Napoleon Bonaparte Di Antara Dua Jenderal Polisi Menjadi Tersangka Korupsi Kasus Djoko Tjandra

Spread the love

ArtikelDigital.com, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menunjuk dua jenderal polisi, Insp. Jenderal Napoleon Bonaparte dan Brig. Jenderal Prasetyo Utomo, tersangka terbaru terkait terpidana korupsi Djoko Soegiarto Tjandra.

“PU [Prasetyo Utomo] dan NB [Napoleon Bonaparte] telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap [dari Djoko Tjandra],” juru bicara Polri Insp. Jenderal Argo Yuwono.

Napoleon sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai kepala divisi hubungan internasional Kepolisian Nasional atas dugaan keterlibatannya dalam mencabut status pemberitahuan merah Djoko, yang memungkinkan terpidana korupsi untuk bebas masuk ke negara itu meskipun berada dalam daftar paling dicari sejak 2009.

Kapolri Jenderal Idham Azis juga mencopot Brigjen. Jenderal Nugroho Wibowo dari jabatannya sebagai Sekretaris Biro Pusat Nasional (NCB) -Interpol Indonesia terkait pencabutan status red notice. Namun Nugroho belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Prasetyo yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengawas dan Koordinasi Penyidik ​​Pegawai Negeri Sipil, dituding mengeluarkan surat yang mengizinkan Djoko bepergian ke dalam negeri saat masih dalam pelarian.

Polisi telah menyita total US $ 20.000, surat dan beberapa bukti digital dari kedua jenderal tersebut selama penyelidikan.

Bareskrim juga menetapkan Djoko dan pengusaha Tommy Sumardi sebagai tersangka penyuapan dua jenderal polisi itu. Mereka dijerat Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Setelah bebas 11 tahun, Djoko – terpidana korupsi kasus korupsi Bank Bali pada tahun 1998 – akhirnya ditangkap di Malaysia pada 30 Juli. Dia melarikan diri dari negara itu setelah dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada tahun 2009 dan telah diperintahkan untuk mengembalikan Rp 546 milyar ($ 54 juta) kepada negara oleh Mahkamah Agung.

Sebelumnya, pengacara Djoko Anita Kolopaking dan jaksa penuntut bernama Pinangki Sirna Malasari ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membantu Djoko dalam pelarian.