Virus Hendra

Virus Hendra
Hendra virus Suntingan nilai di Wikidata

Gambar mikrograf elektron berwarna dari virion Hendra henipavirus (memiliki panjang sekitar 300 nanometer)
Taksonomi
KerajaanOrthornavirae
FilumNegarnaviricota
KelasMonjiviricetes
OrdoMononegavirales
FamiliParamyxoviridae
GenusHenipavirus
SpesiesHendra virus Suntingan nilai di Wikidata

Virus Hendra, atau dikenal dengan nama ilmiah Hendra henipavirus, merupakan virus yang dibawa oleh kelelawar yang menyebabkan infeksi mematikan pada kuda dan manusia. Beberapa wabah virus tersebut dilaporkan terjadi pada kuda-kuda di Australia. Virus Hendra termasuk dalam genus Henipavirus, yang masih berkerabat dengan virus Nipah dan juga virus Cedar, yang juga pernah menyebabkan wabah penyakit di sejumlah negara.[1]

Patologi

Virus Hendra terkadang disuntikan pada kalong sebagai tujuan eksperimen untuk pengembangan viraemia dan menaburkan virus dalam urin, kotoran dan air liur hewan tersebut melalui proses selama kurang lebih satu minggu. Namun, tidak terdapat indikasi penyakit dalam tubuh mereka.[2] Gejala dari infeksi virus Hendra pada manusia kebanyakan berasal dari pernafasan, termasuk hemorrhage dan edema pada paru-paru, atau dalam beberapa kasus dapat menyebabkan viral meningitis. Sedangkan pada kuda, infeksi ini menyebabkan satu atau lebih oedema pulmonaris, dan gejala kongesti dan tanda-tanda neurologis.[3]

Ephrin B2 telah diidentifikasi menjadi reseptor utama untuk virus-virus dalam genus henipavirus.[4]

Penyebaran

Virus Hendra telah teridentifikasi bersarang dalam tubuh kalong dan menyebar melalui hewan tersebut. Selain itu, terdapat seroprevalensi sebesar 47% yang ditemukan dalam kalong, yang menandakan telah terjadi infeksi terhadap sejumplah populasi kelelawar dan hewan sejenis di seluruh penjuru Australia.[5] Infeksi Hendra pada kuda terjadi setelah kontak dengan cairan tubuh dari kalong yang sudah terinfeksi. Cairan tersebut biasanya dapat berupa urin, feses, atau buah yang dilumuri oleh air liur dari kalong yang tidak sengaja termakan, terhirup, dsb. oleh kuda. Sementara tujuh kasus manusia yang terinfeksi oleh virus tersebut, semuanya terjadi karena kontak dengan kuda yang sakit.

Pencegahan, deteksi, dan penanganan

Terdapat sejumlah cara yang digunakan untuk mengurangi risiko penularan pada manusia, yaitu:[6]

Vaksin untuk Kuda

Pada November 2012, sudah tersedia vaksin virus Hendra untuk kuda. Vaksin ini hanya akan diperuntukkan untuk kuda, karena, menurut ahli patologi hewan CSIRO Dr. Deborah Middleton, memutus siklus penularan dari kalong ke kuda dapat mengurangi kemungkinan penularan ke manusia, serta, "vaksin untuk manusia akan memakan waktu bertahun-tahun lagi."[7][8]
Vaksin tersebut merupakan jenis vaksin subunit yang akan menetralkan virus Hendra dan terbentuk dari versi terlarut dari antigen permukaan G pada virus Hendra dan berhasil digunakan pada model ferret.[9][10][11] Per tanggal Desember 2014, sekitar 300.000 dosis telah diberikan kepada lebih dari 100.000 kuda. Terdapat laporan bahwa terjadi pembengkakan pada bagian yang disuntikkan vaksin pada sekitar 3 per 1000 dosis. Sementara itu, tidak ada kematian hewan yang dilaporkan terjadi.[12]
Pada bulan Agustus 2015, Otoritas Pestisida dan Obat Hewan Australia (APVMA) mendaftarkan vaksin tersebut pada vaksin yang boleh beredar. Dalam pernyataannya, badan pemerintah Australia merilis semua data tentang efek samping yang dilaporkan.[13] Kemudian pada Januari 2016, APVMA menyetujui penggunaannya pada kuda hamil.[14]

Tes kesehatan untuk membantu mendiagnosis penyakit pada kuda dengan cepat

Meskipun penelitian tentang pendeteksian virus Hendra masih berlangsung, metode untuk mendapatkan hasil yang kemungkinan akurat telah ditemukan, yakni dengan konjungasi antibodi dengan partikel magnetik dan titik kuantum.[15][16]

