Gilang Bhaskara: Saya Gak Vertigo dan Gak Suka Bungkusin Orang

Gilang Bhaskara: Saya Gak Vertigo dan Gak Suka Bungkusin Orang

ArtikelDigital.com, Nama Gilang masih trending topic nomor satu di Twitter Indonesia. Sebanyak 132 ribu tweet membicarakan Gilang, Kamis (30/7/2020). Gilang jadi sorotan publik karena diduga melakukan pelcehan modus bungkus kain jarik. Gilang adalah mahasiswa semester 10 Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pelawak Gilang Bhaskara turut mengomentari ramainya perbincangan tentang Gilang. Ia tak ingin dikaitkan dengan Gilang, terduga pelaku pelcehan seksual ‘bungkus kain jarik’. Melalui akun Twitter @gilbhas, Gilang mengatakan sudah semakin tidak tahan dengan tekanan netizen.

“Sekadar klarifikasi aja, walaupun nama saya Gilang juga, saya gak vertigo, gak pengen bunuh diri dan gak suka bungkusin orang. Makasih dek,” kata Gilang Bhaskara dalam video yang diposting di akun Twitternya, Kamis (30/7). Pelawak Ernest Prakasa mengomentari postingan Gilang Bhaskara. Ia mengganti nama Gilang Bhaskara menjadi Gilang Bungkus.

“Bohong. Nama kamu kan Gilang Bhungkus pake BH,” kata Ernest Prakasa. Nama Gilang jadi trending topic di Twitter setelah Fikri, pemilik akun Twitter @m_fikris, menceritakan kronologi pelecehan seksual yang dialaminya dari Gilang. Awalnya, pada tahun lalu, ketika Fikri masih menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas negeri di Surabaya, ia diajak berkenalan oleh Gilang (yang berkuliah di universitas negeri lain di kota yang sama) via media sosial.

Komunikasi Gilang dan Fikri berlanjut melalui WhatsApp. Gilang memperkenalkan diri sebagai mahasiswa angkatan 2015 yang sedang membuat riset. Gilang mengajak Fikri untuk menjadi salah satu subjek risetnya.

Tidak seperti riset pada umumnya, Gilang meminta Fikri untuk membungkus seluruh tubuhnya dengan kain dan mengikatnya dengan lakban sehingga ia tidak bisa bergerak leluasa. Alasannya, dengan melakukan hal tersebut, diri seseorang yang sesungguhnya bisa terlihat, begitu juga dengan luapan-luapan emosinya.

Meskipun mulanya merasa takut karena diminta untuk melakukan hal yang menurutnya aneh, Fikri masih mengikuti instruksi Gilang. Fikri merasa kasihan karena Gilang sudah duduk di semester 10. Terlebih Gilang memohon-mohon kepada Fikri untuk menjadi subjek risetnya. Fikri merasa tidak enak menolak permintaan Gilang karena dia adalah seniornya.

Fikri meminta bantuan salah satu temannya untuk melakukan instruksi Gilang keesokan harinya. Setelah berjam-jam melakukan hal tersebut, Fikri mendapati perlakuan aneh dari Gilang berupa ucapan menggoda (“Sini peluk”), dengan ditambah “Canda, dek”. Tidak hanya itu, Gilang juga meminta teman Fikri yang membantu dia untuk juga membungkus diri.

Kejanggalan demi kejanggalan terus terjadi setelah itu. Mulai dari ujaran menggoda lain, sikap memaksa dan mengancam jika Fikri tidak mau lanjut melakukan instruksinya. Selain mengancam akan bunuh diri, Gilang juga menangis-nangis memohon kepada Fikri agar bersedia membungkus diri. Setelah kasus ini viral di media sosial, satu per satu orang yang mengenal Gilang dan sempat diminta membungkus diri atas nama riset mulai angkat suara. Ada yang menyertakan tangkapan layar berisi ucapan Gilang yang menggoda dan merasa jijik terhadapnya. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki dan merupakan mahasiswa baru atau di bawah tingkat kuliah Gilang.