Diduga Pakai Kendaraan Dinas Saat Deklarasi di Rumah Prabowo, Muhamad Dinilai Tidak Netral

ArtikelDigital.com, Muhamad, Sekretaris Daerah (Sekda) Tangerang Selatan yang maju menjadi bakal calon wali kota, tengah menjadi perbincangan khalayak ramai.

Pasalnya, Muhamad yang mendatangi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Senin (20/7/2020), saat deklarasi dirinya dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, diduga menggunakan kendaraan dinas Sekda dengan nomor polisi B 1652 RFO.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya Muhamad menjadi contoh bagi anak buahnya dan menjunjung tinggi netralitas ASN.

“Iya ini bisa menjadi preseden buruk, memberi contoh yang tidak baik kepada para ASN lainnya. Jangan sampai nanti terlihat bahwa level tertinggi ASN bisa seenaknya menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik dan lain-lain, tapi ketika level rendah tidak boleh. ASN harus steril dari kepentingan-kepentingan politik,” ujar Adib, Rabu (22/7/2020).

Adib menuturkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel harus memanggil Sekda Muhammad, karena telah melanggar UU No. 7 tahun 2017 terkait pemilihan umum (Pemilu).

“Sesuai UU No. 7 tahun 2017 sudah jelas aturannya, maka dari itu Bawaslu harus bersikap. Kalau kemarin Benyamin Davnie dipangggil, ya Muhammad juga harus dipanggil,” katanya.

Adib menambahkan Bawaslu seharusnya bertindak tegas dalam menyikapi pelanggaran penggunaan fasilitas negara untuk keperluan kampanye.

“Bawaslu harus tegas. Ekses dari Pilkada Tangsel 2020 ini ada dua orang yang bisa bersinggungan dengan apa fasilitas-fasilitas negara. Apalagi Muhamad adalah panglima ASN di jajaran Pemkot Tangsel,” jelasnya.

RSS
Telegram