AQUA, H&M Mengembangkan Inisiatif “Bottle2Fashion” untuk Mengurangi Sampah Plastik

ArtikelDigital.com, Bekerja sama untuk mengurangi masalah sampah plastik di laut di Indonesia, perusahaan air minum dalam kemasan Danone-AQUA dan peritel Swedia H&M Indonesia telah meningkatkan inisiatif bottle2fashion mereka, di mana mereka memproduksi pakaian anak-anak yang ramah lingkungan dari botol plastik daur ulang.

Bersama-sama, perusahaan melengkapi peluncuran lini produk pakaian anak yang berkelanjutan di bawah kampanye di seluruh dunia yang disebut “Membersihkan untuk Masa Depan” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengatasi polusi laut yang disebabkan oleh sampah plastik.

Buatan Indonesia, koleksi ini dapat dibeli di id.hm.com dan 12 gerai H&M di seluruh Jakarta dan kota satelitnya, Surabaya di Jawa Timur, Bandung di Jawa Barat, serta Bali.

Koleksinya juga akan tersedia di berbagai toko H&M online dan offline di negara-negara Asia, Afrika dan Eropa, serta di Amerika Serikat sebagai bagian dari kampanye global untuk mendidik konsumen, termasuk anak-anak, tentang bagaimana mereka dapat berpartisipasi secara kolektif.

Upaya untuk mengurangi masalah pencemaran laut. Kampanye global tersebut juga berupaya mengajak konsumen untuk mengambil tindakan menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Inisiatif bottle2fashion adalah gagasan kemitraan perusahaan untuk memperkenalkan produk melingkar yang terbuat dari limbah plastik daur ulang, yang menggabungkan alat produksi berkelanjutan ke dalam pakaian sehari-hari yang lebih berkelanjutan.

Pada tahun 2017, masyarakat Indonesia mulai menangani masalah sampah plastik laut dengan lebih serius setelah data 2015 dari peneliti Jenna R. Jambeck dirilis, menempatkan Indonesia di peringkat kedua dalam daftar penghasil sampah plastik terbesar di dunia dengan 187,2 juta ton sampah plastik, setelah China.

Dengan 262,9 juta ton pada tahun yang sama, Danone-AQUA dan H&M Indonesia meluncurkan inisiatif bottle2fashion, awalnya berfokus pada pembuatan sarung tangan dan kaus kaki dari plastik daur ulang saja.

Kampanye tersebut merangkum dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah plastik laut hingga 70 persen pada tahun 2025, serta menurunkan polusi plastik hingga hampir nol pada tahun 2040.

Kampanye tersebut diluncurkan pada tahun yang sama dengan Kantor Koordinasi. Peluncuran Forum Aliansi Solusi Plastik Laut oleh Menteri Kelautan dan Investasi.

Menurut manajer pengemasan berkelanjutan senior Danone Indonesia Ratih Anggraeni, inisiatif bottle2fashion berhasil mengumpulkan 129 ton botol plastik bekas dari Kabupaten Kepulauan Seribu, tempat ekowisata populer dengan taman nasional yang terletak di pantai utara Jakarta.

“Ini merupakan wujud upaya kami untuk mencegah sampah plastik mencemari lautan, sebagai wujud dari gerakan #BijakBerplastik [UsePlasticWledge],” kata Ratih.

Sementara itu, manajer keberlanjutan regional H&M Indonesia Anya Sapphira mengatakan dia bangga dapat bekerja sama dengan Danone-AQUA untuk mendukung tujuan nasional dan global yang lebih luas.

“Sampah plastik di laut adalah masalah global, saya yakin setiap negara dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah ini, begitu pula perusahaan.

Perusahaan kami ingin berkontribusi secara positif di negara tempatnya beroperasi, ”kata Anya dalam konferensi pers virtual, Rabu.

Ratih menjelaskan, Danone-AQUA juga telah membantu masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu untuk mendirikan bank sampah masyarakat di ruang publik dan sekolah.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa membantu membangun infrastruktur yang tepat untuk daur ulang sampah hanyalah setengah dari cerita.

Agar inisiatif lingkungan berhasil, Danone-AQUA telah bermitra dengan LSM lokal, sekolah, dan kelompok kesadaran pariwisata setempat untuk mendidik masyarakat luas tentang pentingnya mendaur ulang sampah plastik.

 

Botol plastik yang dikumpulkan dari Kepulauan Seribu kemudian akan diangkut ke unit usaha daur ulang Danone-AQUA di Tangerang Selatan untuk disortir dan dibersihkan sebelum diparut menjadi potongan-potongan kecil.

Setelah itu, unit bisnis akan mengirimkan plastik parut tersebut ke fasilitas produksi H&M Indonesia untuk selanjutnya diubah menjadi poliester dan berbagai produk fashion yang tersedia di gerai H&M di seluruh dunia.

“Kampanye pembersihan untuk masa depan bersama Danone-AQUA ini mendukung visi kami untuk menggunakan 100 persen sirkularitas dengan menggunakan sumber daya yang berkelanjutan.

Koleksi pakaian anak-anak dari botol plastik daur ulang adalah bagian dari upaya kami untuk mencapai 100 persen alat produksi daur ulang dan berkelanjutan untuk merek H&M pada tahun 2030, ”kata manajer komunikasi H&M Indonesia Karina Soegarda.

Menurut Anya, saat ini lini pakaian anak terdiri dari sekitar 20 hingga 40 polyester daur ulang dan sekitar 60 hingga 80 persen katun organik.

Anya melanjutkan dengan mengatakan bahwa H&M juga sangat prihatin tentang dampak mikrofiber terhadap lingkungan dan perusahaan saat ini sedang menyelidiki bagaimana hal itu dapat mendorong penelitian ke depan untuk menghasilkan inovasi teknologi yang dapat membantu mencegah serat mikro tumpah dari item pakaian selama proses pencucian.

Rantai pasokan dari koleksi pakaian anak-anak mencerminkan konsistensi kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi inovatif dan holistik untuk pencemaran plastik di laut, yang bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.

Kampanye ini juga menyampaikan pesan bahwa solusi inovatif yang berdampak luas hanya dapat dilakukan melalui kemitraan multipihak yang melibatkan industri, komunitas, LSM, lembaga akademik, media massa, dan lembaga pemerintah.

Danone-AQUA sendiri telah merintis penggunaan kendi ramah lingkungan reusable sejak tahun 1984, sebelum meluncurkan program daur ulang Danone-AQUA Peduli pada tahun 1993.

Sebagai pionir dalam praktik bisnis yang berkelanjutan, perusahaan juga terus mempromosikan bijak berplastik (penggunaan plastik) secara bijak, berkampanye dengan berbagai pemangku kepentingan agar masyarakat dapat lebih cepat mengadopsi kebiasaan mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang.

Perusahaan tidak pernah berhenti berinovasi membangun ekonomi melingkar, diantaranya melalui peluncuran AQUA LIFE, kemasan botol 100 persen berbahan PET daur ulang dan dapat didaur ulang.

One Pingback

Comments are closed.

RSS
Telegram