Gunung Sinabung Kembali Meletus Setelah Setahun Tidak Aktif

ArtikelDigital.com, Setelah tak aktif lebih dari setahun, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus pada Sabtu pagi, menyemburkan abu 2.000 meter ke udara.

Debu vulkanik mencapai Berastagi, yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari gunung berapi.

Muhammad Nurul Asrori dari pos pengamatan Sinabung mengatakan gunung tersebut mulai meletus pada pukul 01.58 dan berlanjut selama satu jam. Dia menyarankan penduduk lokal dan turis untuk tinggal di luar radius 3 km dari puncak gunung.

“Kami harus tetap berhati-hati karena Status Gunung Sinabung masih di level III, Siaga [Waspada], ”kata Nurul.

Tidak ada korban jiwa dalam letusan tersebut, namun beberapa warga sekitar yang tinggal di sekitar gunung tersebut dikejutkan oleh peristiwa tersebut. Abu menutupi perkebunan warga dan mematikan tanaman.

Warga Naman Teran, Pelin Depari, mengatakan warga yang tinggal 5 km dari gunung bisa mendengar gemuruh gunung, meski tidak bisa melihat letusan secara langsung karena Sinabung tertutup kabut.

“Ini traumatis karena sudah setahun sejak terakhir kali Gunung Sinabung meletus, ”kata Pelin, Sabtu.

Dia menambahkan penduduk desa sekarang membersihkan rumah dan ladang mereka dari abu vulkanik.

Penjabat Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanael Perangin-angin mengatakan, Sinabung terakhir meletus pada Juni 2019. “Kami pikir kami aman. Saya harap tidak akan ada letusan lagi. ”

Ia menambahkan, sedikitnya empat kabupaten terdampak letusan, yakni Naman Teran, Merdeka, Berastagi, dan Dolat Rayat.

Meskipun abu vulkanik menutupi distrik-distrik tersebut, pihak berwenang mengatakan tidak ada penduduk yang mengungsi akibat letusan tersebut, Natanael melanjutkan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana bersama TNI dan Polri telah membagikan 1.500 masker dan membantu warga membersihkan abu vulkanik. Dinas pemadam kebakaran setempat mengirimkan lima truk untuk membantu pembersihan.

Gunung Sinabung kembali aktif pada tahun 2010 untuk pertama kalinya dalam 400 tahun. Setelah masa tidak aktif lainnya, gunung meletus sekali lagi pada tahun 2013 dan tetap sangat aktif sejak saat itu.

Enam belas orang tewas dalam salah satu letusan Sinabung pada tahun 2014. Dua tahun kemudian, letusan lain menewaskan tujuh orang.

Selain Gunung Sinabung, otoritas vulkanik juga telah menempatkan Gunung Karangetang di Sulawesi Utara pada tingkat Siaga Siaga.

Indonesia adalah rumah bagi sekitar 130 gunung berapi karena posisinya di Cincin Api, sabuk batas lempeng tektonik yang mengitari Samudera Pasifik di mana sering terjadi aktivitas seismik.

 

RSS
Telegram