Influencer Meminta Maaf karena Mendukung RUU Penciptaan Lapangan Kerja

Spread the love

ArtikelDigital.com, Tiga influencer di media sosial telah meminta maaf kepada pengikut mereka setelah mendapat reaksi keras karena memposting konten yang mendukung RUU penciptaan lapangan kerja yang kontroversial menggunakan tagar #IndonesiaButuhKerja.

Gofar Hilman, menggunakan akun Twitter-nya @pergijauh, yang memiliki sekitar 640.000 pengikut, menjadi orang pertama yang meminta maaf kepada publik setelah beberapa pengikutnya mengecamnya.

Dalam pernyataan publik yang diposting di akun Twitter resminya, Gofar mengklaim bahwa dia tidak mengetahui maksud di balik kampanye yang dia ikuti.

“Kesalahan kami adalah kami tidak meneliti pekerjaan itu sebelum menerimanya,” kata Gofar di Twitter.

Ia mengatakan bahwa video postingannya menggunakan #IndonesiaButuhKerja tidak dimaksudkan untuk mendukung omnibus bill tentang penciptaan lapangan kerja, juga tidak dimaksudkan untuk menyinggung sekelompok orang.

Gofar adalah seorang pengusaha yang memiliki toko yang menjual barang dagangan untuk orang-orang yang “menyukai musik, tato, dan sepeda motor”.

Banyak pengikutnya adalah pekerja muda yang memprotes RUU penciptaan lapangan kerja, yang mereka pandang sebagai cara untuk meringankan investasi dengan melonggarkan peraturan yang menjunjung hak-hak pekerja.

Influencer lain, musisi yang sedang naik daun Ardhito Pramono, juga mengeluarkan permintaan maaf publik melalui akun Twitter-nya, menyatakan bahwa dia tidak menyadari bahwa kampanye itu terkait dengan RUU yang bermuatan politik. Ia mengaku tak ingin terseret ke politik.

 

Belakangan, influencer lain, Aditya Fadillah alias Aditya Insomnia, meminta maaf di Twitter. Dia mengatakan dia dibayar kurang dari Rp 5 juta (US $ 338) untuk membantu mempublikasikan kampanye.

Staf kepresidenan Donny Gahral Adian mengatakan, kampanye itu bukan perintah pemerintah. “Itu spontanitas mereka,” ujarnya seperti dikutip CNN Indonesia.

Omnibus bill on job creation awalnya digagas oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia, sekaligus untuk menarik investasi. Terdiri dari 15 bab dan 174 pasal, RUU tersebut akan mengubah 73 undang-undang.

Sampai sekarang, anggota parlemen sedang mempercepat pembahasan RUU tersebut, yang dijadwalkan selesai pada September kecuali ada kemunduran.