Ungker
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juli 2020) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juli 2020) |
Ungker adalah bentuk kepompong dari ulat jati (Hyblaea puera). Ulat yang sudah cukup memakan daun jati akan memulai fase kepompongnya (pupa) dengan turun ketanah dengan benang dan mulai membungkus dirinya dengan jaringan kepompong. Ungker yang memiliki siklus hidup seperti ini seakan menunggu untuk ditemukan oleh manusia sebagai pangan yang eksotis.
Ungker sebagai pangan lokal kawasan yang kaya akan hutan jati, juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Ngengat yang termasuk dalam ordo lepidoptera ini memiliki kandungan protein yang tinggi, lebih dari 45% berat kering, dengan kandungan asam amino esensial 13% berat kering atau 40% dari total kandungan asam amino yang dikandung. Ungker juga mengandung asam lemak tak jenuh dan sejumlah vitamin larut lemak. Namun, ungker memiliki kandungan lemak yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi dan ayam. Dari kandungan nutrisi ini, ungker layak disandingkan dengan daging sapi dan ayam sebagai sumber protein hewani yang berkualitas tinggi.
Namun perlu diperhatikan bahwa kandungan protein pada ungker mungkin dapat menyebabkan alergi. Meskipun penelitian mengenai alerginitas pada ungker belum pernah dilakukan, tetapi anda harus berhati-hati jika anda mempunyai alergi pada ikan-ikanan atau serangga dan ingin mencoba ungker.
Keberadaan ungker yang musiman menjadi penyebab utama tingginya harga bahan pangan ini. Daun jati yang menjadi sumber makanan ulat jati hanya tumbuh subur di musim hujan, karena begitu memasuki musim kemarau, daunnya akan menggugurkan diri. Pada musim hujan, daun jati mulai tumbuh dan menjadi makanan utama bagi ulat jati. Setelah puas memakan daun jati, ulat akan membentuk kepompong dan siap ditemukan manusia.
Biasanya, masyarakat Blora akan mencari ungker yang berjatuhan di sekitar pohon jati. Ungker yang cukup terkumpul dijual dalam bentuk mentah, dalam wadah gelas mineral. Ungker yang siap ‘panen’ biasanya berwarna coklat tua dan memiliki ukuran sebesar satu hingga dua sentimeter.
Pengolahan ungker ini tergantung selera. Ungker dapat diolah dengan cara digoreng biasa dengan minyak kelapa atau minyak sawit. Namun sering kali ungker diolah dengan cara dioseng. Pada awalnya, ungker dibersihkan terlebih dahulu dengan air dan dikeringkan.
Ungker atau kepompong ulat daun jati ternyata memiliki kandungan nutrisi yang tinggi terdiri dari protein, lemak baik, mineral, karbohidrat dan vitamin. Tidak mengakibatkan racun atau alergi bagi yang mengkonsumsi, ini menurut pengalaman yang mengkonsumsi sudah lama makan ungker ulat daun jati. Bahkan konon ungker ulat daun jadi dapat menyembuhkan alergi. Wallahualam bisawaf. Percaya, karena Alloh menciptakan ungker ini in sha Alloh ada tujuannya. Tinggal manusia lah yang dapat menangkap isyarat fenomena dengan kemajuan tehnik untuk penelitian. Silakan.
Penjelasan ini diperkuat lagi oleh Pakar Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia [LIPI]
Ungker ulat daun jati dapat dijadikan berbagai masakan.
- Dioseng dengan cabai hijau yang pedas
- Dibuat rempeyek ungker
- Dibuat bakwan ungker
- Dibotok ungker dengan kelapa muda
- Dipepes pedas dengan rajangan serai muda beserta teman-temanya.
- Digoreng saja bumbu garam dan lada
Menurut portaljawa, Berikut ini adalah Cara memasak ungker yang benar
Cara Memasak Ungker
1. Cuci bersih ungker lalu rebus kurang lebih 10 menit tiriskan
2. Kupas, cuci dan potong cabai, tomat, bawang merah, bawang putih lalu tumis hingga harum masukan lengkuas daun kedondong dan ungkernya dan jgn lupa tambahkan garam gula penyedap
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.