Wader goa

Wader goa
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
B. microps
Nama binomial
Barbodes microps
Günther, 1868
Sinonim
  • Barbus microps
  • Puntius microps

Wader goa[2] (Barbodes microps) adalah sebutan lokal bagi jenis spesies ikan endemik dan memiliki habitat unik terutama di pedesaan yang memiliki perairan bawah tanah sampai sekitar gua-gua karst terutama di wilayah Jawa dan sekitarnya. Asal nama wader digunakan masyarakat Jawa untuk menyebut ikan kecil air tawar, sementara kata goa merujuk pada habitat alaminya yang berada di sekitar atau di dalam goa. Penamaan ini bersifat tradisional namun selalu dapat menggambarkan ikan di Jawa dan dapat berbeda antar daerah di Indonesia. Ikan Wader goa salah satu jenis ikan tawar yang rentan terancam punah, termasuk dalam karakteristik Ostariopshi dan kategori family Cyprinidae.

Ciri-ciri umum

Ikan Wader yang ditemukan di Waduk Sempor Kebumen memiliki bentuk tubuh compressed, karakter morfologi dari ikan Wader goa bentuk kepala pipih dorso lateral, posisi mulut subterminal dengan mulut yang dapat di sembulkan. Spesies ikan ini memiliki karakter warna tubuh hitam, panjang standar (SL) 49-50 mm, Rasio HL:SL 1:4, jumlah sungut sebanyak 4, Sisik Linea literis (LS) 22-23, Sisik melintang badan (SMB) sebanyak 5, Sisik melintang batang ekor (SMBt) 2-3, Sisik dorsal (SD) 8, Sirip dorsal D.II.8, Sirip pectoral P.I.10, Sirip abdominal V.I.8, Sirip anal A.II.5, Sirip caudal C.20-24.[3]

Hasil pengukuran karakter morfometrik rata-rata panjang standar ikan Wader adalah 49-50 mm. [3]Karakter meristik dari ikan Wader goa yaitu karakter dari Dorsal rays 8, Anal rays (sirip dubur) 5, Ventral rays (sirip perut) 8, Pectoral rays (sirip dada) 15-16, Predorsal rays (Sirip punggung) 9-10, Linea lateralis (gurat sisi) 21-23, Caudal peduncle scales (pangkal sirip ekor) 12, dan transverse scale (sisik melintang tubuh) 4 ½ 4. Spesimen Ikan Wader gowa memiliki mata kecil, beberapa matanya mengecil dan beberapa lagi tidak punya mata.[2]

Taksonomi

Kingdom : Animal
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Order : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Nama Ilmiah : Barbodes microps
Nama lokal : Wader Goa

Termasuk jenis ikan yang Vulnerable [4] yang artinya jenis spesies ini rentan akan kepunahan sehingga perlu dijaga habitatnya.

Habitat dan persebaran

Wader goa hidup di perairan air tawar yang relatif tenang dan alami, terutama pada aliran air di dalam goa, sungai-sungai kecil di sekitar kawasan karst, mata air bawah tanah, serta selokan alami yang memiliki air jernih dan terus mengalir. Habitat tersebut umumnya memiliki suhu air dingin hingga sejuk, tingkat pencahayaan yang rendah, kandungan oksigen terlarut yang cukup, serta arus air yang lemah hingga sedang. Persebaran wader goa cenderung terbatas dan sangat bergantung pada kondisi lingkungan setempat, sehingga keberadaannya mudah terpengaruh oleh perubahan ekosistem, terutama kerusakan kawasan karst dan sumber air alami.

Wader goa merupakan salah satu ikan air tawar adalah jenis ikan yang hidup di air tawar di kolam, sungai, dan danau dengan salinitas air 0,05%. Sebanyak 41 persen dari jumlah spesies ikan diketahui hidup di air tawar. Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan air laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologis yang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh. Hal ini karena spesiasi yang cepat yang menjadikan habitat yang terpencar menjadi mungkin untuk ditinggali. [2]

Perilaku dan pola hidup

Wader goa termasuk ikan yang aktif di perairan dangkal dan sering terlihat berenang secara berkelompok di dekat dasar atau tepi aliran air. Pola makannya bersifat omnivora sederhana, dengan sumber pakan utama berupa mikroorganisme air, lumut halus, serta serangga kecil atau larva yang hidup di perairan tersebut. Ikan ini dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama pencemaran air, penurunan kualitas habitat, dan pengeringan sumber mata air, sehingga populasinya dapat menurun dengan cepat apabila kondisi lingkungan tidak terjaga. Hal ini sangat berkaitan dengan ekosistem air tawar.

Peran ekologis

Dalam ekosistem perairan kecil, wader goa memiliki peran ekologis yang penting, antara lain sebagai pengendali populasi mikroorganisme[5] dan organisme kecil lainnya, serta sebagai salah satu sumber pakan bagi hewan air yang lebih besar. Keberadaannya juga sering dianggap sebagai indikator alami kualitas air, karena ikan ini cenderung hanya dapat bertahan hidup di perairan yang masih bersih dan relatif alami.

Hubungannya dengan manusia

Di beberapa daerah, wader goa memiliki hubungan terbatas dengan aktivitas manusia. Ikan ini kadang ditangkap dalam jumlah kecil untuk konsumsi lokal, meskipun tidak menjadi komoditas perikanan utama karena ukurannya yang kecil. Selain itu, wader goa juga sering dimanfaatkan sebagai umpan memancing serta dipelihara secara tradisional di kolam kecil atau wadah air oleh masyarakat setempat. Namun, eksploitasi terhadap wader goa relatif jarang terjadi dan umumnya tidak berskala besar, mengingat keterbatasan habitat alaminya serta nilai ekonominya yang rendah.[6]

Referensi

  1. ^ Wader goa (2020). https://www.iucnredlist.org/species/70034660/90997131
  2. ^ a b c Haryono, Haryono (2006-12-31). "STUDI MORFOMETRI IKAN WADER GOA (Puntius microps Gunther, 1868) YANG UNIK DAN DILINDUNGI UNDANG-UNDANG". Berkala Penelitian Hayati. 12 (1): 51–55. doi:10.23869/bphjbr.12.1.20069. ISSN 0852-6834.
  3. ^ a b Damayanti, Pradina; Bhagawati, Dian; Setyaningrum, Nuning (2022-06-30). "Identifikasi dan Kekerabatan Fenotipe Ikan Familia Cyprinidae Asal Waduk Sempor, Jawa Tengah". EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi (dalam bahasa Inggris). 7 (1): 1–14. doi:10.33019/ekotonia.v7i1.3138. ISSN 2722-4171.
  4. ^ "Albizia retusa: Oldfield, S." IUCN Red List of Threatened Species. 2020-02-20. Diakses tanggal 2026-03-01.
  5. ^ Arista, Putu Cindy (2023-03-10). "Peranan Mikroorganisme Pendegradasi Plastik: Tinjauan Biodegradasi Plastik, Mekanismenya, serta Mikroorganisme yang Berperan". Pro-Life. 10 (1): 743–755. doi:10.33541/pro-life.v10i1.4689. ISSN 2579-7557.
  6. ^ "Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi". Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi. Vol. 10 (2). doi:10.33019. ;

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.