Striktur uretra

Striktur Uretra

Striktur uretra adalah penyempitan uretra yang disebabkan oleh jaringan parut, yang dapat menyebabkan disfungsi obstruktif saluran kemih dan berdampak serius pada saluran kemih.[1] Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita karena panjang uretra berbeda. Panjang uretra pria dewasa adalah 23 sampai 25 cm, sedangkan panjang uretra wanita kurang lebih 3 sampai 5 cm.[2]

Gejala

Gejala utama striktur uretra adalah retensi urin dan iritasi yang berhubungan dengan lamanya waktu berkemih dan tidak tuntasnya berkemih, disertai peningkatan frekuensi berkemih dan urgensi buang air kecil.[1] Gejala penyakit ini mirip dengan kondisi retensi urin obstruktif lainnya. Diawali dengan kesulitan buang air kecil, atau pasien harus menekan untuk mulai buang air kecil, tetapi urin yang keluar hanya sedikit.

Penanganan

Jenis penanganan yang digunakan untuk menyembuhkan striktur uretra meliputi dilatasi uretra, uretrotomi internal, pemasangan stent uretra, uretroplasti, dan berbagai terapi rekonstruksi.[3] Berikut Langkah-langkah pengobatan yang dapat mengatasi striktur uretra, antara lain:

  • Pemasangan kateter permanen. Kondisi ini hanya bisa dilakukan pada kasus striktur uretra yang sudah parah.
  • Pelebaran uretra, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan kabel kecil ke dalam uretra, hingga kandung kemih.
  • Pembelokan aliran urine, yaitu prosedur yang dilakukan dengan membuat lubang pada perut dengan melibatkan usus untuk menghubungkan uretra ke lubang di perut. Prosedur ini hanya bisa dilakukan jika kandung kemih sudah rusak dan perlu diangkat

Pencegahan

Salah satu penyebab striktur uretra adalah infeksi menular seksual. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual yang aman sebagai tindakan pencegahan terhadap striktur uretra.[4]

Referensi

  1. ^ a b "STRIKTUR URETHRA".
  2. ^ "DIAGNOSIS DAN PENANGANAN STRIKTUR URETRA".
  3. ^ "Urologist Singapore | Urohealth Medical Clinic". 2023-08-03. Diakses tanggal 2024-03-31.
  4. ^ "Striktur uretra". Alodokter. 2016-07-19. Diakses tanggal 2024-03-31.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.