Tari Baris Panah
Tari Baris Panah adalah salah satu tari sakral yang berasal dari Banjar Kangkaang, Desa Kertha Mandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Tarian ini merupakan bagian dari kelompok Tari Wali atau Tari Bebali, yaitu tarian upacara keagamaan yang dipersembahkan dalam rangka Dewa Yadnya untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya.[1]
Tari Baris Panah dipentaskan setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan (Tumpek Kuningan), dalam Upacara Piodalan di Pura Pemaksan Ngis sebagai persembahan kepada Ida Bhatara Bagus Ayu Sakti.[2]
Sejarah dan Asal-usul
Asal-usul Tari Baris Panah berkaitan erat dengan sejarah perpindahan masyarakat dari Desa Ngis ke Banjar Kangkaang, Desa Kertha Mandala, sekitar abad ke-18. Berdasarkan tradisi lisan, perpindahan ini terjadi akibat paceklik panjang yang melanda Desa Ngis. Para leluhur yang bermigrasi ke wilayah baru tersebut membawa serta perangkat tarian sakral, termasuk Tari Baris Panah dan Tari Baris Dadap, yang diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari tujuh generasi.[1]
Tari Baris Panah kemudian menjadi bagian penting dari Upacara Piodalan di Pura Maksan atau Pemaksan Ngis, dan dipercaya memiliki kekuatan pengruwat mala, yaitu sarana spiritual untuk menolak bala, menyucikan diri, serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.[3]
Penari
Tari Baris Panah dibawakan oleh enam orang laki-laki yang berperan sebagai perempuan. Pemilihan penari laki-laki dilakukan karena pertimbangan kesucian, mengingat perempuan mungkin berhalangan saat masa menstruasi.[4]
Penokohan perempuan dalam tarian ini melambangkan kesetiaan dan kasih abadi istri terhadap suami, serta simbolisasi aspek feminin (kesuburan) semesta yang melengkapi unsur maskulin dari Tari Baris Dadap.[5]
Struktur dan Bentuk Gerakan
Tari Baris Panah dikategorikan sebagai tari kelompok putri ksatria, dengan tema keprajuritan dan kesetiaan. Gerakannya menonjolkan nilai kewibawaan, keberanian, dan tanggung jawab moral, yang dikemas dalam pola gerak halus dan ritmis. Struktur pementasan dibagi menjadi tiga bagian utama:
- Papeson (awal) – bagian pembuka, meliputi gerak agem ngawan, agem kiwa, ngeed, nyeleseh, dan makipekan.
- Pangawak (tengah) – bagian inti, menampilkan gerak kirig udang, ngibas oncer, mentang panah, malpal ngabah, nengkleng, dan nanjek.
- Pangecet atau Pakaad (penutup) – bagian akhir dengan gerak angsel, manah, nyingklak, dan ngayung, disertai teriakan serta putaran tubuh ke empat penjuru mata angin sebagai simbol keseimbangan alam.
Tata Rias dan Busana
Rias wajah pada Tari Baris Panah menggunakan tata rias tradisional Bali yang dilakukan oleh laki-laki. Warna-warna yang digunakan sederhana tetapi simbolik, memperkuat kesan lembut dan spiritual.[2] Busana berwarna putih melambangkan kesucian niat dan kemurnian hati dalam mempersembahkan tarian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Busana penari menyerupai kostum Tari Legong, terdiri dari:
- Gelung galuh berhias bunga kamboja dan kembang sepatu merah,
- Bapang berhiaskan permata,
- Kain prada berawiran warna-warni,
- Tutup dada (badong) ganda,
- Kamen dan selendang putih,
- Serta gelang kana di lengan atas dan bawah.
Properti dan Musik Pengiring
Properti utama tarian ini adalah busur dan anak panah, yang menjadi simbol perlindungan, perjuangan, dan pengabdian suci.
