Erick Thohir Mulai Sadar Akan Terlempar dari Kabinet

ArtikelDigital.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sepertinya telah menyadari bahwa dia akan terlempar dari Kabinet Indonesia Maju.

Setidaknya hal itu tercermin dari pernyataan Erick Thohir yang mengaku sudah siap dicopot dari menteri sejak pertama diangkat.

Begitu kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto, Senin (13/7).

“Sepertinya ET (Erick Thohir) mulai sadar bahwa mungkin saja dia akan “terlempar” dari kabinet. Sebab nampaknya visi ET dan Jokowi tidak sejalan, atau visi Jokowi tidak mampu diserap ET,” ujarnya.

Selain itu, mantan Sekjen Jaringan Aktivis ProDEM ini menilai Erick Thohir masih biasa-biasa saja dalam bekerja. Bahkan sejumlah pernyataannya yang terlempar ke publik juga tidak sedikit yang blunder.

“Selebihnya hanya sibuk mengganti atau tukar tambah direksi dan komisaris ke timbang menjadikan BUMN sebagai trigger dan akselerator perekonomian nasional yang saat ini mengalami kontraksi hebat akibat dampak Pandemik Covid-19,” pungkas Satyo.

Sebelumnya, Erick Thohir menjawab tentang isu reshuffle kabinet yang muncul beberapa waktu terakhir.

Melalui video wawancara dengan Kompas TV yang diunggah di akun Instagramnya, Erick menjelaskan sejak awal diangkat menjadi Menteri dirinya selalu siap dalam segala hal.

“Saya selalu mengatakan kita harus siap diangkat dan siap juga jika harus dicopot. Karena kita semua adalah pembantu presiden,” kata Erick Thohir dikutip dari akun Instagramnya @erickthohir, Sabtu (11/7/2020).

Dia menjelaskan dalam menjalankan pekerjaan di BUMN dirinya selalu dibantu oleh tim yang berusaha sebaik mungkin agar key performance index (KPI) yang ditetapkan tercapai.

“Penilaian akhirnya diserahkan kepada presiden. Review dan masukan sangatlah penting bagi kami untuk dapat terus bertransformasi menjadi semakin baik lagi, untuk Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya isu liar reshuffle ini muncul ketika video arahan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020. Dalam video tersebut Jokowi melontarkan ancaman reshuffle kepada menteri dan kepala lembaga.

RSS
Telegram