Tedja Suminar
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023) |
Tedja Suminar atau Tedja Soeminar adalah seniman yang berasal dari Kecamatan Ngawi, Ngawi pada 16 April 1936.[1] Lahir dengan nama The Tiong Tien dan kemudian lebih dikenal dengan nama Tedja Suminar atau Pak T.[2] Orang tuanya adalah pasangan asal Fujian, Tiongkok, Kiem Liong seorang pedagang palawija dan Hoen Nio.[2] Pak T wafat pada hari Jumat tanggal 24 Juni 2016 setelah menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit RKZ Surabaya,[3]
Salah satu ciri khas Tedja adalah memakai topi pet hitam serta merokok kretek. Selama berkarya, Pak T dikenal sebagai pelukis yang dingin, serius, tak banyak bicara serta menyendiri. Karyanya sebagian besar dibuat dengan terjun langsung ke lapangan daripada di studio. Jika sedang fokus dan bersemangat, satu karya dihasilkan dalam hitungan menit.[4]
Perjalanan Hidup
Pak T belajar melukis di Akademi Kesenian Surakarta pada tahun 1959[5] sebagai mahasiswa angkatan pertama yang terdaftar tahun 1957,[6] yang diawali dengan ketertarikannya pada melukis dan sketsa pada tahun 1957.[7] Saat berkuliah Tedja juga menunjukkan ketertarikan budaya Jawa dengan menonton wayang kulit, membaca kisah Ramayana maupun sastra Jawa[6]
Awalnya pak T adalah pelukis cat minyak, namun terbiasa merekam peristiwa secara cepat dan langsung membuatnya menjadi pelukis sketsa. [8] Tahun 1960 bertugas di Penerangan Angkatan Laut Surabaya, mendokumentasikan sketsa kehidupan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dengan berkelililing Indonesia. Selama tahun 1962 sampa 1989, pak Tedja tinggal di Surabaya.[9] Tahun 1968, Tedja membuat relief dinding luar Stadion Gelora 10 November Surabaya dengan ukuran besar untuk menyambut pelaksanaan PON VII yang diadakan 26 Agustus sampai 6 September1969 di Surabaya. Pembuatan relief ini berdasakan hasil desain sketsanya yang diminta langsung oleh walikota Surabaya pada tahun tersebut.[6] Walikota Surabaya yang menjabat saat itu bernama Raden Soekotjo Sastrodinoto, merupakan walikota kesembilan dan menjabat tahun 1965 sampai 1974.
Selain melukis sketsa, Tedja Suminar juga menciptakan lagu. Salah satunya berjudul Beludru Sutra Dusunku dinyanyikan oleh Leo Kristi dan masuk dalam album Nyanyian Fajar tahun 1975. Namun, Leo Kristi tak mencantumkan nama Tedja sebagai penciptanya. Swandayani, menuturkan lagu itu diciptakan sekitar tahun 1968 saat menggarap relief dinding luar Gelora Tambaksari, yang kini dikenal sebagai Gelora 10 November dengan cara melagukan nada dan lirik tanpa alat musik.[10]
Tahun 1975, Pak T menerbitkan buku untuk putrinya Lini sebagai hadiah ulang tahun ke 11 berjudul Garis-Garis Lini. Lini, panggilan dari Natalini yang menekuni lukisan sejak usia 4 tahun, dan aktif berpameran tunggal maupun bersama keluarga sejak 1973. Buku Garis-Garis Lini diterbitkan oleh penerbit Sari Agung pada 1977[11]
Tahun 1977, nama Tedja Suminar tercatat sebagai penata artistik film Indonesia berjudul Suci Sang Primadona yang disutradarai oleh Arifin C Noer[12]
Tahun 1989, berpindah ke Bali di Pangosekan Ubud bersama dengan isrinya, Anastasia Moentiana.[9] Tahun 1990, pak T mengadakan perjalanan ke museum Eropa.[12] Tahun 1994-1995, Tedja Suminar melukis 45 wajah seniman Bali dengan media cat minyak yang kemudian dipamerkan di Bentara Budaya, Jakarta. Tahun 1999, dia pindah ke daerah Tegal Bingin, Desa Mas, Ubud.[9]
Tedja merupakan seniman yang berfokus pada kehidupan tradisi di Bali seperti tarian, upacara, dan pernak-pernik kehidupan di Bali.[1][13] Beberapa karya lukisnya yang terinspirasi dari kehidupan di Bali antara lain Potrait of Indonesian Girl (1979) dengan media cat minyak di atas kanvas.[14] Dua sketsa berjudul Pesta Kesenian di Bali yang dibuat dengan media tinta di atas kanvas pada tahun 1989 dan 1997,[15] Nyoman Lempad dengan media cat minyak di atas kanvas (1989)[16]Daily Life in Bali (1990), Barong (1990), Bunga-Bunga Tenganan, Baris Dancer dengan media pastel di atas kertas(1988), Potret Gadis Bali (1989) dengan media pastel di atas kertas, Balinese Dancer (1993).
Istri Tedja, Moentiana meninggal pada 30 Oktober 2007 karena kanker hati, hal ini sempat membuat Pak T menjadi pendiam dan menutup diri serta tidak berkarya selama 2 tahun.[4] Dari pernikahan dengan Moentiana dia memiliki dua orang anak perempuan, Theresia Swandayani dan Natalini (Lini) Widhiasi.
