Urine sapi
Air kencing sapi adalah produk sampingan cair dari metabolisme pada sapi. Urin ini memiliki peran suci dalam Zoroastrianisme dan Hindu.
Urofagia, yaitu praktik mengonsumsi urin, telah digunakan di beberapa budaya kuno untuk berbagai tujuan kesehatan, penyembuhan, dan kosmetik; praktik meminum urin masih dilakukan hingga saat ini. Urin sapi digunakan sebagai obat di beberapa wilayah di India, Myanmar, dan Nigeria. Klaim para pendukungnya mengenai kemampuan urin sapi dalam menyembuhkan penyakit dan kanker tidak memiliki dukungan ilmiah.[1][2][3][4]
Hindu
Urin sapi dianggap suci dalam agama Hindu. Urin sapi digunakan dalam pembuatan pancha-gavya, untuk keperluan ritual Hindu.[5] Kitab Mahabharata mengisahkan sebuah cerita tentang bagaimana Laksmi, dewi kemakmuran, datang untuk bersemayam di dalam kotoran sapi. Dalam legenda tersebut, Laksmi meminta sapi-sapi agar membiarkannya tinggal di dalam tubuh mereka karena mereka murni dan tanpa dosa. Sapi-sapi tersebut menolak, menggambarkannya sebagai sosok yang tidak stabil dan berubah-ubah. Laksmi memohon agar mereka menerima permintaannya, dengan mengatakan bahwa orang lain akan mengejeknya jika ia ditolak oleh para sapi, dan akhirnya ia setuju untuk tinggal di bagian tubuh mereka yang paling hina. Sapi-sapi tersebut kemudian mengizinkannya tinggal di dalam kotoran dan urin mereka.[6]
Referensi
- ^ Buncombe, Andrew (21 July 2010). "A cure for cancer – or just a very political animal?". The Independent. Diakses tanggal 21 March 2011.
- ^ Paliwal, Ankur (3 March 2018). "From cure in cow urine to 'superior child', pseudoscience inviting research". Business Standard India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 October 2019. Diakses tanggal 8 September 2019 – via Business Standard.
- ^ RAMACHANDRAN, R. (17 August 2016). "Of 'cowpathy' & its miracles". Frontline.
- ^ Prabhala, Achal; Krishnaswamy, Sudhir (2016-06-16). "Mr. Modi, Don't Patent Cow Urine". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 October 2019. Diakses tanggal 9 September 2019.
- ^ Jain, Rupam (2010-03-08). "Cow dung and urine 'healthy'". Telegraph. Diakses tanggal 2019-11-13.
- ^ Isobel Julia Leslie (1989). The Perfect Wife: The Orthodox Hindu Woman according to the Strīdharmapaddhati of Tryambakayajvan. Oxford University South Asian Studies Series. Oxford University Press. hlm. 60–62. ISBN 978-0-19-562107-5.
Pranala luar
Media terkait Cattle urine di Wikimedia Commons
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.