Boneka Seks Kini Dibekali AI hingga Detak Jantung dan Bisa Bernapas

Spread the love

ArtikelDigital.com, Di sejumlah negara maju, banyak orang memilih tidak menikah. Sebagai gantinya, mereka menggunakan robot seks untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya. Jepang misalnya. Negeri Sakura itu dikenal sebagai negara yang penduduknya paling enggan menikah dan memiliki pasangan selama beberapa tahun terakhir. Banyak masyarakat akhirnya memilih boneka seks sebagai gantinya.

Selain itu, masyarakat Jepang yang terkenal ‘gila kerja’ enggan menikah lantaran malas berkomitmen. Memilih boneka seks dianggap alternatif lantaran tidak mesti menafkahi atau terlalu banyak menuntut.

Soal boneka seks, perkembangannya dari tahun ke tahun kian signifikan. Dari hanya berupa boneka besar (berbagai gender) dengan material plastik, karet atau latex sederhana, hingga kini yang terbaru ada pengembang robot seks yang membuat robot dengan bekal kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Robot seks yang baru dikembangkan oleh startup bernama Sex Doll Genie tersebut layaknya manusia hidup. Karena dibekali dengan teknologi AI. Robot jadi bisa bernapas bahkan seperti memiliki denyut jantung dan semakin mirip dengan manusia.

Sex Doll Genie mengatakan bahwa boneka seksnya saat ini sedang dalam fase produksi massal. Berbicara kepada Daily Star, Amit, salah satu pendiri Sex Doll Genie, menjelaskan, untuk salah satu merek yang dimiliki sekarang disebut AI AI-Tech, yang telah mengambil lompatan berikutnya dan telah menambahkan beberapa AI ke dalamnya.

“Ada satu yang keluar pada akhir tahun ini dan Anda dapat mendengar detak jantung dan mendengar mereka bernapas,” ungkapnya.

Amit menjelaskan bahwa robot yang biasa juga disebut sebagai boneka seks itu akan memiliki asisten yang pintar, yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan robot mereka. “Saya menunggu cara Anda bisa memasukkan Alexa atau Siri (asisten virtual oleh Amazon dan Apple) ke boneka Anda, dan boneka Anda akan mulai berbicara dengan Anda,” imbuhnya.

Menariknya lagi, selama pandemi Covid-19, Sex Doll Genie mengklaim penjualan telah meningkat. Janet Stevensen, salah satu pendiri perusahaan, menjelaskan, pihaknya melihat industri boneka seks mengalami revolusi selama pandemi Covid-19 dengan peningkatan pesanan besar-besaran.

“Pasangan yang telah dikarantina bersama tampaknya jauh lebih terbuka untuk mencoba sesuatu yang baru setelah bereksperimen lebih selama lockdown. Kami juga melihat lebih banyak pria lajang dan perempuan melakukan pemesanan untuk pertama kalinya. Kami pikir ini karena mereka melihat permainan ini sebagai alternatif yang lebih aman daripada menggunakan aplikasi kencan,” tandasnya.