Dewan Pengawas mempertanyakan Ketua KPK atas Dugaan Pelanggaran Etika

Spread the love

ArtikelDigital.com, Dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menanyai ketua komisi, Firli Bahuri, tentang naik helikopter menyusul pengaduan yang diajukan oleh para aktivis anti-korupsi.

Komunitas Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menuduh Firli menjalani “gaya hidup hedonistik” dengan menggunakan helikopter pribadi untuk melakukan perjalanan pribadi dari ibukota Sumatra Selatan, Palembang ke kota kelahirannya di Baturaja di provinsi yang sama minggu lalu. Mereka menyatakan bahwa ini merupakan pelanggaran etika.

“Kami meminta klarifikasi pada hari Kamis,” kata anggota dewan Sjamsuddin Haris pada hari Jumat.

Namun, dia tidak menjelaskan proses klarifikasi atau apakah ada pelanggaran etika telah ditemukan.

Menurut laporan MAKI, Firli naik taksi helikopter, kadang-kadang disebut helimousine, ke Baturaja untuk mengunjungi makam orang tuanya. Layanan tersebut dapat menelan biaya hingga US $ 1.400 untuk satu jam penggunaan, lapor Reuters.

Firli menepis tuduhan dan menolak mengomentari kritik.

“Fokus saya adalah bekerja dan bekerja,” kata mantan kepala kepolisian Sumatera Selatan itu pada hari Jumat.

Rekan Firli, komisioner KPK Alexander Marwata, datang untuk membela dirinya, mengatakan bahwa Firli telah menggunakan helikopter untuk menghemat waktu.

“Terlepas dari pendapat orang, dia sedang mempertimbangkan efisiensi waktu karena dia hanya mengambil cuti satu hari,” kata Alexander.

Alexander mengatakan bahwa Firli telah menjelaskan bahwa dia memilih untuk menyewa helikopter karena akan memakan waktu berjam-jam untuk bepergian dari Palembang ke Baturaja dengan mobil.

MAKI sebelumnya menuduh Firli gagal mematuhi protokol kesehatan selama wabah COVID-19 yang sedang berlangsung karena dia tidak mengenakan topeng atau menjaga jarak saat berinteraksi dengan publik.

Firli membantah melanggar protokol kesehatan dan mengatakan dia mengenakan topeng saat berbicara dengan orang-orang.

Sumber : Kompas