Sultan Agung Komaruddin

Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno
Sultan Palembang Ke-3
Berkuasa1714–1727
PendahuluSultan Muhammad Mansyur
PenerusSultan Mahmud Badaruddin I
KelahiranKesultanan Palembang
Kematian1727
Kesultanan Palembang.
Keturunan
Nama takhta
Sultan Agung Qomar Ad-Din fi Balad Palimbang
WangsaAzmatkhan
AyahSultan Susuhunan Abdurrahman
IbuRatu Agung dari Palembang binti Kimas Marta Yuda
Agama Islam

Sultan Agung Komaruddin (1714-1727), adalah Sultan Palembang antara 1714-1727. Ia adalah putra Sri Susuhunan Abdurrahman dan Ratu Agung. Ia naik tahta atas wasiat kakaknya, Sultan Mansyur setelah pembunuhan Pangeran Purbaya di penobatan tahun 1709.

Didahului oleh:
Sultan Muhammad Mansyur
Sultan Palembang
1718-1727
Diteruskan oleh:
Mahmud Badaruddin I


NASAB

Sayyidina Muhammad SAW Binti Sayyidatuna Fatimah Azzahra Menikah dengan Ali Bin Abi Thalib Bin Sayyidina Husain As Syahid Bin Ali Zainal Abidin As Sajad Bin Muhammad Al Baqir Bin Ja'far Shadiq Bin Ali Uraidhi Bin Muhammad An Naqib Bin Isa Ar Rumi Bin Ahmad Muhajjir Bin Ubaidillah Bin Alwi Alawiyyin Bin Muhammad Shohibus Saumiah Bin Alwi At Tsani Bin Ali Khaliq Qasam Bin Muhammad Shohib Mirbath Bin Alwi Ammul Faqih Bin Abdul Malik Adzmatkhan Bin Abdullah Adzmatkhan Bin Ahmad Syah Jalaluddin Adzmatkhan Bin Maulana Husain Jamaluddin Kubro Bin Maulana Ibrahim Asmaraqandi Bin Maulana Ishaq Al Ummul Islam Bin Maulana Ainul Yaqin ( Raden Paku / Sunan Giri ) Bin Maulana Muhammad Ali Mahmud Nuruddin ( Pangeran Wirokesumo Cirebon / Pangeran Sido Ing Margi ) Bin Maulana Abdullah ( Pangeran Adipati Sumedang ) Bin Maulana Fadhlullah ( Tumenggung Manco Negoro ) Bin Maulana Muhammad Ali ( Pangeran Sido Ing Pasarean / Sultan Jamaluddin Mangkurat V ) Bin Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayyidul Imam ( Candi Walang ) Bin Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno ( 3 ilir Masjid Sultan Agung )

Gelar

Beliau bergelar Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno bin Sultan Susuhunan Abdurrohman Khalifatul Mukminin bin Seda ing Pasarean.

Latar Belakang

Beliau menggantikan Keponakannya, Pangeran Purbaya dari Palembang yang meninggal 1 hari setelah berkuasa karena diracun. Beliau merupakan Adik dari Sultan Muhammad Mansyur, Beliau juga adalah sosok yang mampu mendamaikan Perang Saudara Palembang yang melibatkan Sultan Anom Alimuddin dan Mahmud Badaruddin I, dua anak Sultan Muhammad Mansyur yang memperebutkan Tahta Putra Mahkota Kesultanan Palembang Darussalam.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.