam) di depannya. Demikian pula, tabrakan kereta api dari belakang terjadi ketika sebuah kereta api menabrak bagian belakang kereta api di mukanya pada petak jalur yang sama.[1] Faktor-faktornya meliputi kurangnya perhatian, mengekor kendaraan lain, mengerem mendadak, dan berkurangnya traksi karena jalan licin atau terkikis.
Menurut Badan Keselamatan Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA), serudukan menyumbang 7,5% dari kecelakaan mobil yang fatal. Namun, serudukan menyumbang 29% dari semua kecelakaan mobil, menjadikannya salah satu jenis kecelakaan mobil yang paling sering terjadi di Amerika Serikat.[2]
Menurut NHTSA pada tahun 2020, dari 419.400 orang yang terlibat dalam serudukan, kurang dari 1% meninggal dan lebih dari 99% mengalami luka-luka.[3]
Ikhtisar
Alasan umum yang menyebabkan serudukan adalah pengereman mendadak oleh mobil yang paling depan (misalnya, untuk menghindari seseorang yang menyeberang jalan) sehingga pengemudi di belakangnya tidak sempat mengerem dan bertabrakan dengannya. Kadangkala, mobil di belakang mungkin berjalan cepat daripada mobil di depannya (misalnya, saat melewati persimpangan), yang mengakibatkan tabrakan.
Secara umum, jika dua kendaraan memiliki struktur fisik yang sama, tabrakan dengan mobil lain serupa dengan menabrak benda diam (seperti tembok) dengan kelajuan setengahnya. Misalnya, menyeruduk mobil lain yang diam saat bergerak dengan kelajuan 50 km/h (31 mph) setara dengan menabrak tembok dengan kelajuan 25 km/h (16 mph). Hal yang sama berlaku untuk kendaraan yang ditabrak. Namun, jika salah satu kendaraan jauh lebih keras (misalnya mobil kecil menyeruduk truk besar), maka perlambatan akan mendekati kelajuan penuh untuk kendaraan yang kurang keras.
Konsekuensi medis umum dari serudukan kendaraan, bahkan dalam tabrakan dengan kecepatan sedang, adalah cedera leher. Dalam kasus yang lebih parah, cedera permanen seperti herniasi dapat terjadi. Penumpang paling belakang di mobil serba guna, yang berada sangat dekat dengan zona benturan, lebih mungkin terluka atau meninggal.[4]
Terkait dengan asuransi dan penegakan hukum, pengemudi mobil yang menyeruduk mobil lain hampir selalu dianggap bersalah karena membuntuti kendaraan lain, atau kurang perhatian. Kecuali, jika kendaraan yang diseruduk sedang dalam gigi mundur. Jika pengemudi mobil yang diseruduk mengajukan klaim terhadap pengemudi yang menyeruduknya, pengemudi kedua dapat bertanggung jawab atas semua kerusakan pada mobil pengemudi lain. Menurut data dari NHTSA, persentase kecelakaan tabrakan dari belakang dalam semua kecelakaan adalah 23–30%.[5]
Ford Pinto menjadi perhatian publik ketika muncul dugaan bahwa kecacatan dalam rancang bangunnya dapat menyebabkan kebakaran akibat kebocoran tangki yang diakibatkan oleh serudukan.[6]
Perkembangan modern dalam pengembangan sistem keselamatan otomatis diklaim telah mengurangi jumlah serudukan.[7][8][5]
Lihat pula

Referensi
- ^ "Rear-end". Dictionary.com. Diakses tanggal November 22, 2016.
- ^ National Highway Traffic Safety Administration (2021). "Traffic Safety Facts 2021". NHTSA CrashStats. hlm. 67. Diakses tanggal 24 July 2024.
- ^ "Determining Fault After a Rear-End Car Accident". Vaughan & Vaughan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-11.
- ^ "7 delayed injury symptoms after a car crash - KTAR.com". Ktar.com. 31 August 2015. Diakses tanggal November 22, 2016.
- ^ a b "Auto Crashes". Iii.org. Diakses tanggal November 22, 2016.
- ^ Schwartz, Gary T. (1990). "The Myth of the Ford Pinto Case" (PDF). Rutgers Law Review. 43: 1013–1068.
- ^ "Safety Advocates Frustrated that Accident-Prevention Technologies Remain Optional". Insurancejournal.com. 15 November 2016. Diakses tanggal November 22, 2016.
- ^ "Watch A Tesla Model S Avoid A Crash Using Its Refined Safety Features". Carbuzz.com. 8 September 2016. Diakses tanggal November 22, 2016.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.