Suku Mek

Suku Mek
Daerah dengan populasi signifikan
 Indonesia (Papua Pegunungan)
Bahasa
bahasa Mek, bahasa Indonesia
Kelompok etnik terkait
Mek (Ketengban, Kimyal, Yalimek, Eipomek, Una Ukam) • Momuna

Suku Mek adalah kelompok etnis yang mendiami lembah-lembah di bagian timur Pegunungan Tengah di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang.[1][2][3]

Kehidupan suku Mek pernah dibahas di seri televisi dari Discovery Channel berjudul Living with the Mek (Tinggal bersama Suku Mek) yang disiarkan pada tahun 2008.[4]

Etimologi

Mek sama dengan Ok berarti "air" dan "sungai".[5] Umumnya nama Mek digunakan untuk mencakup semua suku yang berbahasa Mek, tetapi akhirnya lebih sering dikenal hanya untuk sub-suku Mek seperti Mek Nalca, Mek Nipsan, dan Mek Kosarek (Yale).[6] Sedangkan suku-suku lain memiliki panggilan sendiri seperti Eipo/Eipomek, Una-Ukam, Kimyal, Ketengban.[7]

Sejarah

Mite asal muasal suku-suku Mek dan juga Yali memiliki kesamaan dimana mereka percaya nenek moyang mereka berasal dari timur, sehingga merupakan asal muasal dari kata Yali yang berarti dari arah matahari terbit (timur). Nenek moyang ini disebut Yeli oleh suku Yali, atau Yale-enye oleh suku Eipo, yang merupakan tokoh pencipta dunia. Mereka yang diturunkan menyebut diri mereka Yelenang (seperti suku Kimyal) atau Yalenang (suku Yalimek) artinya orang orang dari timur, walaupun nama ini pada masa modern umumnya hanya digunakan untuk suku Yali (dan Yalimek). Sedangkan nama Mek adalah nama yang diberikan oleh peneliti barat.

Sub-suku

Berdasarkan dialek suku Mek dibagi menjadi:

  • Timur:
  • Barat:
    • Eipomek
    • Utara: Mek Kosarek, Mek Nipsan, dan Mek Nalca (Hmanggona)
    • Kimyal (Korupun-Sela)

Referensi

  1. ^ Pamela J. Stewart; Andrew Strathern (2005). Expressive Genres and Historical Change: Indonesia, Papua New Guinea, and Taiwan. Ashgate. ISBN 0-7546-4418-9.
  2. ^ "Merasa Tak Diperhatikan, 2 Distrik di Yahukimo Ingin Pindah ke Pegunungan Bintang Halaman all". KOMPAS.com. 2022-03-17. Diakses tanggal 2023-02-01.
  3. ^ Godschalk, Jan Anthonie (1993). Sela Valley: an Ethnography of a Mek Society in the Eastern Highlands, Irian Jaya, Indonesia. Amsterdam: Vrije Universiteit.
  4. ^ "Discovery Channel UK - Official Website". Discovery UK. Diakses tanggal Jul 30, 2020.
  5. ^ Cahyana, Ludhy (2020-07-08). "Di Pegunungan Bintang, Dulunya Mayat-Mayat Ada di Pohon". Tempo. Diakses tanggal 2024-07-02.
  6. ^ "Provinsi Papua". Peta Bahasa. Diakses tanggal 2024-08-30.
  7. ^ Suter, Edgar (2021-09-01). "The subject inflections of the Mek languages: a comparative reconstruction" (PDF). NUSA. 71. doi:10.15026/116867. ISSN 0126-2874. Diakses tanggal 2024-07-02.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.