Hendak Bunuh Diri, Predator 305 Anak Asal Perancis Ditemukan Lemas di Sel Rutan Polda Metro

ArtikelDigital.com, Pelaku pedofil WNA Prancis bernama Francois Abello Camille (65) yang ditahan di rutan Polda Metro Jaya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh penjaga rutan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari hasil olah TKP diduga pelaku melakukan percobaan bunuh diri menggunakan kabel yang memang ada di dalam rutan.

“Kami melakukan patroli di masing- masing ruang tahanan. menemukan satu sel yang memang berisi tersangka FAC 65 dalam kondosi terikat lehernya dengan kabel tetapi tidak tergantung,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Yusri akui, kabel yang digunakan untuk bunuh diri terhadap pelaku memang ada di dalam rutan. Namun, posisinya kabel tersebut cukup tinggi.

“Kabel itu sudah ada ditahanan yang cukup tinggi tapi yang bersangkuta menaiki tembok kamar mandi kalau orang lain tidak akan sampai tapi karena dia tinggi dililitkan ke lehernya,” ungkap Yusri.

FAC sempat dirawat ke rumah sakit Polri Kramat Jati, namun nyawa tersangka tidak bisa diselamatkan lantaran percobaan bunuh diri terbilang sadis.

“Dirawat ke rumah sakit Kramat Jati. Kurang lebih tiga hari dilalukan perawatan. Tadi malam tsk sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus ekspoloitasi seksual anak di bawah umur. Pelaku yang merupakan WNA Prancis bernama Francois Abello Camille melakukan aksinya di tiga hotel hotel kawasan Jakarta Barat.

Modus pelaku dalam melancarkan aksinya menawarkan kepada para korban menjadi model foto di kamar hotel dengan iming-iming imbalan menggiurkan. Korban ekspoloitasi seksual itu telah mencapai 305 anak di bawah umur.

“Modus awalnya foto model, tapi kalau korban mau berhubungan badan imbalannya 250-1juta rupiah, dari data di laptop pelaku ada 305 anak tapi yang sudah berhasil didentifikasi sebanyak 17 orang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2020).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dipidana dengan pidana penjara mati, seumur hidup.

Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016 UU ITE tentang yang menyebarkan foto atau video yang melanggar kesusilaan.

RSS
Telegram