Sonic Bloom


Sonic bloom adalah teknologi yang menggabungkan gelombang suara frekuensi tinggi dan nutrisi organik, yang ditujukan untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik guna meningkatkan produktivitasnya.[1]

Pengertian

Sonic bloom adalah teknologi yang menggabungkan gelombang suara frekuensi tinggi dari makhluk hidup, alam atau musik, dan nutrisi organik, yang bertujuan untuk membuat tanaman tumbuh lebih optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Keuntungan utama metode ini adalah menerapkan hibrida pemantauan IoT yang inovatif dengan sistem pertumbuhan audio untuk meningkatkan pertumbuhan perkebunan dan memaksimalkan hasil panen. Pekerjaan ini didukung oleh studi literatur tentang pertumbuhan audio (sonic bloom) dalam teknologi IoT. Untuk memvalidasi temuan kami, empat parameter diukur melalui sensor yang berbeda seperti sensor cahaya, suhu, kelembaban, dan kelembaban tanah. Ditemukan bahwa metode yang diusulkan dapat mencapai hasil yang signifikan terhadap perbandingan dalam hal tinggi tanaman dan tunas baru untuk panen.[2]

Gelombang suara, yang seringkali berkisar antara 3–5 kHz, digunakan untuk merangsang pembukaan stomata (pori-pori) tanaman, yang meningkatkan penyerapan karbon dioksida dan nutrisi. Dengan menerapkan frekuensi suara ini bersama nutrisi organik, metode ini bertujuan untuk memaksimalkan produktivitas, pertumbuhan, dan hasil panen tanaman[3].

Pengaruh pada tanaman

metode eksperimen dengan dua perlakuan meliputi pemaparan gelombang akuistik sebesar frekuensi (2000 Hz dan 3000 Hz) dan lama pemaparan (1 jam/hari, 2 jam/hari dan 3 jam/hari). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian frekuensi gelombang akuistik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun dan berat panen tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Pemberian frekuansi gelombang akuistik sebesar 3000 Hz sangat berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tanaman jika dilakukan pemaparan selama 1 jam. Teknologi sonic bloom ini diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanamannya. Teknologi ini dapat diterapkan pada vertical farming sehingga produktivitas menjadi sangat optimal.[1]

Ada juga penelitian menggunakan benih selada merah dari PT. Infarm. Dengan menggunakan 4 variasi eksperimen yakni: tanpa paparan musik, paparan musik klasik, paparan musik pop, dan paparan musik rock dengan pemberian paparan selama 1 jam pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paparan teknologi sonic bloom mampu memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan berat basah tanaman, kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin c. Variasi musik rock dengan frekuensi berkisar 5383 Hz menunjukkan peningkatan berat basah dan kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin c terbaik. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa jenis musik yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan serat kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin c adalah musik rock dengan rentang frekuensi 5383 Hz.[4]

Tidak hanya itu terdapat juga eksperimen frekuensi gelombang suara yang terdiri dari empat taraf (tidak ada frekuensi yang dikenakan, frekuensi 2, 4 dan 6 kHz. Sub-petak adalah tiga kadar air tanah (50, 75, dan 100% kapasitas lapang). Kami menemukan bahwa interaksi frekuensi dan kadar air tanah memengaruhi lebar stomata pada umur 30, 40 dan 50 hari setelah tanam (hst), efisiensi penyerapan nitrogen, penyerapan fosfor dan penyerapan kalium dan kadar protein benih. Lebar bukaan stomata pada frekuensi 4 kHz pada kelembaban tanah 100% FC menunjukkan nilai tertinggi dan tidak berbeda nyata dengan kelembaban tanah 75% FC. Ada korelasi positif antara paparan tanaman dengan frekuensi 4 kHz dengan pembukaan stomata, penyerapan hara dan peningkatan hasil tanaman kedelai. Penggunaan teknologi sonic bloom dengan paparan tanaman pada frekuensi 4 kHz dapat meningkatkan toleransi kekeringan hingga kadar air tanah 75%. Hasil benih kedelai meningkat sebesar 40,89% dan kadar protein benih meningkat sebesar 10,3%.[5]

Referensi

  1. ^ a b Fahmy, Khandra (2021-09-01). "PEMANFAATAN TEKNOLOGI SONIC BLOOM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN SAWI". Fateta. Vol 25 No 2. (2021): 1–5. doi:10.25077. ;
  2. ^ Galina, Mia; Safitri, Cutifa; Bukhori, Iksan; Silitonga, Arthur; Suhartomo, Antonius (2022-02-26). "An An implementation of smart agriculture for optimizing growth using sonic bloom and IoT integrated". JURNAL INFOTEL (dalam bahasa Inggris). 14 (1): 65–74. doi:10.20895/infotel.v14i1.725. ISSN 2460-0997.
  3. ^ Najihah, Fatihatun (2023). "Pengaruh paparan teknolog sonic bloom terhadap pertumbuhan, kandungan flavonoid, dan vitamin c tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa)". Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
  4. ^ Najihah, Fatihatun (2024-01-03). "Pengaruh paparan teknolog sonic bloom terhadap pertumbuhan, kandungan flavonoid, dan vitamin c tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa)". Etheses UIN malang: 1–5.
  5. ^ Pujiwati, Istirochah; Guritno, Bambang; Aini, Nurul; Sakti, Setyawan P. (2018-12-28). "Examining Use of Sonic Bloom Technology on the Stomata Opening of Drought-Stressed Soybean". Biosciences Biotechnology Research Asia. 15 (4): 861–869. doi:10.13005/bbra/2695.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.