Tahun 2012, Tedja kembali ke Surabaya untuk tinggal bersama cucunya karena kesehatannya yang menurun setelah terdiagnosa vertigo.[9] Di Surabaya, dia memiliki studio yang beralamat di gang Lapangan Dharmawangsa, Surabaya[17]
Tahun 2019, kisah Tedja Suminar dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Perjalanan Garis Tedja Soeminar (Tedja Soeminar's Journey of Line) yang diterbitkan oleh Dirjen Kebudayaan dan Galeri Nasional dalam dua bahasa, berisi rangkuman tulisan pengamat senirupa dan sahabatnya, salah satunya adalah W.S. Rendra yang pernah dibuat potretnya.[16][18] Buku ini diluncurkan pada 16 Mei 2020, penyusunan buku ini diprakarsai oleh putrinya Theresia Swandayani atau yang akrab dipanggil Swan secara daring.[19]
Pameran
Tahun 1959, pameran sketsa tunggal menyambut berdirinya Sanggar Bambu, Jogjakarta. Pameran ini tercatat sebagai pameran sketsa pertama di Indonesia.
Tahun 1960, pameran tunggal di Balai Budaya Jakarta dan Himpunan Budaya Surakarta (HBS).
Tahun 1962, berpameran bersama Ipe Maaruf di Dewan Kesenian Surabaya
Tahun 1981, menggelar pameran keluarga bersama istri dan putrinya Natalini di Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) Surabaya, Bentara Budaya Yogyakarta, Hotel Manado serta Bali[9]
Tahun 1988, berpameran di Galeri Dewan Kesenian Surabaya,[20]
Tahun 1993, Tedja Suminar berpameran dengan Ipe Maaroef di Ruang Pameran Utama Taman Ismail Marzuki dengan judul Dua Pengembara Sketsa. Masing-masing menampilkan 150 karya sketsa yang telah dibuat mulai tahun 1957 sampai 1993.[21]
Tahun 2000, berpameran tunggal di museum Arma, Ubud, Bali[9]
Tahun 2007, pameran tunggal bertajuk Sang Kreator Tedja bertempat di Agung Rai Museum of Art Bali[20]
Tahun 2008, Tedja Suminar menggelar pameran Dua Dimensi Karya Sepasang Hati, pada tanggal 16 Juli sampai 4 Agustus 2008 di Art Galery House of Sampoerna, Jalan Taman Sampoerna 6 Surabaya. Karya yang ditampilkan berupa sketsa hasil karyanya sebanyak 32 buah serta 19 lukisan dekoratif milik istrinya, Moentiana.[20]
Tahun 2012, bulan Januari,berpameran tunggal di Bentara Budaya Bali, berjudul Kilas Balik (restopective).[9] Karya yang ditampilkan berupa karya sketsa dan seri potret. [16]
Tahun 2016, Spirit of Tedja Suminar, merupakan pameran sketsa dan biografi Tedja Suminar untuk mengenang 40 hari meninggalnya Pak T, diadakan di Kompleks Balai Pemuda Surabaya berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 7 Agustus sampai 10 Agustus 2016.[2]
Tahun 2016, Pameran Obituari Tedja Suminar di Bentara Budaya Bali tanggal 23-25 September 2016.
Referensi
- ^ a b Biennale Jatim. Surabaya: Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. hlm. 84.
- ^ a b c "Spirit of Tedja Suminar Kenang 40 Hari Pak T". Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ "Pelukis Tedja Meninggal Setelah Dua Malam Dirawat di Rumah Sakit, Inilah Kata Terahirnya". Surya.co.id. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ a b "JPNN". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ Dewan Kesenian Jakarta (Desember 1980). 1980 Pameran Besar Seni Lukis Indonesia 4 (PDF). Dewan Kesenian Jakarta. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c "Mensyukuri 80 Tahun Tedja Suminar, Teruslah Bersinar untuk Indonesia". Surya.co.id. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ "JPNN". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ "Tedja Suminar Sempat Bikin Sketsa di Muncar, dan Rencanakan Pameran Lukisan Bertiga". Surya.co.id. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ a b c d e f g "Melukis Hingga Akhir Hayat – Obituari Tedja Suminar di Bentara Budaya". tatkala.co (dalam bahasa American English). 2016-09-24. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ harian.disway.id. "Misteri Lagu Tedja Suminar untuk Leo Kristi di Pentas Cerdas Merdeka". harian.disway.id. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ "Lini Natalini Widhiasi – Orasis" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ a b "Di Usai 80 Tahun, Tedja Suminar Masih Produktif". Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ Pramudito, Achmad (2016-06-25). "Tedja Suminar Sempat Bikin Sketsa di Muncar, dan Rencanakan Pameran Lukisan Bertiga". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-10-20.
- ^ "Tedja Suminar Paintings & Artwork for Sale | Tedja Suminar Art Value Price Guide". www.invaluable.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ Auctioneer, Sidharta. "Pesta Kesenian di Bali - ink on canvas - Tedja Suminar (Ngawi, E. Java, 1936 - Surabaya, 2016)". www.sidharta-auctioneer.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ a b c BENTARA BUDAYA (2020-10-01), "Sketsa Biografis Tedja Suminar", diakses tanggal 2026-05-20
- ^ harian.disway.id. "Cerdas Merdeka, Andang & Penyelaras Hadirkan Small Tribute". harian.disway.id. Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ Initiator of Compilation Swandajani; Zaki, Rusdi; Syah (2019). Perjalanan Garis Tedja Soeminar = Tedja Soeminar's Journey of Line (dalam bahasa Indonesia). Galeri Nasional Indonesia. ISBN 978-602-51034-2-1. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "Perjalanan Garis Tedja Soeminar Sebuah Krenteg Ati buat Papi". Diakses tanggal 2026-05-20.
- ^ a b c "Tedja Suminar Menyapa Khalayak Seni". Kompas. 2008-07-14. Diakses tanggal 2026-05-20. ;
- ^ "DUA PENGEMBARA DI TIM - 1993-10-30 - DATA TEMPO". data.tempo.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.