Tepus bener
| Tepus bener | |
|---|---|
| Tepus bener (Etlingera coccinea) dari Sei Pinang, Mandau Talawang, Kapuas, Kalteng | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Klad: | Commelinidae |
| Ordo: | Zingiberales |
| Famili: | Zingiberaceae |
| Genus: | Etlingera |
| Spesies: | E. coccinea
|
| Nama binomial | |
| Etlingera coccinea (Blume) S.Sakai & Nagam.[2]: 190–192
| |
| Sinonim | |
| |
Tepus, tepus bener (Etlingera coccinea) adalah sejenis tumbuhan yang termasuk kerabat jahe-jahean (Zingiberaceae). Memiliki bunga yang merah menyala dan indah, terna besar ini menyebar luas di Asia Tenggara hingga Kepulauan Sunda Besar. Di Jawa Barat bunganya dikenal sebagai mancirian[3]: 53 atau mancirang, dan buahnya disebut rongod.[4]: 587
Pengenalan

Terna berukuran besar, dengan rimpang (rhizome, akar tinggal) yang menjalar panjang dalam tanah, berdiameter 2–3,5 cm, tertutupi sisik-sisik sepanjang 3,5–5 cm, liat seperti kulit, cokelat kehijauan hingga kekuningan, lebih gelap di tepi-tepinya. Batang semu tumbuh tinggi hingga 5 m, dengan daun-daun besar hingga 32 helai, yang tersusun berseling dalam dua baris berhadapan, bagian yang tak berdaun lk. sepanjang 0,5–0,8 m terbawah, pangkalnya yang menggembung dengan garis tengah 5–7 cm, cokelat kekuningan; muncul dari tanah dengan jarak antara lk. 10–20 cm dengan batang semu lainnya yang terdekat.[5]: 150

Daun-daun berukuran besar. Pelepah daun (upih) bergaris-garis, hijau kekuningan, gundul, dengan tepi yang juga gundul; lidah-lidah (ligula) 1,4 × 1,2 cm, cokelat, menyegitiga, bertepi rata, seperti kertas, berambut balig; tangkai daun tak ada. Helaian daun bentuk bundar telur terbalik yang memanjang sempit, duduk, 71–73 × 14–14,5 cm, tepinya berambut halus, ujungnya meluncip.[5]: 150
Perbungaan 13–14 cm panjangnya, dengan 14–17 kuntum bunga yang tersembunyi dalam tanah, setiap kalinya 1-5 kuntumnya mekar tepat di atas permukaan tanah, bertangkai sepanjang 5–5,5 cm di bawah tanah, menopang tongkol bunga majemuk bentuk bulat telur, panjang 8–9 cm. Bunga sepanjang 5–8 cm; dengan kelopak merah pucat, lebih gelap di ujungnya, 5–5,2 cm; tabung bunga 3,5–4 cm, merah jambu pucat; taju mahkota lanset, merah, ujungnya membundar; bibir (labellum)[6] bertaju-3, kuning dengan tepi merah, 3,7–4 × 1,3–1,6 cm.[5]: 150
Buah majemuk setengah tertimbun oleh tanah, bentuk bongkol serupa bola kasar berukuran lk. 4–5 × 5–5,5 cm, berisi hingga 10 butir buah; buah muda 1,5–1,7 × 1,5 cm, agak membulat, berambut balig rapat.[5]: 151
Ekologi dan agihan

Tepus bener merupakan terna terestrial, yang tumbuh di hutan-hutan primer maupun sekunder baik di bawah keteduhan tajuk maupun pada tempat terbuka penuh sinar matahari, terutama di sepanjang tepi aliran sungai pada tanah-tanah yang lembap hingga basah, 300 - 1,400 m dpl. Tepus tercatat berbunga dan berbuah antara bulan April – Agustus.[7]: 110
Tumbuhan ini menyebar luas di Asia Tenggara (Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaya), Kepulauan Sunda (Jawa, Sumatera, Kalimantan), dan Filipina.[8]
Kegunaan

Hati (ares) di tengah batang semu digunakan sebagai bumbu masakan di Kalimantan dan Jawa, dan juga dimakan sebagai sayuran.[7]: 110 Batangnya yang muda juga digunakan sebagai obat batuk dan obat luka luar.[9] Buahnya yang dinamakan rongod (Sd.) dapat dimakan dan rasanya manis.[4]: 587
Catatan kaki
- ^ Poulsen, A.D., S.B. Olander, & R.V.A. Docot. (2019). Etlingera coccinea. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T117318042A124282047. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T117318042A124282047.en. Diakses tgl 22/vi/2024.
- ^ Sakai, S. & H. Nagamasu. (2003). "Systematic studies of Bornean Zingiberaceae: IV. Alpinioideae of Lambir Hills, Sarawak". Edinburgh Journal of Botany, 60: 181-216. DOI: https://doi.org/10.1017/S0960428603000143 (laman pada ResearchGate, diakses tgl 22/vi/2024
- ^ a b Blume, CL. (1827). Enumeratio plantarum Javae et insularum adjacentium : minus cognitarum ..., Fasc. 1: 53. Lugduni Batavorum: Apud J.W. van Leeuwen (1827-1830).
- ^ a b Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia I: 587. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I:539, sebagai Achasma coccineum Val.)
- ^ a b c d Poulsen, AD. (2007). "Etlingera Giseke of Java". Gardens’ Bulletin Singapore, Vol. 59(1&2): 145-172. 2007.
- ^ yakni staminodia yang membesar, melebar, dan berwarna-warni
- ^ a b Naive, MAK, RO Pabillaran, & IG Escrupulo. (2018). "Etlingera coccinea (Blume) S. Sakai and Nagam. (Zingibearaceae – Alpinieae): an addition to the Flora of the Philippines, with notes on its distribution, phenology and ecology". Bioscience Discovery, 9(1): 107-110, Jan - 2018.
- ^ POWO: Etlingera coccinea (Blume) S.Sakai & Nagam., diakses tgl 22/vi/2024
- ^ Handayani, A. (2015). "Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat oleh masyarakat sekitar Cagar Alam Gunung Simpang, Jawa Barat". Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, vol 1(6): 1425-1432, September 2015. DOI: https://dx.doi.org/10.13057/psnmbi/m010628
Pranala luar
- Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS): Etlingera coccinea - Zingiberaceae, diakses tgl 22/vi/2024
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.