Gerebek Lagi Pekerja Migran Ilegal di Apartemen Bogor, BP2MI Akan Kordinasi dengan Kepolisian

Spread the love

ArtikelDigital.com, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggerebek lokasi diduga menampung Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kali ini dilakukan di Apartemen Bogor Icon, Kota Bogor, Jawa Barat.

Penggerebekan dipimpin langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Dalam penggerebekan yang berlangsung Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi ditemukan 25 calon PMI yang akan diberangkatkan ke Thailand.

Para calon PMI itu berasal dari Subang, Bandung, Solo, dan Tuban ditampung di sejumlah kamar apartemen. Namun dari 25 calon PMI hanya 18 orang yang berhasil diveakuasi dari lokasi. Diantaranya 15 laki-laki dan 3 perempuan.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2PMI), Benny Rhamdani mengatakan, dari penggerebekan itu pihaknya mengamankan sejumlah dokumen. Kini para calon PMI sudah dibawa ke Gedung BP2MI di Jalan MT Haryono Jakarta.

“Tim BP2MI menggali informasi lebih lanjut dari para calon PMI yang dievakuasi, termasuk mendalami PT Duta Buana sebagai perusahaan penyakur dan perekrut, sebelum melaporkan temuan ini ke kepolisian,” kata Benny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7).

Di banyak kesempatan, Benny menegaskan lembaga yang dipimpinnya berkomitmen untuk menyikat para mafia yang selama ini bermain dalam bisnis pengiriman PMI ilegal.

Pasalnya, sesuai dengan nawaitu presiden Jokowi, semua PMI harus mendapat perlindungan yang sama.

“Pak Jokowi memerintahkan kepada saya untuk memberikan perlindungan kepada PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hukum harus bekerja. Artinya negara tidak boleh kalah oleh para penjahat yang selama ini bertopeng sebagai perusahaan pengiriman tenaga kerja,” katanya.

Sebelumnya, BP2MI menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan PMI ilegal di Perumahan Permata Cibubur, Cluster Phoenix, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin sore, 13 Juli 2020. Hasil penggerebekan ditemukan 7 calon PMI akan dikirim ke Singapura secara nonprosedural.

Para korban diiming-imingi pekerjaan menggiurkan di Singapura dengan paspor dan visa yang disediakan PT Sentosa Karya Aditama dan PT Al Zaidi sebagai perusahaan penyalur dan perekrut. Namun proses pengiriman tidak menggunakan prosedur yang seharusnya.

Terkait temuan di Cileungsi, BP2MI telah membuat laporan ke Bareksrim Polri. Laporan disampaikan langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dengan membawa sejumlah barang bukti, termasuk 232 dokumen yang berisi nama calon PMI yang akan diberangkatkan ke negara.