Suku Duri

Suku Duri
To Duri
Jumlah populasi
238.084 (2010)[1]
Bahasa
Bahasa asli
Duri
Sebagai bahasa kedua
Indonesia
Agama
Mayoritas
Islam
Tradisional
Aluk To Jolo'
Kelompok etnik terkait
Enrekang, Maiwa, Toraja, Bugis, Mandar, dan Makassar

Suku Duri adalah salah satu suku bangsa yang mendiami Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Permukiman suku Duri ini berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja. Permukiman orang Duri meliputi Kecamatan Anggeraja, Masalle, Alla, Baroko, Curio, Malua, Baraka dan Buntu Batu. Permukiman suku Duri ini berbatasan dengan Tana Toraja.[2] Duri adalah etnis yang terbesar di Kabupaten Enrekang, diikuti etnis Enrekang dan Maiwa.

Agama

Islam menjadi agama bagi sebagian besar orang suku Duri. Aluk To Jolo’ menjadi agama kepercayaan tradisional mereka sebelum Islam masuk ke suku Duri. Agama kepercayaan tradisional ini mirip dengan agama kepercayaan tradisional suku Toraja. Meskipun Islam telah mendarah daging bagi orang suku Duri, tetapi sebagian kecil orang Duri masih ada yang mempertahankan agama kepercayaan tradisional. Misalnya di Baraka, pengikut agama kepercayaan Aluk To Jolo’ ini mengadakan pertemuan secara teratur 1-2 kali dalam sebulan. Masyarakat suku Duri juga tetap mempertahankan dan memelihara adat-istiadat sesuai dengan ajaran nenek moyang mereka.[2]

Pekerjaan

Petani menjadi mata pencarian sebagaian besar masyarakat suku Duri. Beberapa di antara mereka menanam tanaman keras dan memelihara hewan ternak. Sebagian kecil lagi membuat barang kerajinan.[2]

Adapun tanaman pertanian suku Duri, terdiri dari padi, jagung, ubi, cabai, dan bawang merah. Selain itu, ada pula yang memproduksi keju yang diolah secara tradisional yang dikenal dengan nama dangke. Keju tersebut diolah dari susu sapi dan kerbau ditambah sari buah atau daun pepaya.[2]

Rencana Pembentukan Kabupaten Tanah Duri

Beberapa waktu lalu sempat bergulir wacana Pembentukan Kabupaten Tanah Duri. Hal itu dilakukan agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat Duri atau Toduri. Begitu pula dengan pemerataan pembangunan yang sampai saat ini terus diupayakan tetapi kenyataan belum sesuai dengan harapan. Oleh karenanya jalan menuju pembentukan Kabupaten Tanah Duri akan terus diupayakan.

Referensi

  1. ^ Aris Ananta, Evi Nurvidya Arifin, M Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, Agus Pramono (14 Jul 2015). "Demography of Indonesia's Ethnicity (Table 4.38 The 145 Ethnic Groups: Indonesia, 2010)". Institute of Southeast Asian Studies. Diakses tanggal 29 Agustus 2022. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ^ a b c d "Suku Duri, Enrekang - Sulawesi Selatan". kebudayaanindonesia.net. 29 April 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-14. Diakses tanggal 14 September 2016.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.