Toa Se Bio

Toa Se Bio
大史廟
Gapura Klenteng Toa Se Bio
PetaKoordinat: 6°8′34.08857″S 106°48′42.65165″E / 6.1428023806°S 106.8118476806°E / -6.1428023806; 106.8118476806
Agama
AfiliasiTridharma
WilayahJakarta
DewaCheng Goan Cheng Kun
Lokasi
LokasiGlodok, Jakarta
NegaraIndonesia
Arsitektur
TipeKlenteng
GayaTionghoa
Didirikan1751

Toa Se Bio (大史廟) atau Wihara Dharma Jaya adalah salah satu kelenteng Tionghoa tertua di Jakarta yang terletak di Jalan Kemenangan III No. 48, Glodok, Jakarta Barat.

Sejarah

Sejarah autentik vihara menurut pengurus yayasan tidak ada. Namun keturunan salah satu pendiri yayasan, Ferdinand Kencana Jaya alias Ferry Tan Khong Tin (kini sudah almarhum, dan percakapan terjadi pada minggu pertama bulan November 1998 dalam usia 70 tahun), memberikan data yang sedikitnya masih bisa diperhitungkan. Menurutnya, vihara ini didirikan sekitar abad ke-17 oleh hartawan bernama Sim Toa Sia. Namun, menurut pengawas yayasan, Husen Buntara Sjarifudin, Kelenteng Toa Se Bio dibangun oleh orang Hokkian dari Kabupaten Chang Tai, Keresidenan Zhangzhou, Provinsi Fujian.

Pada tahun 1700-an, Sim membawa tiga buah patung Kongco Tjeng Goan Tjeng Koen. Patung besar atau Toa Kongco ketika itu tetap di altar pemujaan. Yang lainnya yaitu Djie Kongco dan Sah Khongco setiap tahun pada acara Cap Go Meh digotong ke luar kelenteng dengan dua joli. Pada joli pertama duduk Thian Kauw (Anjing Langit) dan joli kedua diisi tuan rumah Kongco Tjeng Goan Tjeng Koen.

Ketika membawa patung itu, Sim naik kereta kuda yang ditarik oleh masyarakat Betawi dari Sunda Kelapa. Untuk menghormati jasa kusir dan pembawa payung, dibuatlah patung orang Betawi yang memegang kuda dan yang memegang payung Kedua patung itu diletakkan bersama Kongco lainnya di altar persembahan.

Ketika masih berbentuk kelenteng, dewanya dise but Khongco Toa Se Ya, jabatannya adalah sebaga Penjaga Keamanan Langit dan Dunia dengan dikawal oleh anjing pelacak. Anjing-anjing itu merupakan pen damping Giok Hong Siang Tee (Penguasa Langit) yang merupakan titisan Tian. Selain itu, Sim juga me nyumbangkan hiolo.

Setelah Sim meninggal, kelenteng ini diserahkan kepada Sie Thay Tjoei, pedagang dan pencipta kue Tiong Tjiu Phia.

Galeri

Referensi

Lihat pula

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.