Musik pengiring menggunakan gamelan Pegambuhan, terdiri atas rebab, kangsi, kajar, ceng-ceng ricik, gentorang, kempur, klenang, kenyir, gumanak, dan kendang krumpung. Iringan musik dilengkapi sesendon (tembang suci) yang dilantunkan oleh tiga penembang, berisi doa dan pujian untuk memohon keselamatan serta restu para dewa.[1]
Ritual dan Waktu Pementasan
Sebelum pementasan, dilakukan upacara Banten Penur oleh para pemangku dan pengempon pura untuk memohon turunnya taksu (daya spiritual) agar tarian berlangsung dengan restu ilahi.
Pementasan dimulai sekitar pukul 19.00 WITA di pelataran depan Pelinggih Ida Bhatara Bagus Ayu Sakti, diiringi gamelan dan tembang suci. Gerak dan irama tarian berpola ke empat penjuru mata angin serta titik tengah, melambangkan keseimbangan dunia sekala dan niskala.[1]
Makna
Tari Baris Panah memiliki makna simbolik dan religius yang mendalam. Secara sekala (dunia nyata), tarian ini menggambarkan kesetiaan dan tanggung jawab perempuan terhadap suami dan keluarga. Secara niskala (spiritual), ia melambangkan Ibu Pertiwi, sosok feminin penjaga kesuburan dan keseimbangan alam semesta. Tarian ini juga melukiskan hubungan harmonis antara unsur maskulin (Baris Dadap) dan feminin (Baris Panah) sebagai keseimbangan kosmis yang harus dijaga.[1]
Tari Baris Panah mengandung beragam nilai simbolik, di antaranya:[1]
- Makna kepahlawanan, mencerminkan semangat ksatria dan pengorbanan.
- Makna kesetiaan, melambangkan cinta suci dan pengabdian perempuan.
- Makna estetika, menonjolkan harmoni antara gerak, musik, dan kostum.
- Makna solidaritas, menggambarkan kebersamaan masyarakat dalam ritual.
- Makna religius, sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan.
Fungsi
Selain fungsi religius, Tari Baris Panah juga memiliki fungsi sosial dan budaya, antara lain:
- Fungsi sosial, mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat desa.
- Fungsi psikologis, menumbuhkan rasa aman, tenteram, dan syukur bagi warga.
- Fungsi estetis, menampilkan keindahan gerak, busana, dan irama yang selaras.
- Fungsi ekonomi, melalui kegiatan keagamaan yang menggerakkan aktivitas masyarakat.
- Fungsi spiritual, sebagai sarana persembahan dan penghubung antara manusia dan Tuhan.[1]
Lihat Pula
Referensi
- ^ a b c d e f g Yuliantini, Ni Luh Putu Nila; Adnyana, Anak Agung Oka (2023). "Makna Tari Baris Dadap dan Tari Baris Panah di Desa Kertha Mandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem". Journal On Education. 05 (03). ;
- ^ a b "Tari Baris Panah - Seni | Ceraken Kebudayaan Bali". ceraken.baliprov.go.id. Diakses tanggal 2025-11-13.
- ^ admin (2024-01-11). "Magisnya Tari Baris Panah Desa Adat Bungaya". Bali Bercerita. Diakses tanggal 2025-11-13.
- ^ Doktrinaya, I. Komang Gede. "Tidak Ajak Wanita, Tari Baris Panah & Baris Dadap Jadi Pengruwat Mala - Bali Express". Tidak Ajak Wanita, Tari Baris Panah & Baris Dadap Jadi Pengruwat Mala - Bali Express. Diakses tanggal 2025-11-13.
- ^ Administrator. "6 Penari Dipilih Lewat Wangsit, Tari Baris Panah Bidik Kesuburan - Denpost". 6 Penari Dipilih Lewat Wangsit, Tari Baris Panah Bidik Kesuburan - Denpost. Diakses tanggal 2025-11-13.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.