GNPF Mengajukan Gugatan Menuntut KPU dan Bawaslu Menunda Pilkada Medan

Spread the love

ArtikelDigital.com, Gerakan Nasional Pengamanan Fatwa Ulama (GNPF) Sumatera Utara telah mengajukan gugatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan (Bawaslu) menuntut kedua badan negara itu menunda pemilihan kepala daerah di Medan.

Gugatan class action tersebut diajukan oleh 10 anggota GNPF di Pengadilan Negeri Medan, Rabu.

Ketua Pokja Pilkada GNPF Sumatera Utara, Tumpal Panggabean, mengatakan Medan mengalami tren peningkatan kasus baru COVID-19 dalam tiga bulan terakhir, yang membuat pilkada semakin tidak memungkinkan.

“Jumlah kasus baru COVID-19 di Medan meningkat setiap hari, kota itu telah dinyatakan sebagai zona merah level 3,” kata Tumpal, Rabu.

“Jika pemerintah ngotot melaksanakan pilkada 9 Desember sesuai rencana, hampir bisa dipastikan pilkada bakal ngeri,” imbuhnya.

Tumpal menjelaskan, berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah harus memenuhi enam kriteria sebelum melaksanakan pemilu di tengah pandemi COVID-19.

“Menurut WHO, pemerintah perlu membuktikan bahwa wabah sudah terkendali dan risiko penularannya sudah diturunkan dan Pemerintah Medan belum memenuhi kriteria tersebut,” katanya.

Tumpal menilai pelaksanaan pemilu di tengah maraknya kasus COVID-19 adalah tindakan melawan hukum.

“Apa gunanya pilkada jika memakan korban? Jangan jadikan pilkada sebagai mesin pembunuh warga Medan,” ucapnya.

Menurut Tumpal, calon wali kota Medan membawa banyak rombongan saat mendaftar pemilihan di kantor KPU Medan.

“Siapa yang bisa menjamin tidak ada penularan COVID-19 [di acara itu]. Itu yang menjadi perhatian utama kami saat ini,” ujarnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Medan, Agussyah Damanik, mengatakan akan segera berkoordinasi dengan KPUD Sumatera Utara dan Komisi Pemilihan Umum terkait gugatan tersebut.

“Kami tidak punya kewenangan untuk menunda pemilu, kami hanya menjalankan undang-undang dan peraturan KPU tentang pilkada serentak. Hanya KPU yang berwenang menunda pemilu,” ujarnya.