Ganja Urung Jadi Tanaman Obat

ArtikelDigital.com, Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) Dhira Narayana mengungkapkan rasa kekecewanya terhadap Menteri Pertanian (Mentan) Syharul Yasin Limpo.

Menurutnya, kekecewaan itu timbul setelah Mentan menarik kembali Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas ganja sebagai tanaman obat.

“Awalnya kami apresiasi langkah bapak Syahrul Yasin Limpo dalam menertibkan peraturan menteri tersebut.

Namun kami juga merasa kecewa penarikan kembali keputusan tersebut,” katanya, di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Dalam situasi seperti ini, lanjut Dhira, sangat mengharapkan pihak-pihak yang terkait untuk dapat saling bahu-membahu dalam sebuah terobosan.

“Seperti menetapkan ganja sebagai tanaman obat demi kesehatan,” ungkap Alumni Universitas Indonesia itu.

Dhira pun memberikan contoh negara tetangga yang sudah terlebih dahulu memanfaatkan ganja untuk tujuan pengobatan.

“Lihat negara tetangga kita, Malaysia dan Thailand sudah sejak lama memakai ganja sebagai obat medis dan hasilnya banyak sekali warga masyarakatnya yang dapat tertolong,” tuturnya.

Kendati demikian, penggagas LGN itu terus meminta agar pemerintah membuka mata terkait dengan manfaat ganja.

“Sekali lagi, kami sangat berharap agar Bapak Syahrul Yasin Limpo untuk kembali menetapkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang memposisikan ganja sebagai komoditas tanaman obat,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mencabut sementara Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 104 Tahun 2020.

Dalam Kepmentan itu di dalamnya menetapkan ganja atau dengan nama latin Cannabis Sativa sebagai tanaman obat komoditas binaan Kementan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Tommy Nugraha menjelaskan Kepmentan 104/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian, dicabut sementara untuk selanjutnya dikaji kembali.

Kepmentan itu akan dilakukan revisi bersama pihak terkait, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kesehatan, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” kata Tommy, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020).

“Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait (BNN, Kemenkes, dan LIPI),” sambungnya.

RSS
Telegram