Penanganan pasca-kontak untuk manusia

Virus Nipah dan virus Hendra memiliki kaitan paramiksovirus yang erat dan muncul dari kelelawar pada periode tahun 1990-an yang menyebabkan wabah mematikan pada manusia dan hewan peliharaan. Para peneliti Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) telah mengembangkan vaksin untuk virus Nipah dan Hendra berdasarkan materi larutan glikoprotein-G dari virus yang diformulasikan bahan yang membantu proses kerja dari campuran tersebut. Kedua vaksin telah menunjukan penginduksian antibodi penetral yang kuat pada hewan berbeda dalam uji coba laboratorium.
Uji coba dimulai pada tahun 2015 untuk mengevaluasi keefektifan antibodi monoklonal yang akan digunakan sebagai pengobatan komplementer untuk manusia yang terpapar kuda yang terinfeksi virus Hendra.[17]

Dampak penggundulan hutan

Ketika mempertimbangkan sisi zoonosis, seseorang harus memahami kontribusi sosiologi, ekologi, dan biologis yang mungkin menjadi penyebab lonjakan wabah dadi ini. Sebagian diantaranya menyakini bahwa virus Hendra merupakan virus musiman, sehingga ada korelasi antara waktu berkembang biak dan peningkatan kejadian penularan virus Hendra pada kelelawar dan kalong.[18][19]
Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan penggundulan hutan di Australia dapat menyebabkan peningkatan infeksi virus Hendra. Kelelawar dan kalong cenderung mencari makan di pepohonan; tetapi, dikarenakan kurangnya pohon buah-buahan tertentu di daerah tersebut, kelelawar ini harus berpindah dan dengan demikian akan lebih sering terjadi kontak dengan kuda. Dua wabah virus Hendra terbaru pada tahun 2011 dan 2013 tampaknya terkait dengan peningkatan tingkat stres diakibatkan kurangnya nutrisi yang didapatkan oleh kelelawar serta perpindahan populasi kelelawar. Dikarenakan hal ini, vaksinasi di antara kuda serta menanam kembali hutan-hutan penting ini sebagai tempat makan kelelawar rubah terbang diberlakukan.[19]

Sejarah

Virus Hendra (awalnya disebut “Equine morbillivirus”) ditemukan pada September 1994 ketika virus tersebut menyebabkan kematian tiga belas ekor kuda dan seorang pelatih di sebuah kompleks pelatihan di 10 Williams Avenue, Hendra, sebuah pinggiran kota Brisbane di Queensland, Australia.[20]

Kasus indeks, seekor kuda betina bernama Drama Series yang didatangkan dari padang rumput di Cannon Hill, ditempatkan bersama 19 kuda lainnya setelah jatuh sakit, dan meninggal dua hari kemudian. Selanjutnya, semua kuda tersebut jatuh sakit, dengan 13 di antaranya meninggal. Enam hewan yang tersisa kemudian di-eutanasia sebagai upaya mencegah infeksi kambuh dan kemungkinan penularan lebih lanjut.[21] Pelatih, Victory “Vic” Rail, dan mandor kandang, Ray Unwin, terlibat dalam merawat kasus indeks, dan keduanya jatuh sakit dengan gejala mirip influenza dalam waktu satu minggu setelah kematian kuda pertama. Pekerja kandang pulih, tetapi Rail meninggal akibat kegagalan pernapasan dan ginjal. Sumber virus kemungkinan besar berasal dari lendir hidung berbusa pada kasus indeks.[22]

Wabah kedua terjadi pada Agustus 1994 (secara kronologis mendahului wabah pertama) di Mackay, 1.000 kilometer (620 mil) di utara Brisbane, yang mengakibatkan kematian dua kuda dan pemiliknya.[23] Pemilik tersebut membantu dalam proses otopsi kuda-kuda tersebut, dan dalam waktu tiga minggu dirawat di rumah sakit karena menderita meningitis. Ia sembuh, tetapi 14 bulan kemudian mengalami gejala neurologis dan meninggal. Wabah ini didiagnosis secara retrospektif berdasarkan adanya virus Hendra di otak pasien.[24]

