Tour de Flores

Tour de Flores
Rincian balapan
PelaksanaanMei (2016)
Juli (2017)
LokasiFlores
JulukanTdF
DisiplinJalan
KompetisiTur Asia UCI
TipePerlombaan bertahap
Sejarah
Edisi pertama2016 (2016)
Edisi terbaru2 (pada tahun 2017)
Juara pertama Daniel Whitehouse (GBR)
Juara terbanyakBelum ada yang menang lebih dari sekali
Juara bertahan Thomas Lebas (FRA)

Tour de Flores (disingkat TdF) adalah suatu kejuaraan balap sepeda multi hari yang berlangsung di Pulau Flores, Indonesia. Kejuaraan ini merupakan bagian dari Tur Asia UCI dalam kategori 2.2.[1] Selain Larantuka, Labuan Bajo, dan Taman Nasional Komodo, para pebalap juga melintasi keindahan alam dan budaya Pulau Flores seperti danau tiga warna di Gunung Kelimutu, desa megalitikum Bena, dan rumah pengasingan presiden pertama Indonesia, Soekarno, di Ende. Tour de Flores telah menjadi acara balap sepeda internasional tahunan sejak 2016.

Sejarah

Tour de Flores bermula dari ide sederhana pada pertengahan Agustus 2015 ketika Robert Eppe Dando dan Serry Babo Nuwa, pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, Flores Tengah, merancang acara fun bike bertajuk "OKI SATO Fun Bike: Road to TOUR de FLORES 2017" untuk merayakan ulang tahun Kabupaten Nagekeo. Nama "Oki Sato" sendiri dipilih untuk mengenang jejak Jepang di Mbay, termasuk pembangunan Bandara Mbay, yang dicatat dalam memoar Kapten Tasuku Sato, "I Remember Flores".[2]

Ide awal ini kemudian berkembang pesat. Setelah membuat proposal, Robert Eppe Dando membawanya ke Jakarta dan bertemu dengan Faustinus Wundu dan Longginus Biaedae. Ketiganya lantas bertemu dengan Primus Dorimulu, pemimpin redaksi media besar seperti BeritaSatu dan Suara Pembaruan. Primus Dorimulu dengan sigap langsung mengusulkan untuk mengurus Tour de Flores 2016, meskipun awalnya ada keraguan karena keterbatasan akses dana. Primus kemudian berinisiatif menghubungi Rizal Ramli, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim.

Beberapa hari setelahnya, Rizal Ramli menyambut baik ide Tour de Flores dalam pertemuan di kediamannya, yang juga dihadiri oleh perwakilan dari PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia). Rizal Ramli langsung menyetujui dan menandatangani surat disposisi kepada Menteri Pariwisata, Arief Yahya.[2][3]

Para pemenang

Pembalap Tim
2016 Britania Raya Daniel Whitehouse (GBR) Terengganu Cycling Team
2017 Prancis Thomas Lebas (FRA) Kinan Cycling Team

Tour de Flores 2016

Acara ini diselenggarakan dari tanggal 16 hingga 26 Mei. Pesepeda dari dua puluh negara berpartisipasi dalam tur sepeda ini, dengan total panjang lintasan 661,5 kilometer, dimulai dari ibu kota Kabupaten Flores Timur, Larantuka, hingga Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.[4]

Tour de Flores 2017

Tour de Flores (TdF) 2017 diselenggarakan dari tanggal 14 hingga 19 Juli. Perubahan rute telah dilakukan, balapan diperpanjang dari 661,5 kilometer menjadi 808 kilometer karena penambahan rute baru dari Aegela ke Mbay di Kabupaten Nagekeo.[5] Dua puluh tim, termasuk 17 tim asing dari Inggris Raya, Eropa, Afrika, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Thailand, dan Malaysia, berpartisipasi dalam acara ini.[6] Balapan ini dibagi menjadi enam etape:

  • Larantuka – Maumere (138,5 kilometer),
  • Maumere – Ende (141,3 kilometer),
  • Ende – Mbay (111 kilometer),
  • Mbay – Borong (151 kilometer),
  • Borong – Ruteng (58 kilometer), dan
  • Ruteng – Labuan Bajo (121,5 kilometer).

Referensi

  1. ^ "2016 Tour de Flores". ProCyclingStats. Diakses tanggal 23 Mei 2016.
  2. ^ a b "Sejarah TOUR de FLORES". Kompasiana. 29 Februari 2016. Diakses tanggal 3 Juli 2025.
  3. ^ "Sejarah Tour de Flores Sebagai Event Balap Sepeda Tahunan Dipulau Flores". Pemerintah Kabupaten Nagekeo. 9 Juli 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juli 2017. Diakses tanggal 13 Juli 2017.
  4. ^ Makur, Markus (2 Maret 2016). "Tour de Flores aims to boost tourism". The Jakarta Post. Diakses tanggal 1 November 2018.
  5. ^ "Tour de Flores 2017 route extended". The Jakarta Post. 10 Juli 2017. Diakses tanggal 1 November 2018.
  6. ^ "Tour de Flores 2017 to kick off next week". The Jakarta Post. 6 Juli 2017. Diakses tanggal 1 November 2018.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.