Bisnis jet pribadi Indonesia tanpa cedera oleh pandemi

Bisnis jet pribadi Indonesia tanpa cedera oleh pandemi

Perjalanan udara komersial di Indonesia mungkin terpukul sebagai akibat pandemi COVID-19, namun beberapa penyedia layanan jet pribadi dilaporkan tidak hanya selamat dari krisis ekonomi – mereka bahkan mengalami peningkatan pendapatan.

“[Pendapatan kami] tetap stabil selama pandemi. [Bisnis seperti biasa] dan bahkan cenderung meningkat,” kata direktur Indojet Sarana Aviasi Stefanus Gandi di Bali pada hari Minggu seperti dikutip oleh kompas.com.

Menurut Stefanus, tren positif adalah karena pelanggan yang terbang internasional, terutama ketika datang ke repatriasi ekspatriat di Indonesia.

“Kami menerima lusinan permintaan semacam itu. Namun, kami tidak dapat memenuhi semuanya karena tergantung pada situasi di bandara tujuan, karena ada beberapa negara yang masih memblokir akses ke penerbangan, termasuk jet pribadi,” kata Stefanus. .

Sebagai hasil dari pandemi, Indojet Sarana Aviasi sekarang mengharuskan pelanggannya menjalani pengujian reaksi rantai polimerase (PCR) sebelum memesan layanannya.

“Sebelumnya proses pemesanan bisa dilakukan dalam satu hari atau sekitar enam jam. Namun, sekarang prosesnya bisa memakan waktu paling cepat tiga hari,” tambahnya.

Harga untuk layanan jet pribadi dikatakan sekitar Rp 300 juta untuk rute domestik. Perusahaan mengatakan biasanya menerima empat pemesanan per hari, baik untuk rute domestik atau internasional.

“Untuk layanan charter domestik seperti Jakarta-Bali, tarifnya adalah Rp 300 juta. Kedua kota berfungsi sebagai hub utama kami tetapi kami juga terbang ke wilayah Indonesia lainnya seperti Sulawesi,” kata Stefanus.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •