Transisi energi

Kemungkinan linimasa transisi energi dari 2018. Transisi energi pada linimasa ini untuk menuju ke energi rendah-karbon terlalu lambat untuk sesuai dengan tujuan Persetujuan Paris.

Transisi energi atau transformasi sistem energi adalah sebuah perubahan struktural signifikan pada suatu sistem energi mengenai pasokan dan konsumsi. Saat ini, sebuah transisi ke energi berkelanjutan (kebanyakan darinya adalah energi terbarukan) sedang berlangsung untuk membatasi perubahan iklim. Transisi ini didorong dengan kesadaran dan pengakuan bahwa emisi gas rumah kaca global harus benar-benar dikurangi. Proses ini melibatkan penghapusan bertahap bahan bakar fosil, dan pengembangan ulang keseluruhan sistem-sistem untuk dapat beroprasi pada listrik rendah-karbon.[1] Sebelumnya, transisi energi juga pernah terjadi saat revolusi industri dan melibatkan transisi dari kayu dan biomassa lainnya ke batu bara, lalu diikuti dengan minyak dan belakangan ini, gas alam.[2][3]

Lebih dari tiga-perempat dari kebutuhan energi dunia terpenuhi oleh bahan bakar fosil, namun penggunaan ini mengeluarkan gas rumah kaca.[4] Produksi dan konsumsi energi menghasilkan sebagian besar dari gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia. Untuk memenuhi target Persetujuan Paris 2015 tentang perubahan iklim, emisi perlu dikurangi secepat mungkin dan mencapai emisi nol bersih di pertengahan abad.[5] Sejak akhir tahun 2010an, transisi energi terbarukan didorong oleh jatuhnya biaya tenaga solar dan angin.[6] Setelah 2024, energi bersih paling murah secara historis. Manfaat lain dari transisi energi terbarukan adalah potensi mengurangi dampak negatif industri energi pada kesehatan dan lingkungan.[7]

Referensi

  1. ^ Tian, Jinfang; Yu, Longguang; Xue, Rui; Zhuang, Shan; Shan, Yuli (2022-02-01). "Global low-carbon energy transition in the post-COVID-19 era". Applied Energy (dalam bahasa Inggris). 307: 118205. doi:10.1016/j.apenergy.2021.118205. ISSN 0306-2619. PMC 8610812. PMID 34840400.
  2. ^ Davidsson, Simon (2015). "Global Energy Transitions" (PDF).
  3. ^ Smil, Vaclav. "Energy Transitions" (PDF). Diakses tanggal 2022-06-07.
  4. ^ Ritchie, Hannah; Rosado, Pablo (2017-10-02). "Fossil fuels". Our World in Data (dalam bahasa Inggris).
  5. ^ unfccc.int https://unfccc.int/process-and-meetings/the-paris-agreement. Diakses tanggal 2025-11-12.
  6. ^ Green, Matthew. "Plunging cost of wind and solar marks turning point in energy transition: IRENA". U.S. (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-12.
  7. ^ "What is the sustainable energy transition and why is it key to tackling climate change? | UNDP Climate Promise". climatepromise.undp.org (dalam bahasa Inggris). 2024-02-29. Diakses tanggal 2025-11-12.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.