Trigangga
Trigangga atau Trihangga adalah putra dari Anoman dan Dewi Urangayung, putri Bagawan Minalodra dari pertapaan Kandabumi. Trigangga juga mempunyai saudara seayah lain ibu, putra Dewi Purwati dari pertapaan Andonsumawi bernama Bambang Purwaganti. Trigangga juga mempunyai saudara satu ibu, yaitu putra Dewi Urangrayung dengan Prabu Dasamuka, raja Alengka bernama Pratalamariyam atau Bukbis.

Asal-usul
Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Anoman terbayang-bayang wajah Trijata, puteri Wibisana yang menjaga Sita. Di atas lautan, air mani Anoman jatuh dan menyebabkan air laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih tersebut menjadi Trigangga. Trigangga langsung dewasa dan berjumpa dengan Bukbis, putera Prabu Dasamuka. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Dalam perang tersebut Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana tetapi dikejar oleh Hanoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di antara kedua kera putih tersebut. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana.[1]
Versi lain menyebutkan, bahwa Trigangga dan Bukbis telah tinggal bersama sejak kecil bersama ibu dan kakeknya.
Trigangga dan Bukbis (Versi Kedua Asal-usul Persahabatan Trigangga dan Bukbis)
Sejak kecil Trigangga bersama Bukbis tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Kandabumi. Setelah dewasa, pada saat berlangsungnya perang Alengka, mereka pamit meninggalkan pertapaan Kandabumi untuk mencari ayahnya, tetapi menyasar ke negara Alengka dan bertemu dengan Prabu Dasamuka. Dengan tipu muslihatnya, Trigangga diperintahkan untuk menculik Ramawijaya dan Laksmana di pesanggrahan Suwelagiri. Apabila penculikan itu behasil, ia akan diakui sebagai putranya.
Dengan mempergunakan Aji Sesirep, Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana yang dimasukkan ke dalam kendaga kencana dan diserahkan kepada Prabu Dasamuka. Perbuatan Trigangga ini diketahui oleh Anoman yang terus mengejarnya. Perang seru terjadi antara Anoman dan Trigangga, hinga kemudian dilerai oleh Bathara Narada. Setelah mengetahui dirinya putra Anoman dan telah diperalat Prabu Dasamuka, Trigangga kemudian kembali mencuri kendaga kencana berisi Prabu Rama dan Laksmana dari tangan Prabu Dasamuka untuk kemudian diserahkan kepada Anoman.
Perbuatan Trigangga diketahui oleh Bukbis. Terjadilah perang seru antara saudara satu ibu. Dengan bantuan Anoman yang mempergunakan kacabengkala, Pratalamariyan yang bersenjatakan Topeng Waja dapat dibinasakan. Trigangga kemudian mengabdikan diri kepada Sri Rama sampai perang Alengka berakhir, setelah itu kembali ke pertapaan Kandabumi.[2]
Referensi
- ^ "Hanoman". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2021-08-22.
- ^ "TRIGANGGA | Mengenal Tokoh Pewayangan Jawa". TRIGANGGA | Mengenal Tokoh Pewayangan Jawa. Diakses tanggal 2021-10-15.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.