Heboh! Pengakuan Mantan Dosen Lakukan Ratusan Pelecehan Seksual, Netizen Ungkap Buzzer Jokowi

Spread the love

ArtikelDigital.com, Beredar viral video pengakuan mantan dosen telah melakukan pelecehan seksual diduga terhadap ratusan korban dengan modus penelitian.

Fakta itu diungkap ke publik oleh seorang netizen, Illian Deta Arta Sari, melalui akun Facebooknya, Senin (3/8/2020).

Di situ Illian bersama dua orang korban mengaku telah melakukan pertemuan dengan pelaku bernama Bambang Arianto untuk meminta pertanggungjawaban, Minggu (2/8/2020).

Sementara Bambang didampingi senior urusan kerjanya, Ajianto Dwi Nugroho. Mereka bertemu di sebuah resto di salah satu hotel Tangerang.

Bambang memberikan banyak penjelasan mengapa modus itu dilakukan demi kepentingan pemuasan seksualnya.

Menurut Illian, semua pengakuan Bambang dengan dalih penelitian itu tidak masuk akal dan terbantahkan.

“Penelitiannya tak ada metodologinya, tak jelas respondennya dan tanpa consent. Kenapa hanya perempuan saja padahal kalau memang meneliti swinger ada dua pihak lelaki dan perempuan,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan penelitian kok yang aktif cerita yang meneliti dan sengaja membeberkan detil teknis seksual layaknya menulis novel biru, sementara kalau telpon seperti sex call, lalu pelaku juga menutupi identitasnya dengan pura-pura jadi istrinya dan menyebarkan foto-foto istri.

 

“Langsung kukonfrontir sambil kutunjukkan catatanku dari jauh ada sekitar 50 nama korbannya. Dari semua itu, modus pendekatannya macam-macam,” beber mantan Peneliti ICW itu.

Alasan yang dikemukakan pelaku di antaranya curhat tentang istrinya yang suka menyiksa, cerita krisis orang tuanya, pernikahannya tak punya anak, berdalih konsultasi psikologi.

“Kami cecar juga kelakuan dia pakai akun istri yang seolah curhat ke sesama perempuan karena bingung diajak Bambang untuk swinger. Ada juga modus penerbitan buku dan bisnis.” ungkapnya.

Korban-korban yang dihubunginya pun bukan sembarang orang. Kebanyakan dari mereka adalah aktivis dan bahkan dari kalangan NU.

“Dia juga menyasar pelajar, aktifis Fatayat NU pun dia japri begitu,” katanya.

Pelaku, ungkap Illian, mengakui aktif mencari tempat “curhat” baru dan dalam seminggu mendapatkan satu korban. Biasanya dia inbox melalui FB messenger.

“Kami berhitung, dalam setahun ada 52 minggu, dikalikan 6 tahun sejak 2014 berarti ada sekitar 300 orang,” ungkap dia seraya diakui pelaku.

Seorang korban yang datang bersama Illian, Lely bahkan mengaku sudah mendapat perlakuan pelecehan seksual pada 2004-2005 di Balairung, area gedung kampus pusat UGM.

Sebelum bertemu di hari Minggu, Lely sempat dihubungi korban yang mengatakan ada trauma yang terpendam selama 14 tahun. Saat itu Bambang sudah dilaporkan ke polisi di Sleman, dia sempat ditahan.

“Tapi dilepas karena jadi tahanan kota,” ucapnya.

Bukan hanya itu, pada 2014, dia sempat membuat geger grup Kagama (Keluarga Alumni UGM) soal swinger ini.

“Ada grup menulis ternyata membernya juga pada dijapri gitu. Bahkan dia dijuluki Bambang Swinger,” jelasnya. Namun saat dikonfrontir ia ternyata justru malah terobsesi dengan julukan tersebut.

Di tahun 2015an, kasus-kasus yang menyasar para psikolog mulai muncul. Ia mengungkapkan aktivitas kelainan seksual yang dipertontonkannya itu menyasar pada beberpa Psikolog.

“Kabarnya termasuk pamer onani di depan psikolog puskesmas itu. Seorang psikolog menjapri baak dan mengatakan korbannya ada sekitar 10 orang,” ujarnya.

Mahasiswa psikologi sempat melapor ke fakultas dan rektorat, tapi kasus tidak berlanjut.

“Beberapa psikolog japri aku, modusnya memang curhat psikologi tapi jebul aneh karena terlihat menikmati saat cerita detil penyimpangannya,” ungkapnya.

Sampai akhirnya Illian meminta ia membuat video permintaan maaf secara terbuka dan diunggah ke media sosial. Hanya saja sayang, beberapa jam setelah video itu diunggah, ia menghapusnya.

Untungnya, Illian juga ikut merekam pengakuan mantan dosen tersebut sehingga bisa membuatnya lebih jera.

“Dia upload Minggu sore di depan kami. Namun Minggu malam, semalam sekitar jam 22 dia hapus akun Facebook, Instagram dan twitterya,” bebernya.

Sontak saja video pengakuan mantan dosen ini trending topic di media sosial dengan tagar #JokowerSakitJiw.

Bukan apa-apa, maklum pemilik akun @BamsBulakSumur ini dianggap sebagai buzzer pendukung Jokowi. Dengan followersnya yang berjumlah puluhan ribu ia melancarkan cuitan-cuitannya menangkis dan membela isu-isu yang menyasar pada Jokowi.

“Akhirnya @BamsBulaksumur dedengkot Ahokers, Jokowers kebongkar kelakuan bejatnya,” cuit @M_Asmara1701.

“Yth. Pak @jokowi, ada baiknya Bapak cek ulang barisan buzzer bapak. Mungkin saja ada lagi yang punya kelainan perilaku, kan jadi malu-maluin Bapak tho.” kata @UG_Moody.