Benarkah Pelajaran Agama Islam Dihapus? Rektor UIC Minta Penjelasan Menteri Agama

Spread the love

ArtikelDigital.com, Kementerian Agama (Kemenag) dikabarkan menghapus mata pelajaran agama Islam untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Informasi itu beredar luas di media sosial disertai dengan surat yang ditandatangani oleh Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar pada 10 Juli 2020.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Benarkah Pendidikan Agama Islam & bahasa Arab dihapuskan dari kurikulum sekolah madrasah? Apa saat ini menteri agamanya impor dr China? Semoga rezim laknat ini segera berakhir,” cuit akun Twitter @Mr_703n4_______.

Rektor Universitas Ibnu Chaldu atau Rektor UIC Prof Musni Umar meminta agar Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penjelasan terkait isu penghapusan mata pelajaran agama Islam.

“Yth Bapak Menteri Agama RI. Mohon klarifikasi kebenaran SMS yg beredar di masyarakat berikut surat Kementerian Agama RI bhw pelajaran Agama Islam dan bhs Arab dihapus dari kurikulum sekolah madrasah. Harap direspon untuk menenangkan masyarakat,” kata Musni Umar melalui akun Twitter-nya, Sabtu (11/7/2020).

Kementerian Agama (Kemenag) tidak menghapus mata pelajaran agama Islam untuk tingkat MI, MTS dan MA.

Kemenag hanya memperlakukan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, yakni KMA No 183 tahun 2019.

Dengan diberlakukannya kurikulum baru tersebut, maka kurikulum lama, yakni KMA 165 tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah dinyatakan tidak berlaku lagi.

Direktur SKK Madrasah, A Umar mengatakan, kurikulum baru tersebut mulai berlaku pada tahun tahun pelajaran 2020/2021, tepatnya mulai 13 Juli mendatang.

“Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab,” terang Umar di Jakarta, dilansir dari laman kemenag.go.id, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Umar, Kemenag telah menerbitkan KMA No 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Kedua KMA ini akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021.

“KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,” ujar Umar.

“Sehubungan itu, mulai tahun ajaran ini KMA 165 tahun 2014 tidak berlaku lagi,” tambah Umar.

Meski demikian, mata pelajaran dalam Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014. Mata Pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

“Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” jelas Umar.

“Kemenag juga sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru ini sehingga baik guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah,” tandas Umar.