Referensi

  1. ^ Broder, Christopher C.; Weir, Dawn L.; Reid, Peter A. (2016-06). "Hendra virus and Nipah virus animal vaccines". Vaccine (dalam bahasa Inggris). 34 (30): 3525–3534. doi:10.1016/j.vaccine.2016.03.075. PMC 4933500. PMID 27154393.
  2. ^ Edmondston, Jo; Field, Hume (2009). "Research update: Hendra Virus" (PDF). Australian Biosecurity CRC for Emerging Infectious Disease. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 February 2015. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  3. ^ Middleton, D. "1Initial experimental characterisation of HeV (Redland Bay 2008) infection in horses" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 May 2014. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  4. ^ Lee B, Ataman ZA; Ataman (2011). "Modes of paramyxovirus fusion: a Henipavirus perspective". Trends in Microbiology. 19 (8): 389–399. doi:10.1016/j.tim.2011.03.005. PMC 3264399. PMID 21511478.
  5. ^ Quammen, David. Spillover: Animal Infections and the next Human Pandemic. New York: W.W. Norton, 2012. Print.
  6. ^ "Opinion: combating the deadly Hendra virus". CSIRO. 13 May 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 24 November 2012.
  7. ^ "Equine Henda Virus Vaccine Launched in Australia". The Horse. 1 November 2012. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  8. ^ Taylor, John; Guest, Annie (1 November 2012). "Breakthrough Hendra virus vaccine released for horses". Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  9. ^ Pallister, J; Middleton, D; Wang, LF (2011). "A recombinant Hendra virus G glycoprotein-based subunit vaccine protects ferrets from lethal Hendra virus challenge". Vaccine. 29 (24): 5623–30. doi:10.1016/j.vaccine.2011.06.015. PMC 3153950. PMID 21689706.
  10. ^ Fraser, Kelmeny (24 July 2011). "Hendra virus scientists push for vaccine to be fast-tracked". The Sunday Mail. Queensland. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  11. ^ "Hendra vaccine could be ready in 2012". Australian Associated Press. 17 May 2011. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  12. ^ "Autopsy carried out on exhumed horse to determine if Hendra vaccine caused its death - By Marty McCarthy". ABC News. Australian Broadcasting Corporation 30 December 2014. 30 Desember 2014. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  13. ^ "Chemical regulator registers Hendra vaccine, releases data on reported side effects - By Marty McCarthy". ABC News. Australian Broadcasting Corporation 5 August 2015. 4 Agistus 2015. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  14. ^ "Hendra vaccine approved for use in pregnant mares - By Kim Honan". ABC News. Australian Broadcasting Corporation. 29 Januari 2016. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  15. ^ Huw Morgan (20 September 2012). "A 'quantum' step towards on-the-spot Hendra virus detection". news@CSIRO. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  16. ^ Lisi F, Falcaro P, Buso B, Hill AJ, Barr JA, Crameri G, Nguyen TL, Wang LF, Mulvaney P (2012). "Rapid Detection of Hendra Virus Using Magnetic Particles and Quantum Dots". Advanced Healthcare Materials. 1 (5): 631–634. doi:10.1002/adhm.201200072. PMID 23184798.
  17. ^ - By Robin McConchie (April 2015). "Hendra trials for humans about treatment not prevention". ABC News. Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 20 Mei 2022.
  18. ^ Plowright, R. K. et al. (15 Januari 2008). Reproduction and nutritional stress are risk factors for Hendra virus infection in little red flying foxes (Pteropus scapulatus).http://rspb.royalsocietypublishing.org/content/royprsb/275/1636/861.full.pdf
  19. ^ a b Plowright RK; et al. (2015). "Ecological dynamics of emerging bat virus spillover". Proc. R. Soc. B. 282 (1798): 20142124. doi:10.1098/rspb.2014.2124. PMC 4262174. PMID 25392474.
  20. ^ Selvey, Linda A; Wells, Rachel M; McCormack, Joseph G; Ansford, Anthony J; Murray, Keith; Rogers, Russell J; Lavercombe, Peter S; Selleck, Paul; Sheridan, John W (1995-06). "Infection of humans and horses by a newly described morbillivirus". Medical Journal of Australia (dalam bahasa Inggris). 162 (12): 642–645. doi:10.5694/j.1326-5377.1995.tb126050.x. ISSN 0025-729X.
  21. ^ "Hendra virus: the initial research (Queensland Primary Industries and Fisheries)". www.dpi.qld.gov.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-11.
  22. ^ Thomas, Presented byHelen (1995-10-28). "Outbreak At Victory Lodge". ABC listen (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2026-05-11.
  23. ^ Field, Hume; Young, Peter; Yob, Johara Mohd; Mills, James; Hall, Les; Mackenzie, John (2001-04-01). "The natural history of Hendra and Nipah viruses". Microbes and Infection. 3 (4): 307–314. doi:10.1016/S1286-4579(01)01384-3. ISSN 1286-4579.
  24. ^ "Hendra Virus Infection - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2026-05-11.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.